Tag Archives: Fiqh

Adab – Adab Buang Air Kecil dan Buang Air Besar

Published by:

1. Orang yang buang hajat di tempat terbuka (gurun) tidak boleh menghadap atau membelakangi arah kiblat.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abi Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

إِذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

“Jika kalian buang hajat, maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya.”              Continue reading

Makmum Masbuq yang Belum Selesai Membaca al-Fatihah

Published by:

Bagaimana bila kita menjadi makmum masbuq (yaitu makmum yang datang terlambat dan mendapati imam sedang sholat) namun imam telah rukuk sebelum kita selesai membaca al-Fatihah?

Kesimpulan ringkasnya: ikut ruku’ mengikuti imam dan menghentikan bacaan al-Fatihah (dengan syarat belum membaca apapun selain al-Fatihah seperti doa istiftah dan ta’awudz)

Berikut adalah pembahasan lengkapnya seputar bacaan makmum masbuq yang disampaikan oleh Imam an-Nawawi di dalam kitabnya al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab. Wallahu ‘alam bish shawwab.

==============================================================================

Penulis kitab al-Muhadzdzab berkata:

Ketika (seorang makmum masbuq) mendapati (imam) sudah berdiri dan takut ketinggalan membaca al-Fatihah kemudian dia meninggalkan doa istiftah dan sibuk membaca al-Fatihah, karena membaca al-Fatihah adalah wajib maka janganlah sibuk dengan yang sunnah, apabila dia (makmum masbuq) telah membaca sebagian al-Fatihah kemudian imam rukuk, maka dalam hal ini ada dua pendapat: Continue reading

Sunnahnya Qunut Dalam Sholat Subuh

Published by:

Apakah disyariatkan untuk membaca do’a qunut pada sholat subuh?

Kesimpulan ringkasnya: disunnahkan untuk membaca do’a qunut pada sholat subuh.

Berikut adalah pembahasan lengkapnya seputar disunnahkannya membaca do’a qunut pada sholat subuh yang disampaikan oleh Imam an-Nawawi di dalam kitabnya al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab. Wallahu ‘alam bish shawwab. Continue reading

Istinjak (Membersihkan Kotoran)

Published by:

Istinjak itu hukumnya wajib bagi orang yang telah selesai kencing dan buang air besar. Istinjak yang paling utama adalah dengan batu – batu kemudian diikuti dengan air. Boleh beristinjak hanya dengan menggunakan air ataupun tiga buah batu yang digunakan untuk membersihkan tempat keluarnya kotoran. Apabila hendak beristinjak dengan menggunakan salah satu dari air ataupun batu, maka beristinjak dengan menggunakan air lebih utama.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Continue reading

Sunnah – Sunnah Wudhu

Published by:

Sunnah – sunnah wudhu ada 10:

  1. Membaca basmalah.

Sebagaimana diriwayatkan oleh an-Nasa’I dengan sanad yang jayid dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

طَلَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضُوءًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ مَعَ أَحَدٍ مِنْكُمْ مَاءٌ فَوَضَعَ يَدَهُ فِي الْمَاءِ وَيَقُولُ تَوَضَّئُوا بِسْمِ اللَّهِ فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ حَتَّى تَوَضَّئُوا مِنْ عِنْدِ آخِرِهِمْ قَالَ ثَابِتٌ قُلْتُ لِأَنَسٍ كَمْ تُرَاهُمْ قَالَ نَحْوًا مِنْ سَبْعِينَ

“Sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencari air wudhu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apakah diantara kalian ada yang membawa air? ‘ Lalu beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana dan berkata, ‘Berwudhulah dengan mengucapkan bismillah’. Setelah itu aku melihat air mengalir dari celah-celah jari-jari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga mereka semua berwudhu sampai orang yang terakhir.” Tsabit berkata; “Aku bertanya kepada Anas, ‘Berapakah jumlah mereka yang kamu lihat? ‘ dia menjawab; ‘sekitar tujuh puluh orang’.” (HR. an-Nasa’i). Continue reading

Fardhu – Fardhu Wudhu

Published by:

Fardhu – Fardhu (hal – hal yang wajib untuk dilaksanakan) dalam berwudhu ada enam:

  1. Niat ketika membasuh wajah.
  2. Membasuh wajah.
  3. Membasuh kedua tangan hingga kedua siku.
  4. Mengusap sebagian kepala.
  5. Membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki.
  6. Tertib (berurutan) dalam mengerjakan hal – hal di atas.

Asal disyariatkannya wudhu dan penjelasan kewajibannya adalah firman Allah ta’ala: Continue reading