Tag Archives: Riyadhus Shalihin

Akhlak Yang Baik

Published by:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

كَانَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – أحْسَنَ النَّاس خُلُقًا.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya.” HR. Bukhari dan Muslim.

Faidah Hadits

Kesempurnaan akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Akhlak beliau adalah Al-Qur’an, menghalalkan apa yang dihalalkannya, mengharamkan apa yang diharamkannya, dan beradab dengan adab – adabnya.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
al-Bugha, Dr. Musthafa dkk. Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhus Shalihin.

Haramnya Sombong dan Ujub

Published by:

Dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ مَنْ كَانَ في قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّة مِنْ كِبْرٍ! فَقَالَ رَجُلٌ: إنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا، ونَعْلُهُ حَسَنَةً! قَالَ: إنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ، الكِبْرُ: بَطَرُ الحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak dapat masuk surga seseorang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarrah.” Kemudian ada orang berkata, “Sesungguhnya seseorang itu senang jika pakaiannya indah dan sandalnya indah.” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Mahaindah lagi mencintai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR Muslim)

Bahasa Hadits Continue reading

Tawadhu dan Merendahkan Diri kepada Orang-Orang Mukmin

Published by:

Dari ‘Iyadh bin Himar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ اللهَ أوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أحَدٌ عَلَى أحَدٍ، وَلاَ يَبْغِي أحَدٌ عَلَى أحَدٍ

“Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadaku agar kalian bersikap tawadhu, sehingga seseorang tidak membanggakan dirinya terhadap orang lain, dan tidak pula menzhalimi orang lain.” (HR Muslim).

Bahasa Hadits Continue reading

Keutamaan Bergaul dengan Manusia, Menghadiri Shalat Jumat, Shalat Jamaah, Pertemuan – Pertemuan Kebaikan, Majelis Dzikir, Menjenguk Orang Sakit, Menghadiri Orang Yang Meninggal, Membantu Kebutuhan Mereka, Menunjuki Kejahilan Mereka, dan Lain -Lain Berupa Kemaslahatan Mereka Bagi Orang Yang Mampu Beramar Ma’ruf Nahi Munkar dan Menahan Diri Dari Perkara Menyakitkan Serta Bersabar Atasnya

Published by:

Ketahuilah, bahwa bergaul dengan banyak orang menurut cara yang telah saya jelaskan merupakan cara hidup terpilih yang dianut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Nabi sholawatullah wa salaamuhu ‘alaihim. Begitu pula Khulafaur Rasyidin, para sahabat, dan tabi’in sesudah mereka, serta para ulama kaum Muslimin dan orang-orang pilihan di antara mereka. Yang demikian ini juga merupakan jalan hidup kebanyakan tabi’in dan orang-orang yang sesudah mereka. Pendapat ini dipegang oleh Imam asy-Syafi’i, Imam Ahmad, dan mayoritas ahli fiqih radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Allah ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. QS. Al-Ma’idah: 2. Continue reading

Anjuran Uzlah (Mengasingkan Diri) Ketika Manusia dan Zaman Telah Rusak, atau Takut Terkena Fitnah dan Jatuh dalam Perkara Haram dan Syubhat

Published by:

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ الله يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الغَنِيَّ الْخَفِيَّ

“Sesungguhnya Allah itu cinta kepada hamba yang bertakwa, kaya, dan tidak masyhur.” (HR Muslim).

Maksud dari kaya (الغَنِيَّ) adalah kaya jiwa sebagaimana yang terdapat dalam hadits shahih terdahulu.

Bahasa Hadits Continue reading

Sifat Wara’ dan Meninggalkan Syubhat

Published by:

Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ الحَلاَلَ بَيِّنٌ، وَإنَّ الحَرامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ، اسْتَبْرَأَ لِدِينهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ في الحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ، ألاَ وَإنَّ لكُلّ مَلِكٍ حِمَىً، ألاَ وَإنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ، ألاَ وَإنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَت صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، ألاَ وَهِيَ القَلْبُ

“Sesungguhnya perkara yang halal itu jelas, dan sesungguhnya perkara yang haram itu jelas. Di antara keduanya ada perkara-perkara syubhat. Banyak manusia yang tidak mengetahui perkara-perkara yang syubhat tersebut. Barangsiapa menjaga dirinya dari perkara-perkara syubhat, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa telah jatuh dalam perkara-perkara syubhat, maka ia telah jatuh dalam perkara haram, seperti seorang penggembala yang menggembala di sekitar tempat yang terlarang itu hampir saja ternaknya makan dari tempat tersebut. Ingatlah, bahwa setiap raja itu mempunyai larangan. Ingatlah, bahwa larangan Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah, bahwa di dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh badan. Tetapi apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh badan. Ingatlah, bahwa segumpal darah itu adalah hati.” (Muttafaq ‘alaih. Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits di atas dari beberapa jalur riwayat dengan lafaz-lafaz yang berdekatan).

Bahasa Hadits Continue reading

Makruhnya Mengharapkan Kematian Dengan Sebab Adanya Bahaya Yang Menimpanya, Tetapi Tidak Mengapa Jika Karena Takut Adanya Fitnah Dalam Agama

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian, kalaulah dia orang baik mudahan – mudahan ia bisa menambah kebaikannya, kalaulah dia jahat mudah – mudahan ia bisa bertaubat.” HR. Bukhari.

Dalam riwayat Muslim: dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan.” HR. Muslim.

Bahasa Hadits Continue reading