Sunnatullah Pada Orang Yang Bersedia Beriman Dan Yang Tidak Sudi Beriman Serta Balasan Bagi Keduanya

Tags:

Tafsir QS. Al-An’am: 125-128.

Allah ta’ala berfirman:

فَمَن یُرِدِ ٱللَّهُ أَن یَهۡدِیَهُۥ یَشۡرَحۡ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَـٰمِۖ وَمَن یُرِدۡ أَن یُضِلَّهُۥ یَجۡعَلۡ صَدۡرَهُۥ ضَیِّقًا حَرَجࣰا كَأَنَّمَا یَصَّعَّدُ فِی ٱلسَّمَاۤءِۚ كَذَ ٰ⁠لِكَ یَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِینَ لَا یُؤۡمِنُونَ *  وَهَـٰذَا صِرَ ٰ⁠طُ رَبِّكَ مُسۡتَقِیمࣰاۗ قَدۡ فَصَّلۡنَا ٱلۡـَٔایَـٰتِ لِقَوۡمࣲ یَذَّكَّرُونَ * لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَـٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ وَهُوَ وَلِیُّهُم بِمَا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ *  وَیَوۡمَ یَحۡشُرُهُمۡ جَمِیعࣰا یَـٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ قَدِ ٱسۡتَكۡثَرۡتُم مِّنَ ٱلۡإِنسِۖ وَقَالَ أَوۡلِیَاۤؤُهُم مِّنَ ٱلۡإِنسِ رَبَّنَا ٱسۡتَمۡتَعَ بَعۡضُنَا بِبَعۡضࣲ وَبَلَغۡنَاۤ أَجَلَنَا ٱلَّذِیۤ أَجَّلۡتَ لَنَاۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثۡوَىٰكُمۡ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۤ إِلَّا مَا شَاۤءَ ٱللَّهُۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِیمٌ عَلِیمࣱ

Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang menerima peringatan. Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan. Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui. QS. Al-An’am: 125-128.

Tafsir Al-Wajiz

Barangsiapa dikehendaki Allah mendapatkan hidayah, Allah akan melapangkan dadanya untuk Islam dan menerangi hatinya hingga ia menerimanya. Barangsiapa dikehendaki kesesatannya, Allah akan menyempitkan dadanya dengan amat sempit. Seakan – akan  ia mendaki jalan naik ke langit sehingga ia tidak mampu dan menahan pengaruh keimanan bagi hatinya. Demikianlah Allah memberi adzab atas orang – orang yang tidak beriman dengan sebab kedurhakaan dan terus menerus dalam kekufuran.

Jalan ini, yang merupakan tempat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum mu’minin berada: adalah agama yang lurus, tidak ada kebengkokan di dalamnya. Sungguh telah Kami jelaskan ayat – ayat Qur’aniyah dan Kami telah menerangkannya bagi kaum yang mau menerima peringatan, memikirkan, dan merenungkan. Sehingga mereka mengambil manfaatnya.

Bagi mereka orang – orang yang menerima peringatan lagi merenungkannya, balasan berupa surga di tempat yang tenteram dari segala malapetaka di hari kiamat. Allah lah yang memelihara urusan – urusan mereka dan penolong mereka dengan sebab amal – amal mereka yang baik.

Ingatlah Wahai Nabi apa yang akan terjadi di hari kiamat, yaitu hari di mana Allah mengumpulkan semua manusia dan jin. Kemudian Allah berfirman: “Wahai golongan jin, sungguh kalian telah banyak membujuk manusia dan menyesatkan mereka, hingga mereka menjadi pengikut kalian, maka Kami kumpulkan mereka bersama kalian”. Berkatalah pembantu mereka dari kalangan manusia: “Wahai Rabb kami, masing – masing kami mengambil manfaat dari yang lainnya, kaum jin memanfaatkan manusia dimana mereka mengikutinya dan mentaatinya, manusia memanfaatkan para syaitan dimana mereka mengarahkan kepada syahwat dan menghiasi hal – hal yang haram bagi mereka, dan para dukun mengambil manfaat dari maklumat – maklumat jin. Telah sampailah batas kepada kami yang Engkau tetapkan bagi kami yaitu maut dan yang mengikutinya yaitu hari kiamat. Kami pun sampai kepada apa yang telah Engkau janjikan yang kami dustakan di dunia.” Allah ta’ala berfirman: “Tempat kalian adalah neraka, kalian kekal di dalamnya”. Kecuali yang dikehendaki Allah keluar darinya. Di neraka tersebut mereka diberi minum air yang mendidih yang memutuskan usus. Sesungguhnya Rabb mu Maha Bijaksana dalam ciptaan-Nya dan balasannya lagi Maha Mengetahui terhadap apa yang layak diterima oleh setiap golongan. Ibnu Abbas berkata: “Tidak layak bagi seorang pun memutuskan terhadap Allah sehubungan dengan masalah makhluk-Nya, tidak pula mengenai penempatan mereka ke dalam surga atau ke dalam neraka oleh-Nya.”

Fiqih Kehidupan atau Hukum – Hukumnya

Ayat: “Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk)…” menunjukkan penetapan adanya iradah (kehendak) Allah azza wa jalla dalam hal hidayah bagi manusia dan taufik-Nya bagi keimanan, kebenaran, dan kebaikan.

