Tag Archives: Riyadhus Shalihin

Keutamaan Orang – Orang Yang Lemah Di Antara Kaum Muslimin, Orang Yang Fakir, dan Tanpa Daya

Published by:

Dari Haritsah bin Wahab radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

“Maukah kalian aku beritahukan mengenai penghuni surga? Yaitu setiap orang lemah dan diremehkan, yang sekiranya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah mengabulkannya. Dan maukah kalian aku beritahukan mengenai penghuni neraka? Yaitu setiap orang yang kasar, rakus dan kikir, lagi sombong.” HR. Bukhari dan Muslim. Continue reading

Shodaqoh Terdapat Pada Setiap Jenis Kebaikan Yang Diperintahkan

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ قَالَ تَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ قَالَ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خُطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ

“Setiap anggota tubuh manusia memiliki keharusan shodaqoh pada setiap harinya. Yaitu seperti mendamaikan dua orang yang berselisih, adalah shodaqoh. Menolong orang yang naik kendaraan, atau menolong mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan, itu pun termasuk shodaqoh. Ucapan atau tutur kata yang baik, juga shodaqoh. Setiap langkah yang Anda ayunkan untuk menunaikan shalat, juga shodaqoh. Dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalanan umum, adalah shodaqoh.” HR. Bukhari dan Muslim.

Bahasa Hadits: Continue reading

Syafa’at atau Pertolongan Kepada Seseorang

Published by:

Dari Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

إِذَا أَتَاهُ طَالِبُ حَاجَةٍ أَقْبَلَ عَلَى جُلَسَائِهِ فَقَالَ اشْفَعُوا فَلْتُؤْجَرُوا وَلْيَقْضِ اللَّهُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ مَا أَحَبَّ

“ApabiIa seorang yang meminta suatu kebutuhan datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau akan menghadap kepada orang-orang yang duduk bersama beliau seraya berkata: ‘Berikanlah pertolongan agar kalian saling memperoleh pahala dan semoga Allah melaksanakan apa yang disenangi-Nya melalui ucapan nabi-Nya.'” HR. Bukhari dan Muslim.

Imam an-Nawawi di dalam Syarah Shahih Muslimnya berkata: Continue reading

Memenuhi Kebutuhan Kaum Muslimin

Published by:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari qiyamat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari qiyamat”. HR. Bukhari dan Muslim.

Bahasa hadits: Continue reading

Menutupi Aib Sesama Muslim

Published by:

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” HR. Muslim.

Imam an-Nawawi di dalam syarah Shahih Muslimnya ketika menjelaskan hadits: Continue reading

Meninggalkan Yang Meragukan

Published by:

Dari Muhammad al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma: aku menghafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
“Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu maka sesungguhnya kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan.” HR. At-Tirmidzi. Beliau berkata hadits ini hadits haasan shahih.

Hadits ini adalah hadits yang sangat penting, salah satu pintu dari pintu – pintu wara’ dan kehati – hatian. Para ahli ilmu telah memasukkan pembahasan ini ke dalam bab – bab fiqih, mereka mengambil hadits ini dari sisi kehati – hatiannya. Sangat banyak sekali pembahasan para ahli ilmu mengenai hal ini, di antaranya adalah:

Apabila pakaian seseorang terkena najis, namun ia tidak tahu persis bagian manakah dari pakaiannya yang terkena najis. Apakah bagian awalnya ataukah bagian akhirnya. Apabila ia mencuci bagian yang awal, ia menjadi ragu karena bisa jadi yang terkena najis itu sebenarnya adalah bagian yang akhir. Lalu bagaimana sikap kehati – hatian dalam hal ini? Kehati – hatian dalam hal itu adalah dengan mencuci seluruh pakaian tersebut baik bagian yang awal maupun yang akhir hingga hilanglah keraguannya dan ia pun dalam perasaan tenang.

Contoh lain lagi: apabila seseorang ragu dalam sholatnya, apakah ia telah sholat dua rakaat atau tiga rakaat? Maka dalam hal ini, ia harus beramal dengan yang tidak ada keraguan padanya yaitu mengambil jumlah rakaat yang sedikit. Karena bisa jadi sebenarnya dia baru mengerjakan dua rakaat, kalau dia menganggap sudah mengerjakan tiga rakaat maka akan kurang jumlah rakaatnya. Namun bila ia sebenarnya memang baru mengerjakan dua rakaat, berarti sudah pas jumlahnya dan hal ini menghilangkan keraguan.

 

 

 

 

Bertakwalah Kepada Allah di Mana Saja

Published by:

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” HR. At-Tirmidzi. Beliau berkata hadits ini hadits hasan shahih.

Bertakwalah kepada Allah ta’ala yaitu dengan melaksanakan perintah – perintah-Nya dan menjauhi larangan – larangan-Nya di manapun kita berada. Baik itu dilihat oleh manusia ataupun tidak dilihat oleh manusia. Baik itu di dunia nyata ataupun di dunia maya, tetap saja kita harus bertakwa kepada Allah ta’ala. Dengan berada di dunia maya misalnya, bukan berarti lantas kita boleh berbicara sebebas – bebasnya meskipun melanggar syariat, apa yang kita tulis dan kita sampaikan di dunia maya pun harus senantiasa sesuai dengan perintah Allah. Siapa kita di dunia maya, itulah kita yang sebenarnya.

Salah satu faidah hadits ini adalah bahwasanya amal – amal kebaikan itu dapat menghapuskan catatan – catatan keburukan yang kita lakukan. Dikatakan juga bahwa penghapusan catatan keburukan tersebut adalah yang berkaitan dengan dosa – dosa kecil. Adapun yang berkaitan dengan dosa – dosa besar maka harus melakukan taubat serta memenuhi syarat – syarat taubatnya. Disamping itu juga, dosa – dosa tersebut tidak berkaitan dengan hak – hak manusia sebab dosa terhadap sesama manusia hanya dapat dihapuskan dengan meminta maaf dan menyelesaikannya secara langsung kepada orang yang pernah diambil hak nya. Wallahu ‘alam bis-showwab.