Tag Archives: Matan Abi Syuja’

Najis

Published by:

Setiap yang mengalir yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur) adalah najis kecuali air mani. Dari Anas bin Malik beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَبَرَّزَ لِحَاجَتِهِ أَتَيْتُهُ بِمَاءٍ فَيَغْسِلُ بِهِ

“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam buang hajat aku mendatanginya dengan membawa bejana berisi air, sehingga beliau bisa bersuci dengannya.” (HR. Bukhari).

(تَبَرَّزَ لِحَاجَتِهِ): keluar ke tempat buang hajat, yakni tanah kosong/lapang, untuk menunaikan hajatnya dari buang air kecil maupun buang air besar. (فَيَغْسِلُ بِهِ): membasuh bekas sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur. Continue reading

Tayammum

Published by:

Syarat – syarat tayammum ada lima:

  1. Adanya udzur karena safar atau sakit.

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah. (QS. Al-Maidah 5 : 6).

Dari Imran bin Hushain al-Khuzai: Continue reading

Mengusap Sepatu Sebagai Pengganti Membasuh Kaki Saat Berwudlu

Published by:

Mengusap kedua sepatu (sebagai pengganti membasuh kaki saat berwudlu) hukumnya boleh. Dalil bolehnya mengusap kedua sepatu adalah hadits – hadits yang sangat banyak di antaranya:

Dari Al-A’masy dari Ibrahim dari Hammam beliau berkata:

بَالَ جَرِيرٌ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ فَقِيلَ تَفْعَلُ هَذَا فَقَالَ نَعَمْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ

“Suatu ketika Jarir kencing kemudian berwudlu dengan mengusap sepasang khufnya. Maka dikatakan kepadanya, ‘Ini yang kamu kerjakan?’ Jarir menjawab, “Ya, aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kencing, kemudian berwudlu dan mengusap sepasang khuf beliau.”(HR. Bukhari dan Muslim dengan lafadz dari Muslim).

Hasan al-Bashri berkata: ada tujuh puluh orang yang meriwayatkan tentang mengusap sepatu, secara perbuatan dan perkataan.

Mengusap sepatu boleh dengan tiga syarat: Continue reading

Mandi Sunnah

Published by:

Mandi yang disunnahkan ada tujuh belas:

  1. Mandi Jumat.

Riwayat Bukhari, Muslim, dan yang lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ

Jika salah seorang dari kalian hendak menunaikan shalat Jum’at, hendaklah ia mandi terlebih dahulu.

Khabar yang disampaikan oleh at-Tirmidzi menjadikan hukum mandi sebelum shalat jumat adalah tidak wajib:

مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ

Barang siapa yang berwudhu pada hari Jum’at maka hal itu sudah mencukupinya dan baik, akan tetapi barang siapa yang mandi, maka mandi itu lebih utama. Continue reading

Sunnah – Sunnah Mandi Wajib

Published by:

Hal – hal yang disunnahkan saat mandi wajib ada lima:

  1. Tasmiyah (membaca bismillah terlebih dahulu).

Berdasarkan hadits:

كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبَسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَهُوَ أَقْطَعُ

Setiap perkara yang perlu mendapat perhatian yang tidak diawali dengan bismillahirrahmaanirrahiim maka dia terputus (sedikit berkahnya). (Kasyful Khafa’: 1964). Continue reading

Fardhu – Fardhu Mandi Wajib

Published by:

Hal – hal yang wajib dipenuhi saat mandi wajib ada tiga:

1. Niat

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya”

2. Menghilangkan najis – najis yang terdapat pada badan.

Berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dari Maimunah radhiyallahu ‘anha tentang mandinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Continue reading

Hal – Hal Yang Mewajibkan Mandi

Published by:

Hal – hal yang mewajibkan mandi ada 6, tiga di antaranya berlaku bagi laki – laki dan perempuan yaitu:

1. Bertemunya dua khitan.

Dua khitan yaitu tempatnya khitan, pada anak laki – laki: kulit yang menutup kepaladzakar. Pada perempuan: kulit pada bagian atas saluran kencing. Maksudnya bertemunya dua khitan adalah bersatunya dua khitan tersebut dengan masuknya kemaluan laki – laki ke dalam kemaluan wanita. Ini adalah kiasan untuk jima’. Continue reading