Ahlussunnah berpegang dengan ayat ini pada penjelasan bahwa kesesatan dan hidayah itu adalah dari Allah ta’ala yakni dengan penciptaan-Nya. Dengan makna bahwa seorang hamba itu kuasa untuk beriman dan kuasa untuk kafir, kuasanya berkenaan dengan kedua perkara ini adalah sama, akan tetapi kuasa ini bergantung pada adanya pendorong dalam diri manusia, pendorong dalam hati tersebut menyeru baik kepada keimanan atau kepada kekafiran. Yang jadi pendorong tersebut adalah ilmunya, keyakinannya, atau dugaannya bahwa perbuatan itu mengandung maslahat atau kerugian. Jika ada dalam hatinya kecenderungan kepada maslahat atau manfaat, maka ia melakukan perbuatan tersebut. Jika ada dalam hatinya kecenderungan kepada bahaya atau mafsadat, maka ia meninggalkannya. Adanya kecenderungan atau pendorong ini hanyalah berasal dari Allah ta’ala. Kumpulan kuasa manusia dengan dorongan Ilahi itulah yang melazimkan adanya perbuatan. Atas dasar ini, tidaklah ada keimanan dari seorang hamba kecuali bila Allah telah menciptakan keyakinan dalam hatinya bahwa keimanan itu lebih bermanfaat dan lebih maslahat yakni pembentukan kerelaan diri. Ketika dalam hati ada keyakinan ini, hati menjadi condong dan menginginkan untuk mendapatkannya. Ini lah yang dimaksud dengan pelapangan hati untuk beriman.

Ini adalah sesuatu yang disepakati bersama dengan tafsir ayat ini dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai melapangkan hati ketika beliau bersabda:

هو نور يقذفه الله في قلب المؤمن، فينشرح له وينفسح

“Merupakan suatu nur yang dipancarkan Allah ke dalam hati seorang mu’min, sehingga dada orang yang bersangkutan menjadi lapang dan mau menerimanya”.

Sungguh Allah ta’ala telah membuat satu permisalan dalam ayat ini: yaitu penyerupaan orang yang abai terhadap keimanan dan ogah – ogahan terhadap Islam sama dengan orang yang memanjat langit. Allah menyerupakan orang kafir dalam keengganannya untuk beriman sama dengan orang yang memikul beban yang ia tidak mampu sebagaimana pendakian langit yang tak kuasa dilakukan atau bahwasanya orang kafir itu ketika diseru untuk beriman hatinya menjadi sempit, keadaannya seperti keadaan orang yang mendaki langit. Setiap kali ia meninggi semakin berkurang tekanan udaranya sehingga nafasnya sempit. Teori ilmiah ini diketahui baru – baru ini saja. Sungguh Al-Qur’an telah menunjukkan mengenainya pada masa itu.

Seperti halnya Allah menjadikan dada orang kafir menjadi sempit, demikian pula Allah melemparkan adzab, atau laknat di dunia dan adzab di akhirat atas orang – orang yang tidak beriman terhadap ayat – ayat Allah ta’ala.

Merupakan hal yang kokoh yang ditetapkan: Bahwa jalanmu Wahai Muhammad dan kaum yang beriman terhadapmu adalah jalan Allah yang lurus yakni agama Rabb-mu yang tiada kebengkokan di dalamnya.

Bagi orang – orang yang mengingat ayat – ayat Allah, merenungkan bukti – buktinya dengan akal mereka, dan beriman serta mendapatkan manfaat dengan ayat – ayat itu: balasan berupa Dar As-Salam (negeri yang damai) yaitu surga yang di dalamnya orang – orang yang beriman selamat dari penyakit atau kesengsaraan sebagaimana selamat dari kebengkokan di dunia. Makna “Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya”, bahwasanya  surga itu dijamin bagi mereka di sisi-Nya, mereka sampai kepadanya dengan keutamaan-Nya, Allah lah wali mereka yakni penolong dan penyokong mereka.

Di hari perhitungan nanti antara manusia dan jin itu saling bercerai berai dan saling putus hubungan serta saling putus manfaat yang mana setiap mereka itu saling mengambil manfaat terhadap yang lainnya di dunia. Kesenangan yang didapat oleh jin dari manusia adalah: bahwasanya mereka bersenang – senang dengan ketaatan manusia. Kesenangan yang didapat manusia dari jin adalah: penerimaan mereka terhadap bisikan – bisikan syaitan dan kepatuhan mereka kepadanya sehingga mereka berzina dan minum khamr dengan godaan jin. Makna ayat itu di sini: teguran bagi orang yang tersesat dan yang menyesatkan serta celaan bagi mereka di akhirat di hadapan seluruh alam.

Adapun kekalnya orang – orang kafir di neraka maka itu kembali kepada kehendak Allah. Inilah yang lebih rajih. Yakni bahwasanya kekalnya mereka di neraka itu dengan kehendak Allah. Terdapat banyak sekali pendapat mengenai pengecualian dalam firman-Nya “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Az-Zujaj dan At-Thabari merajihkan di antaranya: Pengecualian untuk waktu – waktu perhitungan (hisab) karena pada keadaan tersebut mereka tidak terus menerus di dalam neraka. Makna pengecualiannya adalah di hari kiamat yakni mereka terus menerus di dalam neraka kecuali Allah berkehendak dengan ukuran saat mereka dibangkitkan dari kubur dan saat mereka dihisab.

Pendapat yang kedua, maksudnya adalah waktu – waktu yang mana mereka dipindahkan dari adzab neraka ke adzab zamharir. Diriwayatkan bahwasanya mereka memasuki lembah yang sangat dingin sehingga mereka meminta dikembalikan dari kondisi sangat dingin tersebut ke panasnya neraka jahannam.

Pendapat yang ketiga menurut Ibnu Abbas: pengecualian itu adalah bagi orang – orang yang beriman. Allah ta’ala mengecualikan kaum yang telah ada dalam pengetahuan-Nya terdahulu bahwa mereka itu berIslam dan membenarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
1. Tafsir Al-Wajiz Syaikh Wahbah Zuhaili.
2. Tafsir Al-Munir Syaikh Wahbah Zuhaili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *