Category Archives: Hadits

Perpisahan Sahabat dan Wasiatnya Ketika Berangkat Bepergian dan lain – lain

Published by:

Hadits Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu – yang telah disebutkan sebelumnya dalam Bab Memuliakan Ahli Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam – beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdiri khutbah di antara kami, beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, memberikan nasehat dan peringatan, kemudian beliau bersabda:

أمَّا بَعْدُ، ألا أيُّهَا النَّاسُ، إنَّمَا أنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أنْ يَأتِيَ رَسُولُ رَبِّي فَأُجِيبَ، وَأنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ، أوَّلَهُمَا: كِتَابُ اللهِ، فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ، فَخُذُوا بِكِتَابِ اللهِ وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ

“Amma ba’du, ketahuilah wahai sekalian manusia, bahwasanya aku hanyalah seorang manusia, sebentar lagi utusan Rabb-ku (yaitu malaikat maut) akan datang sehingga aku akan menjawabnya. Aku meninggalkan kepada kalian dua hal yang berat, yang pertama : Kitabullah (Al-Qur’an), di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, karena itu laksanakanlah isi Kitabullah itu dan berpegangteguhlah kepadanya.”

Beliau menganjurkan dan menyemangati terhadap Kitabullah. Kemudian beliau bersabda:

وَأَهْلُ بَيْتِي، أذَكِّرُكُمُ اللهَ في أهْلِ بَيْتِي

“Dan ahli baitku (keluargaku). Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahli baitku.” HR. Muslim.

Faidah Hadits Continue reading

Sunnahnya Menyampaikan Kabar Gembira dan Mengucapkan Selamat Terhadap Kebaikan Yang Diperoleh

Published by:

Dari Abu Ibrahim, dikatakan juga namanya: Abu Muhammad, dan ada juga yang mengatakan: Abu Mu’awiyah – ‘Abdullah bin Abu Aufa radhiyallahu ‘anhu:

أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم بَشَّرَ خَدِيجَةَ رضي اللهُ عنها ببَيْتٍ في الجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ، لا صَخَبَ فِيهِ، وَلا نَصَبَ.

Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membawa berita gembira bagi Khadijah radhiyallahu ‘anha dengan sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari mutiara yang berongga. Tidak ada kegaduhan di dalamnya dan tidak pula ada kesusahan. (HR. Bukhari dan Muslim).

Faidah Hadits Continue reading

Hadis Ṣaḥīh Bukhārī No. 2

Published by:

Hadis Ṣaḥīh Bukhārī No. 2

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ الحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الوَحْيُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ المَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ» قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الوَحْيُ فِي اليَوْمِ الشَّدِيدِ البَرْدِ، فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا

‘Abdullah bin Yūsuf menceritakan kepada kami, beliau berkata: Mālik mengabarkan kepada kami, dari Hisyām bin ‘Urwah, dari Bapaknya, dari ‘Ᾱisyah Umm al-Mu’minīn ra. bahwasanya al-Ḥāriṡ bin Hisyām ra. bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, bagaimanakah wahyu datang kepada Engkau?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Kadang – kadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng, itu adalah yang paling keras atasku, lalu itu berhenti sehingga aku memahami apa yang ia katakan. Kadang – kadang ia (malaikat) menyerupakan diri kepadaku sebagai seorang laki – laki sehingga ia berbicara kepadaku dan aku memahami apa yang ia katakan.” ‘Ᾱisyah ra. berkata: Sungguh aku pernah melihat beliau saat wahyu turun kepadanya di hari yang sangat dingin, saat itu berhenti darinya, dahinya mengalirkan keringat.

——–
ص6 – صحيح البخاري – كيف كان بدء الوحي إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم – المكتبة الشاملة الحديثة
——–
الرابط:https://al-maktaba.org/book/33757/10#p1

Memuliakan Tamu

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturahim, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.” HR. Bukhari dan Muslim.

