Category Archives: Hadits

Sunnahnya Menjelaskan Pembicaraan dan Mengulanginya Jika Diperlukan

Published by:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu:

أنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا تَكَلَّمَ بِكَلِمَةً أعَادَهَا ثَلاَثًا حَتَّى تُفْهَمَ عَنْهُ، وَإِذَا أتَى عَلَى قَوْمٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ سَلَّمَ عَلَيْهِمْ ثَلاثًا. رواه البخاري.

Bahwa apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbicara tentang suatu pembicaraan, beliau mengulanginya tiga kali sehingga dapat dimengerti apa yang dibicarakannya itu. Dan jika beliau datang kepada suatu kaum lalu memberikan salam kepada mereka, beliau mengucapkan salam kepada mereka sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari).

Bahasa Hadits Continue reading

Sunnahnya Berbicara Baik dan Berwajah Berseri – Seri Ketika Bertemu

Published by:

Dari Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Takutlah kalian kepada neraka, sekalipun dengan cara bersedekah sepotong kurma. Dan barangsiapa tidak menemukan itu, maka hendaklah ia bersedekah dengan mengucapkan perkataan yang baik.” (Muttafaq ‘alaih).

Bahasa Hadits Continue reading

Memelihara Kebaikan Yang Sudah Dibiasakan

Published by:

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku:

يَا عبْدَ الله، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلانٍ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ. متفقٌ عَلَيْهِ.

“Ya Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti fulan itu. Dahulu ia suka shalat malam, tetapi kini ia meninggalkan shalat malam.” (Muttafaq ‘alaih).

Bahasa Hadits Continue reading

Memenuhi Janji

Published by:

Dari Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

“Ada empat perkara yang barangsiapa empat perkara itu ada pada dirinya, maka orang itu adalah seorang munafik sejati. Dan barangsiapa yang pada dirinya ada satu perkara dari empat perkara tersebut, maka orang itu memiliki satu sifat munafik hingga ia meninggalkannya, yaitu jika dipercaya ia berkhianat, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika berseteru ia melampaui batas.” (Muttafaq ‘alaih).

Bahasa Hadits Continue reading

Menjaga Rahasia

Published by:

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ القِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى الْمَرْأةِ وتُفْضِي إِلَيْهِ، ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli istrinya dan istrinya itu pun menggaulinya, kemudian ia menyiar-nyiarkan rahasia istrinya.” (HR. Muslim)

Bahasa Hadits Continue reading

Malu dan Keutamaannya, Serta Anjuran Terhadapnya

Published by:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:

أنَّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأنْصَار وَهُوَ يَعِظُ أخَاهُ في الحَيَاءِ، فَقَالَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم: دَعْهُ، فَإنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإيمَانِ. متفقٌ عَلَيْهِ.

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan melewati seorang laki-laki dari golongan kaum Anshar yang sedang menasihati saudaranya tentang sifat malu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk iman.” (Muttafaq ‘alaih).

Bahasa Hadits Continue reading

Larangan Memberikan Jabatan kepada Orang yang Memintanya dan Berambisi terhadapnya

Published by:

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

دَخَلْتُ عَلَى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – أنَا وَرَجُلانِ مِنْ بَنِي عَمِّي، فَقَالَ أحَدُهُمَا: يَا رسول الله، أمِّرْنَا عَلَى بَعْض مَا ولاَّكَ اللهُ – عز وجل – وقال الآخَرُ مِثلَ ذَلِكَ، فَقَالَ: «إنَّا وَاللهِ لاَ نُوَلِّي هَذَا العَمَلَ أَحَدًا سَألَهُ، أَوْ أحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ». متفقٌ عَلَيْهِ.

“Aku masuk ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama dua orang dari keponakanku. Salah seorang darinya berkata, “Ya Rasulullah, berikanlah kepada kami jabatan sebagai amir untuk memerintah sebagian daerah yang dikuasakan oleh Allah kepadamu. Dan yang lain juga berkata demikian. Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya kami ini, demi Allah, tidak akan memberikan kekuasaan jabatan kepada seseorang yang memintanya atau seseorang yang berambisi terhadapnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Bahasa Hadits Continue reading