Daily Archives: January 21, 2018

Al-Qur’an Adalah Kalamullah Bukan Makhluk

Published by:

Telah dibahas pada pembahasan terdahulu mengenai sifat Kalam bahwasanya Kalam itu adalah sebutan untuk lafadz – lafadz, Kalam juga sebutan untuk makna yang ditunjukkan oleh lafadz – lafadz, Kalam juga sebutan untuk tulisan dan huruf – huruf yang menunjukkan kepada lafadz. Madzhab ahlus sunnah wal jama’ah menyatakan bahwasanya Kalamullah yang qadim adalah makna yang berdiri dengan dzat-Nya azza wa jalla. Adapun lafadz – lafadz dan huruf – huruf tidaklah qadim karena merupakan bahasa arab, orang arab dan bahasa mereka adalah termasuk makhluk. Kami katakan: sesungguhnya hal ini dikatakan dalam cakupan untuk pembelajaran dan bantahan bagi kaum Mu’tazilah dan yang selainnya yang mengatakan bahwa al-Qur’an adalah makhluk. Continue reading

Fardhu – Fardhu Sholat Jum’at

Published by:

Hal – hal yang wajib dilakukan pada sholat jum’at ada tiga:

1. Khatib melaksanakan dua khutbah.
2. ‎Khatib duduk di antara dua khutbah.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ قَائِمًا ثُمَّ يَقْعُدُ ثُمَّ يَقُومُ كَمَا تَفْعَلُونَ الْآنَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhuthbah sambil berdiri, kemudian duduk lalu berdiri kembali seperti yang kalian lakukan di zaman sekarang ini.” HR. Bukhari dan Muslim.

3. Sholat berjama’ah dua raka’at setelah khutbah.

Sholat jum’at dilaksanakan dua raka’at berdasarkan ijma’ dan riwayat dari an-Nasa’i dan yang lainnya dari Umar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau berkata:

صَلَاةُ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْأَضْحَى رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ السَّفَرِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Shalat Jum’at dua raka’at, shalat Idul Fitri dua raka’at, dan shalat Safar dua raka’at. Itu semua adalah sempurna, bukan qashar (diringkas) menurut lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Sholat jum’at dilakukan secara berjama’ah karena sholat jum’at tidak pernah dilakukan pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Khulafa’ Ar-Rasyidin kecuali dilaksanakan dengan berjama’ah.

Hal ini juga berdasarkan pada riwayat Abu Dawud dari Thariq bin Syihab radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ

“Jum’at itu wajib bagi setiap Muslim dengan berjama’ah.”

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
al-Bugha, Dr. Musthafa Diib. At-Tadzhib fii Adillat Matan al-Ghayah wa at-Taqrib.