Category Archives: Hadits

Tegar Menghadapi Sesuatu Yang Menyakitkan

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala ‘anhu:

أنَّ رَجُلًا، قَالَ: يَا رسول الله، إنّ لي قَرَابةً أصِلُهم وَيَقْطَعُونِي، وَأُحْسِنُ إلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إلَيَّ، وَأحْلُمُ عَنهم وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ! فَقَالَ: لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ، فَكأنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ، وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ تَعَالَى ظَهيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ

Bahwa ada seorang laki – laki yang berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa orang kerabat. Aku menjaga silaturahmi dengan mereka, tetapi mereka memutuskannya. Aku berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka berbuat buruk kepadaku. Aku bersikap sabar kepada mereka, tetapi mereka berlaku bodoh terhadapku” Maka beliau bersabda, “Jika benar sebagaimana yang engkau katakan itu, maka seolah-olah mereka itu engkau beri makanan abu panas. Dan engkau senantiasa disertai penolong dari Allah dalam menghadapi mereka itu, selama engkau dalam keadaan yang demikian itu.” (HR Muslim).

الْمَلَّ
Yakni dengan fathahnya mim dan syaddahnya lam yaitu abu panas. Jadi maksudnya seolah-olah engkau memberi makanan abu panas kepada mereka itu. Ini adalah penyerupaan bahwa kaum kerabat yang bersikap seperti di atas itu tentu mendapatkan dosa sebagaimana seorang yang makan abu panas mendapatkan sakit karena makan itu. Terhadap orang yang berbuat baik ini tidak ada dosanya sama sekali, tetapi orang-orang yang tidak membalas dengan sikap baik itulah yang mendapatkan dosa besar karena mereka melalaikan hak saudaranya serta menyakiti hati dan perasaannya.

Bahasa Hadits Continue reading

Memaafkan dan Tidak Menghiraukan Orang – Orang Yang Bodoh

Published by:

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: bahwasanya beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

هَلْ أتَى عَلَيْكَ يَوْمٌ كَانَ أشَدَّ مِنْ يَوْمِ أُحُدٍ؟ قَالَ: لَقَدْ لَقِيتُ مِنْ قَوْمِكِ، وَكَانَ أشَدُّ مَا لَقيتُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْعَقَبَةِ، إذْ عَرَضْتُ نَفْسِي عَلَى ابْنِ عَبْدِ يَالِيْلَ بْنِ عَبْدِ كُلاَلٍ، فَلَمْ يُجِبْني إِلَى مَا أرَدْتُ، فَانْطَلَقْتُ وَأنا مَهْمُومٌ عَلَى وَجْهِي، فَلَمْ أسْتَفِقْ إِلاَّ وأنَا بِقَرْنِ الثَّعَالِبِ، فَرَفَعْتُ رَأْسِي، وَإِذَا أنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أظَلَّتْنِي، فَنَظَرْتُ فَإذَا فِيهَا جِبريلُ – عليه السلام – فَنَادَاني، فَقَالَ: إنَّ الله تَعَالَى قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَمَا رَدُّوا عَلَيْكَ، وَقَد بَعَثَ إلَيْكَ مَلَكَ الجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بمَا شِئْتَ فِيهِمْ. فَنَادَانِي مَلَكُ الجِبَالِ، فَسَلَّمَ عَلَيَّ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ إنَّ اللهَ قَدْ سَمِع قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَأنا مَلَكُ الجِبال، وَقَدْ بَعَثَنِي رَبِّي إلَيْكَ لِتَأْمُرَنِي بِأَمْرِكَ، فَمَا شِئْتَ، إنْ شئْتَ أطْبَقْتُ عَلَيْهِمُ الأَخْشَبَيْنِ. فَقَالَ النبي – صلى الله عليه وسلم: بَلْ أرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أصْلاَبِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا.

“Apakah engkau pernah mengalami suatu hari yang lebih sukar penderitaannya daripada Perang Uhud?” Beliau menjawab, “Ya, aku pernah mengalaminya dari kaummu. Dan perkara paling sulit yang kuterima dari mereka adalah pada hari Aqabah. Karena, aku menawarkan diriku kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kulal, tetapi ia tidak mengabulkan apa yang kukehendaki. Lalu aku kembali dalam keadaan wajah yang sedih. Aku tidak sadar dari keadaan itu kecuali setelah aku berada di Qarn Tsa’alib (nama tempat). Continue reading

Sabar dan Tidak Tergesa – Gesa

Published by:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Asyaj Abdul Qais:

إنَّ فيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللهُ: الْحِلْمُ وَالأنَاةُ

“Sesungguhnya dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa – gesa”. HR. Muslim.

Bahasa Hadits Continue reading

Akhlak Yang Baik

Published by:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

كَانَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – أحْسَنَ النَّاس خُلُقًا.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya.” HR. Bukhari dan Muslim.

Faidah Hadits

Kesempurnaan akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Akhlak beliau adalah Al-Qur’an, menghalalkan apa yang dihalalkannya, mengharamkan apa yang diharamkannya, dan beradab dengan adab – adabnya.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
al-Bugha, Dr. Musthafa dkk. Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhus Shalihin.

Haramnya Sombong dan Ujub

Published by:

Dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ مَنْ كَانَ في قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّة مِنْ كِبْرٍ! فَقَالَ رَجُلٌ: إنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا، ونَعْلُهُ حَسَنَةً! قَالَ: إنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ، الكِبْرُ: بَطَرُ الحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak dapat masuk surga seseorang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarrah.” Kemudian ada orang berkata, “Sesungguhnya seseorang itu senang jika pakaiannya indah dan sandalnya indah.” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Mahaindah lagi mencintai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR Muslim)

Bahasa Hadits Continue reading

Tawadhu dan Merendahkan Diri kepada Orang-Orang Mukmin

Published by:

Dari ‘Iyadh bin Himar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ اللهَ أوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أحَدٌ عَلَى أحَدٍ، وَلاَ يَبْغِي أحَدٌ عَلَى أحَدٍ

“Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadaku agar kalian bersikap tawadhu, sehingga seseorang tidak membanggakan dirinya terhadap orang lain, dan tidak pula menzhalimi orang lain.” (HR Muslim).

Bahasa Hadits Continue reading

Keutamaan Bergaul dengan Manusia, Menghadiri Shalat Jumat, Shalat Jamaah, Pertemuan – Pertemuan Kebaikan, Majelis Dzikir, Menjenguk Orang Sakit, Menghadiri Orang Yang Meninggal, Membantu Kebutuhan Mereka, Menunjuki Kejahilan Mereka, dan Lain -Lain Berupa Kemaslahatan Mereka Bagi Orang Yang Mampu Beramar Ma’ruf Nahi Munkar dan Menahan Diri Dari Perkara Menyakitkan Serta Bersabar Atasnya

Published by:

Ketahuilah, bahwa bergaul dengan banyak orang menurut cara yang telah saya jelaskan merupakan cara hidup terpilih yang dianut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Nabi sholawatullah wa salaamuhu ‘alaihim. Begitu pula Khulafaur Rasyidin, para sahabat, dan tabi’in sesudah mereka, serta para ulama kaum Muslimin dan orang-orang pilihan di antara mereka. Yang demikian ini juga merupakan jalan hidup kebanyakan tabi’in dan orang-orang yang sesudah mereka. Pendapat ini dipegang oleh Imam asy-Syafi’i, Imam Ahmad, dan mayoritas ahli fiqih radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Allah ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. QS. Al-Ma’idah: 2. Continue reading