Tanda – Tanda Keimanan Adalah Mencintai Sahabat – Sahabat Dari Kalangan Anshar

Dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

آيَةُ الْإِيمَانِ حُبُّ الْأَنْصَارِ وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ

“Tanda iman adalah mencintai (kaum) Anshar dan tanda kemunafikan adalah membenci (kaum) Anshar”. HR. Bukhari.

Penjelasan Lafadz – Lafadz Hadits

آيَةُ الْإِيمَانِ
Artinya “Tanda iman”. Kata ayat (آيَةُ) secara bahasa maknanya adalah tanda (عَلاَمَةٌ) sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ

“Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan.” QS. Yasin: 37.

Yakni malam dan siang itu menjadi tanda bagi mereka akan kuasa Allah subhanahu wa ta’ala. Keduanya saling bergantian dengan sebuah sistem yang cermat.

حُبُّ الْأَنْصَارِ
Artinya “mencintai (kaum) Anshar”. Anshar (الْأَنْصَار) adalah kata jama’ dari Nashir (نَاصِرٌ) yang artinya penolong. Mereka dinamakan sebagai kaum Anshar karena mereka memberikan pertolongan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebelum masuk Islam mereka dikenal dengan dua kabilah yang terkenal yaitu suku Aus dan Khazraj. Keduanya saling berperang pada peperangan – peperangan yang dahsyat dan menghancurkan. Peperangan tersebut berlangsung selama berpuluh – puluh tahun. Hingga hampir – hampir sebagian mereka dibinasakan sebagian lainnya. Ketika mereka memeluk Islam, mereka disebut dengan kaum Anshar. Allah ta’ala berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” QS. At-Taubah: 100.

Jadilah mencintai mereka termasuk dalam keimanan karena mereka memberikan perlindungan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya dari kalangan kaum Muhajirin. Maka mencintai mereka merupakan bagian dari agama dan membenci mereka merupakan kemunafikan.

بُغْضُ الْأَنْصَارِ
Artinya “membenci (kaum) Anshar”. Benci adalah lawan kata dari cinta. Membenci Anshar maksudnya adalah tidak suka terhadap salah seorang dari mereka para sahabat itu.

النِّفَاقِ
Artinya “kemunafikan”, yaitu menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran. Jenis ini lebih buruk daripada kufur yang zhahir. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” QS. An-Nisa’: 145.

Perhatian Penting

Sesungguhnya cinta kepada Kaum Anshar adalah termasuk bagian dari iman dan membenci mereka termasuk bagian dari kemunafikan. Hal ini karena Allah ta’ala telah memuliakan mereka dengan Islam. Mereka adalah orang – orang yang telah mengorbankan nyawa dan harta mereka untuk menolong agama ini. Kemudian mereka adalah orang – orang yang memuliakan kaum muhajirin dan lebih mengutamakan mereka daripada diri mereka sendiri. Oleh karena inilah Allah ta’ala memuji mereka dengan firman-Nya:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

“Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan.” QS. Al-Hasyr: 9.

Makna خَصَاصَةٌ dalam ayat tersebut adalah butuh terhadap harta dan fakir yang amat sangat.

Oleh karena inilah mereka layak untuk mendapatkan pemuliaan dari Allah ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai para sahabatnya:

اللَّهَ اللَّهَ فِي أَصْحَابِي اللَّهَ اللَّهَ فِي أَصْحَابِي لَا تَتَّخِذُوهُمْ غَرَضًا بَعْدِي فَمَنْ أَحَبَّهُمْ فَبِحُبِّي أَحَبَّهُمْ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ فَبِبُغْضِي أَبْغَضَهُمْ

“Bertakwalah kalian kepada Allah, bertakwalah kalian kepada Allah terhadap hak-hak para sahabatku, janganlah kalian menjadikan mereka sebagai sasaran (dalam cacian dan cercaan) sepeninggalku, barangsiapa yang mencintai mereka, maka dengan kecintaanku, aku pun mencintai mereka, dan barangsiapa membenci mereka, maka dengan kebencianku, aku pun membenci mereka (yang membenci sahabat)”. HR. At-Tirmidzi dan yang lainnya. Beliau berkata hadits ini hadits hasan gharib.

Yakni maksudnya tidaklah mencintai mereka kecuali orang yang mencintai aku dan tidaklah membenci mereka kecuali orang yang membenciku.

Faidah Yang Dapat Diambil Dari Hadits

Pertama, dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mencintai kaum Anshar karena mereka adalah tiangnya Islam dan pelindungnya.

Kedua, bahwasanya cinta kepada kaum Anshar itu terpancar dari kuatnya keimanan seorang muslim. Oleh karena itulah ini termasuk bagian daripada agama.

Ketiga, dalam hadits tersebut terdapat penghargaan atas keagungan keutamaan mereka dan peringatan keras dari membenci mereka.

Keempat, cinta seorang mu’min kepada orang – orang yang sholih adalah wajib secara agama. Maka bagaimana dengan cinta kepada para sahabat Rasul ridhwanullah ‘alaihim yang telah mengorbankan harta dan jiwa mereka untuk menolong agama Allah?! Tentu lebih diwajibkan lagi.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Disarikan dari Syarah al-Muyassar Li Shahih al-Bukhari oleh Syaikh Muhammad ‘Ali As-Shabuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *