Tag Archives: Matan Abi Syuja’

Cara Memandikan dan Mengkafani Mayit

Published by:

Mayit dimandikan dengan jumlah ganjil, pada awalnya dimandikan dengan daun bidara dan pada akhirnya dengan sesuatu dari kamper/kapur barus.

Dalil yang menunjukkan kepada yang demikian itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ummu ‘Athiyah al-Anshari beliau berkata: Continue reading

Hal – Hal Yang Wajib Dilakukan Terhadap Mayit

Published by:

Ada empat hal yang harus dilakukan terhadap mayit yaitu:

1. Memandikannya.
2. Mengkafaninya.
3. Menyolatkannya.
4. Menguburkannya.

Kaum muslimin berijma’ atau bersepakat akan wajibnya keempat hal tersebut dengan tingkat kewajiban fardhu kifayah. Dalil atas wajibnya hal tersebut adalah ijma’ yang didasarkan kepada apa yang terdapat dalam hadits – hadits yang akan kita bahas sebagiannya pada pembahasan selanjutnya.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
al-Bugha, Dr. Musthafa Diib. At-Tadzhib fii Adillat Matan al-Ghayah wa at-Taqrib.

Haramnya Emas Dan Sutra Bagi Laki – Laki

Published by:

Haram bagi laki – laki memakai pakaian dari sutra dan memakai cincin emas, halal bagi wanita memakai keduanya. Dalam hal keharamannya emas bagi laki – laki, banyak ataupun sedikitnya itu sama saja.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Continue reading

Sholat Khauf (Sholat Dalam Kondisi Takut/Berperang)

Published by:

Sholat khauf dapat dilaksanakan dengan tiga cara:

1. Bila musuh berada tidak pada arah kiblat, maka imam membagi pasukan menjadi dua kelompok:

Satu kelompok berdiri menghadap ke arah musuh dan satu kelompok berada di belakangnya kemudian ia sholat bersama kelompok yang ada di belakangnya sebanyak satu raka’at, kemudian kelompok tersebut menyempurnakan sholatnya bagi diri mereka sendiri dan setelah selesai mereka menghadap ke arah musuh. Lalu datanglah kelompok yang tadi menghadap ke arah musuh kemudian kelompok tersebut sholat bersamanya sebanyak satu raka’at dan menyempurnakan sholat bagi diri mereka masing – masing kemudian imam salam bersama mereka. Continue reading

Sholat Istisqo’

Published by:

Sholat istisqo’ hukumnya sunnah.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid bin Ashim radhiyallahu ‘anhuma:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَاسْتَسْقَى فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَقَلَبَ رِدَاءَهُ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar menuju tempat shalat kemudian melaksanakan shalat istisqo’ (meminta hujan). Beliau menghadap kiblat dan membalik posisi selendangnya, lalu melaksanakan shalat dua rakaat.” Continue reading

Sholat Kusuf dan Sholat Khusuf

Published by:

Sholat Kusuf (الكسوف) hukumnya sunnah muakkad, apabila terlewat melaksanakannya tidak perlu mengqadha’nya. Sholat kusuf bagi gerhana matahari dan sholat khusuf bagi gerhana bulan dilaksanakan dua raka’at, pada setiap raka’atnya ada dua kali berdiri yang panjang membaca ayat al-Qur’an dan pada setiap raka’atnya ada dua kali ruku’ panjang membaca tasbih (setelah ruku’ pertama tidak langsung bersujud namun berdiri kembali membaca ayat). Kemudian berkhutbah dengan dua kali khutbah setelah sholat.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha: Continue reading