Makna Islam

Published by:

Di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwasanya Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai iman di depan para pendengar dari kalangan para sahabat, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruknya.”

Kemudian Jibril bertanya mengenai Islam, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Continue reading

Syarat – Syarat Wajibnya Sholat (Hal – Hal yang Menjadikan Seseorang Wajib Menunaikan Sholat)

Published by:

Syarat – syarat wajibnya sholat (lima waktu) ada tiga hal:

  1. Islam.
  2. Baligh.
  3. Berakal.

Itulah tiga hal batasnya taklif (pembebanan hukum) sholat. Yakni ketika terdapat ketiga hal tersebut di atas maka terdapat kewajiban untuk sholat serta melaksanakan hukum – hukum cabang syariah yang lainnya, dan ketika tidak terdapat ketiga hal tersebut maka hilanglah beban taklif.

Dalil atas syarat Islam adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma: bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Mu’adz radhiyallahu ‘anhu ke Yaman dan beliau bersabda: Continue reading

Beratnya Hukuman Bagi Orang yang Beramar Makruf dan Nahi Mungkar Namun Ia Sendiri Tidak Mengerjakannya

Published by:

Dari Abu Zaid Usamah bin Haritsah radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يُؤْتَى بالرَّجُلِ يَوْمَ القيَامَةِ فَيُلْقَى في النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أقْتَابُ بَطْنِهِ فَيدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الحِمَارُ في الرَّحَى، فَيَجْتَمِعُ إِلَيْه أهْلُ النَّارِ، فَيَقُولُونَ: يَا فُلانُ، مَا لَكَ؟ أَلَمْ تَكُ تَأمُرُ بالمعْرُوفِ وَتنهَى عَنِ المُنْكَرِ؟ فَيقُولُ: بَلَى، كُنْتُ آمُرُ بِالمَعْرُوفِ وَلا آتِيهِ، وأنْهَى عَنِ المُنْكَرِ وَآتِيهِ

“Akan didatangkan seorang laki – laki pada hari Kiamat, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka, lalu keluarlah isi perutnya. Lalu orang itu berputar – putar pada isi perutnya, sebagaimana seekor keledai mengelilingi gilingan. Para ahli neraka berkumpul di sekelilingnya dan bertanya, ‘Mengapa engkau ini, hai fulan? Bukankah engkau dahulu suka memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran?’ Orang tersebut menjawab, ‘Benar, aku dahulu memerintahkan kepada kebaikan, tetapi aku sendiri tidak melakukannya, dan aku melarang kemungkaran tetapi aku sendiri mengerjakannya’”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahasa Hadits: Continue reading

Silih Bergantinya Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi – Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 30

Published by:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah 2 : 30).

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal anugerah-Nya kepada Bani Adam, yaitu sebagai makhluk yang mulia; mereka disebutkan di kalangan makhluk yang tertinggi —yaitu para malaikat— sebelum mereka diciptakan. Untuk itu, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Continue reading

Peran Orang Tua Dalam Mempersiapkan Anak Untuk Gemilang di Usia Belia

Published by:

Setelah memasuki jenjang pernikahan, sudah sewajarnya bagi pasangan suami istri untuk memiliki buah keturunan sebagai sebuah fitrah manusia. Sebuah fitrah yang menjadikan orang tua bergembira karena datangnya buah hati tersebut sebagai perhiasan dunia di samping adanya harta. Allah berfirman:

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. Al-Kahfi 18 : 46).

Setelah bergembira dengan datangnya buah hati dalam sebuah keluarga, setiap keluarga juga pastinya menginginkan agar anaknya kelak menjadi anak yang sukses secara gemilang. Bagi umat Islam, tentunya kesuksesan yang hakiki adalah ketika seorang anak sukses di dunia dan akhirat sebagaimana doa sapu jagat yang senantiasa dibaca dalam setiap kesempatan: Continue reading

Al-Ajurumiyyah – I’rab

Published by:

اَلْإِعْرَابُ

I’rab

اَلْإِعْرَابُ هُوَ تغيير أَوَاخِرِ اَلْكَلِمِ لِاخْتِلَافِ اَلْعَوَامِلِ اَلدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيرًا.

I’rab adalah perubahan (bunyi) akhir kata karena perbedaan amil yang masuk kepadanya secara lafadz maupun secara taqdir (diperkirakan keberadaannya).

Amil adalah lafadz maupun makna yang mempunyai ‘amal (tugas) terhadap kalimah lain, sehingga menyebabkan suatu kalimah menjadi marfu’, manshub, majrur (khusus pada isim), atau majzum (khusus pada fi’il).

Contoh:

حَضَرَ مُحَمَّدٌ– Muhammad telah hadir. Muhammad di sini kedudukannya adalah marfu’ karena sebagai fail (subjek).

رَاَيْتُ مُحَمَّدًا – Aku telah melihat Muhammad. Muhammad di sini kedudukannya adalah manshub karena sebagai maf’ul (objek). Continue reading

Hadits Aziz (العزيز)

Published by:

  1. Definisinya:
  • Secara bahasa: adalah sifat musyabbahah (sifat yang dibentuk dari Masdar Tsulati Lazim, sebagai penunjukan suatu makna yang menetap pada yang disifati secara tetap), dari kata (عَزَّ يَعِزُّ) dengan harokat kasrah yang bermakna sedikit dan jarang, atau berasal dari (عَزَّ يَعَزُّ) dengan harokat fathah yang bermakna kuat dan menjadi kuat. Dinamakan demikian mungkin karena hadits tersebut sedikit ataupun jarang, dan mungkin karena kuatnya hadits tersebut karena datang dari jalan yang lainnya.
  • Secara istilah: adalah hadits yang diriwayatkan oleh tidak kurang dari dua orang dalam seluruh tingkatan sanad.

 

  1. Penjelasan Definisi

Yakni dalam suatu tingkatan sanad dari seluruh tingkatan sanad tidak ada yang kurang dari dua orang, adapun ketika dalam sebagian tingkatan sanad terdapat tiga orang atau lebih yang meriwayatkan maka hal itu tidaklah mengapa dengan syarat terdapat tingkatan meski hanya satu tingkatan yang di dalamnya hanya terdapat dua orang perawi. Hal ini karena penjelasan sedikitnya tingkatan atau thobaqat itu dari seluruh tingkatan sanad. Continue reading