Sunnahnya Berangkat dan Pulang Pada Jalan Yang Berbeda Ketika Shalat ‘Id, Menjenguk Orang Sakit, Berhaji, Berperang, Mengantar Jenazah, dan Semisalnya

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

“Apabila Rasulullah ﷺ salat Id, beliau mengambil jalan yang berbeda”. HR. Bukhari.

Perkataannya: “Mengambil jalan yang berbeda”: Yakni pergi melalui suatu jalan dan pulang melalui jalan yang lainnya.

Faidah Hadits

1. Dianjurkan untuk pergi menuju shalat Id pada suatu jalan dan pulang kembali dari jalan yang lain, mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman:

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِی رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةࣱ

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. QS. Al-Ahzab: 21.

2. An-Nawawi rahimahullahu ta’ala menyebutkan: Bahwasanya hikmah dari adanya variasi jalan (pulang pergi) tersebut adalah adanya perbanyakan ibadah. Dikatakan juga: Agar dua jalan tersebut menjadi saksi baginya di hari kiamat nanti, atau untuk menyiarkan dzikrullah pada kedua jalan tersebut, atau agar ia bisa bersedekah pada orang – orang fakir pada jalan tersebut, atau untuk menyesakkan dada kaum munafik atau waspada dari mereka, atau optimis dengan adanya perubahan keadaan, atau agar mendapatkan rahmat.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
al-Bugha, Dr. Musthafa dkk. Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhus Shalihin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *