Tag Archives: Riyadhus Shalihin

Larangan Menyakiti

Published by:

وعن عبدِ الله بن عمرو بن العاصِ رضي الله عنهما، قَالَ: قَالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: ((المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، والمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ)). متفق عَلَيْهِ.

Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang Muslim adalah orang yang mana kaum Muslimin selamat dari lisannya dan tangannya. Sedangkan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahasa hadits: Continue reading

Bolehnya Melaknat Kepada Orang-Orang Yang Mengerjakan Kemaksiatan Tanpa Ke Orang Tertentu Secara Spesifik

Published by:

Allah Ta’ala berfirman

ألاَ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

“Ingatlah bahwa laknat Allah adalah atas orang-orang yang zhalim.” (QS. Hud 11 : 18).

فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim (QS. Al-A’raf 7 : 44). Continue reading

Haram Melaknat Orang Secara Spesifik (1)

Published by:

Melaknat yaitu mendoakan jauhnya rahmat Allah.

عن أَبي زيدٍ ثابت بن الضَّحَّاك الأنصاريِّ رضي الله عنه، وَهُوَ من أهلِ بَيْعَةِ الرِّضْوَانِ، قَالَ: قَالَ رسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ بِمِلَّةٍ غَيْرِ الإسْلاَمِ كاذِبًا مُتَعَمِّدًا، فَهُوَ كَما قَالَ، وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيءٍ، عُذِّبَ بِهِ يَومَ القِيَامَةِ، وَلَيْسَ عَلَى رَجُلٍ نَذْرٌ فيما لاَ يَمْلِكُهُ، وَلَعْنُ المُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ)). متفق عَلَيْهِ.

Dari Abu Zaid Tsabit ibnu Ad-Dhahak al-Anshori radhiyallahu ‘anhu yang mana ia termasuk sahabat – sahabat yang mengikuti Bai’atur Ridhwan berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam, sedang ia sengaja berdusta, maka ia seperti apa yang diucapkannya. Barangsiapa membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu, maka nanti pada hari kiamat ia akan disiksa dengan sesuatu itu. Seseorang tidak berkewajiban untuk menunaikan nadzar yang tidak disanggupinya. Dan melaknat orang mukmin itu seperti membunuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahasa Hadits: Continue reading

Haram Menjadi Saksi Palsu

Published by:

Haram Memberikan Kesaksian Palsu

وعن أَبي بَكْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: ((ألا أُنَبِّئُكُمْ بِأكْبَرِ الكَبَائِرِ؟)) قُلْنَا: بَلَى يَا رسولَ اللهِ. قَالَ: ((الإشْراكُ باللهِ، وعُقُوقُ الوَالِدَيْنِ)) وكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ، فَقَالَ: ((أَلاَ وَقولُ الزُّورِ وشَهَادَةُ الزُّورِ)). فما زال يُكَرِّرُهَا حَتَّى قلنا: لَيْتَهُ سَكَتَ. متفق عَلَيْهِ.

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa-dosa besar?” Mereka (para sahabat) menjawab; ‘Ya wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda: ‘Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.’ Ketika itu beliau tengah bersandar, lalu beliau duduk dan melanjutkan sabdanya: ‘Ingatlah, berkata bohong dan saksi palsu.’ Beliau terus saja mengulanginya hingga kami mengira beliau tidak akan berhenti.” HR. Bukhari dan Muslim. Continue reading

Taubat

Published by:

Dari Abu Hamzah, yaitu Anas bin Malik al-Anshori radhiyallahu ‘anhu, pelayan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

للهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يتوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتهِ بأرضٍ فَلاةٍ، فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ، وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابهُ فأَيِسَ مِنْهَا، فَأَتى شَجَرَةً فاضطَجَعَ في ظِلِّهَا وقد أيِسَ مِنْ رَاحلَتهِ، فَبَينَما هُوَ كَذَلِكَ إِذْ هُوَ بِها قائِمَةً عِندَهُ، فَأَخَذَ بِخِطامِهَا، ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الفَرَحِ: اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبدِي وأنا رَبُّكَ! أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الفَرَحِ

“Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya, daripada gembiranya seseorang dari kalian yang berada di atas kendaraannya di suatu tanah yang luas, lalu kendaraannya itu kabur darinya, sedangkan di situ ada makanan dan minumannya, sehingga ia pun berputus asa.
Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan berbaring di bawah naungannya, sedang hatinya sudah berputus asa untuk mendapatkan lagi kendaraannya tersebut. Tiba – tiba, saat ia dalam keadaan demikian, maka kendaraannya itu tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Oleh sebab sangat gembiranya maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhan-Mu’. Ia salah ucap karena terlalu gembira.” HR. Muslim. Continue reading

Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua

Published by:

Dari Abu Abdurrahman Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya.” ‘Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa kagi?” Beliau menjawab: “Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.” ‘Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah.” HR. Bukhari dan Muslim.

Bahasa Hadits: Continue reading

Haknya Tetangga

Published by:

Dari Aisyah dan Umar radhiyallahu ‘anhuma mereka berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

“Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris.” HR. Bukhari dan Muslim.

Bahasa hadits: Continue reading