Author Archives: Admin

Sifat Orang – Orang Munafik (2) – Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 11-13

Published by:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ (12)

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi,” Mereka berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (11) lngatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (12) (QS. Al-Baqarah 2 : 11-13)

Maksud (الفَسَدْ) kerusakan pada ayat ini adalah kekafiran, kemunafikan, dan kemaksiatan. Maka firman Allah Ta’ala, “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi,”‘ maksudnya adalah kekafiran, kemunafikan, dan kemaksiatan di muka bumi. Karena orang yang menentang perintah Allah atau menyuruh berbuat maksiat, berarti ia telah berbuat kerusakan di muka bumi karena kemaslahatan hanya akan terwujud dengan adanya ketaatan. Continue reading

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah – Hal Pertama yang Wajib Diketahui dan Diakui Seorang Hamba

Published by:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Nabinya:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah” (QS. Muhammad 47 : 19)

Allah juga berfirman kepada Nabinya dan juga kepada umatnya:

فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ

“maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu” (QS. Al-anfal 8 : 40)

Allah juga berfirman: Continue reading

Hal – Hal Yang Mewajibkan Mandi

Published by:

Hal – hal yang mewajibkan mandi ada 6, tiga di antaranya berlaku bagi laki – laki dan perempuan yaitu:

1. Bertemunya dua khitan.

Dua khitan yaitu tempatnya khitan, pada anak laki – laki: kulit yang menutup kepaladzakar. Pada perempuan: kulit pada bagian atas saluran kencing. Maksudnya bertemunya dua khitan adalah bersatunya dua khitan tersebut dengan masuknya kemaluan laki – laki ke dalam kemaluan wanita. Ini adalah kiasan untuk jima’. Continue reading

Sifat Orang – Orang Munafik (1) – Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 8-10

Published by:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَما هُمْ بِمُؤْمِنِينَ (8) يُخادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَما يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنْفُسَهُمْ وَما يَشْعُرُونَ (9)

Dan di antara manusia ada yang berkata, ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,’ padahal mereka bukanlah orang – orang yang beriman. (8) Mereka hendak menipu Allah dan orang – orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar.” (9).

(النِفَاق) nifaq adalah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan. Nifaq ada dua jenis yaitu:

(إعْتِقَادِي) nifaq I’tiqad atau aqidah, yang ini akan mengekalkan pelakunya di dalam neraka selama – lamanya.

(عَمَلِي) nifaq ‘amali, adalah termasuk salah satu dosa yang paling besar (sholeh di depan orang banyak namun durjana di belakang). Continue reading

Hal – Hal Yang Membatalkan Wudhu

Published by:

Hal – hal yang membatalkan wudhu ada 6:

  1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan. Allah ta’ala berfirman:

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

“ Atau seseorang dari kamu telah kembali dari tempat buang air” (QS. Al-Ma’idah 5 : 6).

Yakni dari tempat menunaikan hajat, dan ia telah selesai menunaikannya.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Continue reading

Mujahadah (Bersungguh – Sungguh dalam Ibadah)

Published by:

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم: «إنَّ الله تَعَالَى قَالَ: مَنْ عادى لي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدي بشَيءٍ أَحَبَّ إلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقرَّبُ إلَيَّ بالنَّوافِلِ حَتَّى أحِبَّهُ، فَإذَا أَحبَبتُهُ كُنْتُ سَمعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشي بِهَا، وَإنْ سَأَلَني أعْطَيْتُهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ» . رواه البخاري.

 «آذَنتُهُ» : أعلمته بأني محارِب لَهُ. «اسْتَعَاذَني» روي بالنون وبالباءِ.

 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya Allah ta’ala berfirman: “Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. (HR. Bukhari).

Bahasa hadits: Continue reading