Daily Archives: November 30, 2017

Umar bin Al-Khaththab Masuk Islam

Published by:

Di tengah udara yang pengap karena dipenuhi awan kesewenang-wenangan dan kezhaliman, muncul berkas cahaya lain yang lebih terang dari cahaya yang pertama, yaitu keislaman Umar bin Al-Khaththab. Dia masuk Islam pada bulan Dzul Hijjah pada tahun keenam dari nubuwah, tepatnya tiga hari setelah keislaman Hamzah bin Abdul Muththalib. Continue reading

Hamzah bin Abdul Muththalib Masuk Islam

Published by:

Di tengah udara yang pengap karena dipenuhi awan kesewenang-wenangan dan kezhaliman, muncul seberkas cahaya dihadapan orang-orang yang jalannya terhalang, yaitu keislaman Hamzah bin Abdul Muththalib radhiyallahu ‘anhu. Dia masuk Islam di akhir tahun keenam dari nubuwah. Menurut pendapat mayoritas, dia masuk Islam pada bulan Dzul Hijjah. Continue reading

Ide Orang Quraisy Untuk Menghabisi Nabi

Published by:

Setelah orang-orang Quraisy mengalami kegagalan dalam dua kali kedatangan mereka untuk mempengaruhi Abu Thalib, maka mereka kembali bersikap keras dan bengis, bahkan jauh lebih keras dari sebelumnya. Pada hari-hari itu, tiba-tiba muncul ide di kepala para thaghut mereka untuk menghabisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan cara lain. Tetapi justru kebengisan dan munculnya ide semacam itu yang semakin mengokohkan posisi Islam, dengan masuknya dua pahlawan Makkah yaitu Hamzah bin Abdul Muththalib dan Umar bin Al-Khaththab.

Di antara bentuk kebengisan itu, suatu hari Uthbah bin Abu Lahab menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata, “Aku mengingkari ayat, ‘Demi bintang ketika terbenam’, dan ‘Yang mendekati lalu bertambah dekat lagi (Jibril)’. Kemudian dia mulai mengganggu beliau, merobek baju beliau dan meludah ke muka beliau. Untungnya ludah itu tidak mengenai sasaran. Saat itu beliau berdoa, “Ya Allah, buatlah dia dilahap seekor anjing dari ciptaan-Mu.” Continue reading

Quraisy Mengancam Abu Thalib Agar Menghentikan Nabi

Published by:

Para pembesar Quraisy mendatangi Abu Thalib dan mereka berkata kepadanya, “Wahai Abu Thalib, engkau adalah orang yang paling tua, terhormat, dan berkedudukan di tengah kami. Kami sudah pernah memintamu untuk menghentikan anak saudaramu, namun engkau tidak melakukannya. Demi Allah, kami sudah tidak sabar lagi menghadapi masalah ini. Siapa yang mengumpat bapak-bapak kami, membodohkan harapan-harapan kami dan mencela sesembahan kami, maka hentikanlah dia, atau kami menganggapmu dalam pihak dia, hingga salah satu dari kedua belah pihak di antara kita binasa. ” Continue reading

Tipu Muslihat Quraisy dalam Menghadapi Orang-orang Muslim yang Hijrah ke Habasyah

Published by:

Orang-orang musyrik sangat meradang jika orang-orang Muslim itu memperoleh tempat yang aman bagi diri dan agama mereka. Untuk itu mereka memilih dua orang yang cukup terpandang dan cerdik, yaitu Amr bin Al-Ash dan Abdullah bin Abu Rabi’ah, sebelum keduannya masuk Islam. Mereka mengirim dua orang ini sambil membawa berbagai macam hadiah untuk dipersembahkan kepada Raja Najasyi dan para uskup di sana. Terlebih dahulu keduanya menemui para uskup. Sambil menyerahkan berbagai macam hadiah, keduanya mengajukan beberapa alasan agar mereka berkenan mengusir orang-orang Muslim dari sana. Setelah para uskup menyatakan kesediaan untuk mempengaruhi Raja Najasyi, barulah keduanya menemui Raja Najasyi sambil menyerahkan berbagai macam hadiah, mereka berdua berkata, “Wahai tuan raja, sesungguhnya ada beberapa orang bodoh yang telah menyusup ke negeri tuan. Mereka ini telah memecah belah agama kaumnya, juga tidak mau masuk ke agama tuan. Mereka datang sambil membawa agama baru yang mereka ciptakan sendiri. Kami tidak mengetahuinya secara persis, begitu pula tuan. Kami diutus para pembesar kaum mereka, dari bapak-bapak, paman dan keluarga mereka untuk menemui tuan, agar tuan berkenan mengembalikan orang-orang ini kepada mereka. Sebab mereka itu lebih berhak terhadap orang-orang tersebut dan lebih tahu apa yang telah mendorong orang-orang tersebut mencela dan mencaci mereka.” Continue reading