Larangan Meminta Jabatan dan Memilih Meninggalkan Kekuasaan Jika Tidak Ditetapkan Atasnya Atau Ada Hajat Kepentingan Padanya

Published by:

Dari Abu Sa’id Abdurrahman bin Samurah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku:

يَا عَبْدَ الرَّحْمن بن سَمُرَةَ، لاَ تَسْأَلِ الإمَارَةَ؛ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْألَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا، وَإنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْألَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا، وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ، فَرَأيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا، فَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ وَكَفِّرْ عَنْ يَمِينكَ

Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jabatan kepemimpinan, sebab jika engkau diberi tanpa adanya permintaan darimu, maka engkau akan diberi pertolongan oleh Allah dalam memegang jabatan itu. Tetapi jika engkau diberi sebab adanya permintaan darimu, maka engkau akan ditelantarkan atasnya. Jika engkau bersumpah atas sesuatu, kemudian engkau mengetahui perkara lain yang lebih baik daripada apa yang kausumpahkan, maka kerjakanlah perkara lain itu, dan bayarlah kafarat atas sumpahmu.” (Muttafaq ‘alaih).

Bahasa Hadits Continue reading

Disyariatkannya Doa dan Adab – Adabnya Serta Pengharaman Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

Published by:

Tafsir QS. Al-A’raf, ayat 55-56

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ * وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. QS. Al-A’raf: 55-56.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya agar mereka berdoa memohon kepada-Nya untuk kebaikan urusan dunia dan akhirat mereka. Untuk itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Continue reading

Wajib Menaati Penguasa dalam Perkara yang Bukan Maksiat dan Haram Menaati Mereka dalam Perkara Maksiat

Published by:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

عَلَى المَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ والطَّاعَةُ فِيمَا أَحَبَّ وكَرِهَ، إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيةٍ، فَإذَا أُمِرَ بِمَعْصِيةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Seorang Muslim wajib mendengar dan taat, baik dalam hal yang ia senangi dan yang ia benci, kecuali jika ia diperintah berbuat maksiat. Apabila ia diperintah berbuat maksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.” (Muttafaq ‘alaih)

Bahasa Hadits Continue reading

Penetapan Rububiyah dan Uluhiyyah Bagi Allah

Published by:

Tafsir QS. Al-A’raf, ayat 54

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam. QS. Al-A’raf: 54.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman bahwa Dialah yang menciptakan seluruh alam semesta ini, termasuk langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari. Hal seperti ini disebutkan di dalam Al-Qur’an melalui bukan hanya satu ayat. Continue reading

Penguasa Yang Adil

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ الله في ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: إِمَامٌ عادِلٌ، وَشَابٌ نَشَأ في عِبادة الله تَعَالَى، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ في المَسَاجِدِ، وَرَجُلانِ تَحَابَّا في اللهِ اجتَمَعَا عَلَيْهِ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأةٌ ذاتُ مَنْصِبٍ وجَمالٍ، فَقَالَ: إنّي أخافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ الله خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan manusia yang akan diberi naungan oleh Allah dalam naungan-Nya pada hari tiada naungan melainkan naunganNya: imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya bergantung pada masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah di mana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang lelaki yang diajak berzina oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah, dan seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri lalu air matanya meleleh.” (Muttafaq ‘alaih)

Bahasa Hadits Continue reading

Keistimewaan Al-Qur’an Atas Manusia dan Kondisi Orang – Orang Yang Mendustakannya di Hari Kiamat

Published by:

Tafsir QS. Al-A’raf, ayat 52-53

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَى عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ * هَلْ يَنْظُرُونَ إِلا تَأْوِيلَهُ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ قَدْ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur’an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.Tidakkah mereka hanya menanti-nanti bukti kebenaran (Al-Qur’an) itu. Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?” Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri dan apa yang mereka ada-adakan dahulu telah hilang lenyap dari mereka. QS. Al-A’raf: 52-53.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan mengenai alasan mengapa Dia mengutus para rasul kepada kaum musyrikin. Hal ini diungkapkan melalui Al-Qur’an yang disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam. Kitab itu juga merupakan kitab yang terinci lagi jelas. Perihalnya sama dengan apa yang dikatakan dalam firman lainnya, yaitu: Continue reading

Perintah Kepada Para Pemimpin Agar Bersikap Lemah-lembut Kepada Rakyatnya, Memberikan Nasihat Kepada Mereka, Berkasih-Sayang Kepada Mereka, Tidak Menipu Dan Bersikap Keras Pada Mereka, Serta Tidak Melalaikan Kemaslahatan-kemaslahatan dan Kebutuhan – Kebutuhan Mereka

Published by:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كلكم رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ: وَالأمِيرُ رَاعٍ، والرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أهْلِ بَيتِهِ، وَالمَرْأةُ رَاعِيةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجها وَوَلَدهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan masing-masing dari kalian akan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang amir adalah pemimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang perempuan adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya. Jadi, masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (Muttafaq ‘alaih).

Bahasa Hadits Continue reading