Faidah Hadits Continue reading

Anjuran Tenang Dalam Menuju Shalat, Majelis Ilmu, dan Ibadah – Ibadah Sejenis Lainnya

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ، فَلاَ تَأتُوهَا وَأنْتُمْ تَسْعَونَ، وَأتُوهَا وَأنْتُمْ تَمْشُونَ، وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ، فَمَا أدْرَكْتُم فَصَلُّوا وَمَا فَاتكُمْ فَأَتِمُّوا

“Jika shalat sudah ditegakkan (iqamatnya) janganlah kalian mendatanginya dengan tergesa-gesa. Datangilah dengan berjalan tenang. Maka apa yang kalian dapatkan shalatlah, dan mana yang ketinggalan sempurnakanlah.” Muttafaqun ‘alaih.

Muslim menambahkan dalam riwayatnya:

فَإنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ يَعْمِدُ إِلَى الصَّلاَةِ فَهُوَ في صَلاَةٍ

“Sebab bila salah seorang diantara kalian mulai pergi untuk mendirikan shalat, maka hal itu telah dihitung dalam shalat.”

Bahasa Hadits Continue reading

Bersikap Tenang

Published by:

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata:

مَا رَأيْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم مُسْتَجْمِعًا قَطُّ ضَاحِكًا حَتَّى تُرَى مِنهُ لَهَوَاتُهُ إنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ tertawa terbahak-bahak hingga terlihat langit-langit dalam mulutnya, beliau hanya biasa tersenyum.” Muttafaqun ‘alaih.

اللَهَوَاتُ
Al-lahawaat adalah kata jama’ dari لَهَاة : yaitu daging yang berada di pangkal langit – langit mulut.

Bahasa hadits Continue reading

Tidak Berlebih – Lebihan di Dalam Nasehat

Published by:

Dari Wail Syaqiq bin Salamah beliau berkata:

كَانَ عَبْدُ اللَّهِ يُذَكِّرُ النَّاسَ فِي كُلِّ خَمِيسٍ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ لَوَدِدْتُ أَنَّكَ ذَكَّرْتَنَا كُلَّ يَوْمٍ قَالَ أَمَا إِنَّهُ يَمْنَعُنِي مِنْ ذَلِكَ أَنِّي أَكْرَهُ أَنْ أُمِلَّكُمْ وَإِنِّي أَتَخَوَّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا

Bahwa Abdullah memberi pelajaran kepada orang-orang setiap hari Kamis, kemudian seseorang berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, sungguh aku ingin kalau Anda memberi pelajaran kepada kami setiap hari” dia berkata, “Sungguh aku enggan melakukannya, karena aku takut membuat kalian bosan, dan aku ingin memberi pelajaran kepada kalian sebagaimana Nabi ﷺ memberi pelajaran kepada kami karena khawatir kebosanan akan menimpa kami”. HR. Bukhari

Adapun redaksi dalam Shahih Muslim adalah sebagai berikut:

كَانَ عَبْدُ اللَّهِ يُذَكِّرُنَا كُلَّ يَوْمِ خَمِيسٍ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّا نُحِبُّ حَدِيثَكَ وَنَشْتَهِيهِ وَلَوَدِدْنَا أَنَّكَ حَدَّثْتَنَا كُلَّ يَوْمٍ فَقَالَ مَا يَمْنَعُنِي أَنْ أُحَدِّثَكُمْ إِلَّا كَرَاهِيَةُ أَنْ أُمِلَّكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِي الْأَيَّامِ كَرَاهِيَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا

Abdullah menyampaikan nasihat untuk kami setiap hari Kamis lalu seseorang berkata padanya: Hai Abu Abdurrahman, kami menyukai penyampaianmu. Kami ingin kau menceritakan kepada kami setiap hari. Abdullah berkata, Tidak ada yang menghalangiku untuk menceritakan kepada kalian selain karena aku tidak ingin membuat kalian jemu. Rasulullah ﷺ mengatur (penyampaian) nasihat pada kami dalam beberapa hari karena tidak mau membuat kami jemu.

Bahasa Hadits Continue reading