Tag Archives: Matan Abi Syuja’

Hal – Hal Yang Membatalkan Wudhu

Published by:

Hal – hal yang membatalkan wudhu ada 6:

  1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan. Allah ta’ala berfirman:

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

“ Atau seseorang dari kamu telah kembali dari tempat buang air” (QS. Al-Ma’idah 5 : 6).

Yakni dari tempat menunaikan hajat, dan ia telah selesai menunaikannya.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Continue reading

Adab – Adab Buang Air Kecil dan Buang Air Besar

Published by:

1. Orang yang buang hajat di tempat terbuka (gurun) tidak boleh menghadap atau membelakangi arah kiblat.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abi Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

إِذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

“Jika kalian buang hajat, maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya.”              Continue reading

Istinjak (Membersihkan Kotoran)

Published by:

Istinjak itu hukumnya wajib bagi orang yang telah selesai kencing dan buang air besar. Istinjak yang paling utama adalah dengan batu – batu kemudian diikuti dengan air. Boleh beristinjak hanya dengan menggunakan air ataupun tiga buah batu yang digunakan untuk membersihkan tempat keluarnya kotoran. Apabila hendak beristinjak dengan menggunakan salah satu dari air ataupun batu, maka beristinjak dengan menggunakan air lebih utama.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Continue reading

Sunnah – Sunnah Wudhu

Published by:

Sunnah – sunnah wudhu ada 10:

  1. Membaca basmalah.

Sebagaimana diriwayatkan oleh an-Nasa’I dengan sanad yang jayid dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

طَلَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضُوءًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ مَعَ أَحَدٍ مِنْكُمْ مَاءٌ فَوَضَعَ يَدَهُ فِي الْمَاءِ وَيَقُولُ تَوَضَّئُوا بِسْمِ اللَّهِ فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ حَتَّى تَوَضَّئُوا مِنْ عِنْدِ آخِرِهِمْ قَالَ ثَابِتٌ قُلْتُ لِأَنَسٍ كَمْ تُرَاهُمْ قَالَ نَحْوًا مِنْ سَبْعِينَ

“Sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencari air wudhu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apakah diantara kalian ada yang membawa air? ‘ Lalu beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana dan berkata, ‘Berwudhulah dengan mengucapkan bismillah’. Setelah itu aku melihat air mengalir dari celah-celah jari-jari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga mereka semua berwudhu sampai orang yang terakhir.” Tsabit berkata; “Aku bertanya kepada Anas, ‘Berapakah jumlah mereka yang kamu lihat? ‘ dia menjawab; ‘sekitar tujuh puluh orang’.” (HR. an-Nasa’i). Continue reading

Fardhu – Fardhu Wudhu

Published by:

Fardhu – Fardhu (hal – hal yang wajib untuk dilaksanakan) dalam berwudhu ada enam:

  1. Niat ketika membasuh wajah.
  2. Membasuh wajah.
  3. Membasuh kedua tangan hingga kedua siku.
  4. Mengusap sebagian kepala.
  5. Membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki.
  6. Tertib (berurutan) dalam mengerjakan hal – hal di atas.

Asal disyariatkannya wudhu dan penjelasan kewajibannya adalah firman Allah ta’ala: Continue reading

Bersiwak (Menggosok Gigi)

Published by:

Disukai untuk bersiwak dalam setiap keadaan kecuali setelah waktu zawal (bergesernya matahari dari tengah – tengah / masuk waktu zhuhur) bagi orang yang sedang berpuasa.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Bersiwak menjadikan mulut bersih, dan mendapat ridha Allah.” (HR. an-Nasa’I, Iman an-Nawawi mengatakan bahwa hadits ini hadits shahih). Continue reading

Bejana dari Emas dan Perak

Published by:

Tidak diperbolehkan untuk menggunakan bejana yang terbuat dari emas dan perak, yang diperbolehkan adalah menggunakan bejana yang terbuat dari selain keduanya.

Diriwayatkan dari Khudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَلْبَسُوا الْحَرِيرَ وَلَا الدِّيبَاجَ وَلَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَنَا فِي الْآخِرَةِ

Janganlah kalian memakai sutera atau Dibaj (kain bersulam sutera), jangan minum dari bejana emas dan perak, dan jangan makan di baskom mereka, sesungguhnya barang-barang itu adalah untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat kelak. (HR. Bukhari & Muslim). Continue reading