Tag Archives: Fiqh

Zakat Barang Berharga

Published by:

Zakat atas barang berharga diwajibkan atas dua barang yaitu emas dan perak. Asal pensyariatan kewajiban zakat emas dan perak adalah firman Allah ta’ala:

وَٱلَّذِینَ یَكۡنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلۡفِضَّةَ وَلَا یُنفِقُونَهَا فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِیمࣲ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” QS. At-Taubah: 34.

Makna (الكَنْز) adalah harta yang tidak ditunaikan zakatnya. Al-Bukhari meriwayatkan tafsir ayat ini dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Continue reading

Zakat Hewan Ternak

Published by:

Tiga jenis hewan ternak berikut ini wajib dizakati:

1.Unta
2. Sapi
3. Kambing.

Dalil wajibnya zakat pada jenis – jenis hewan tersebut serta syarat – syaratnya yang akan kita bahas nanti adalah riwayat al-Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَتَبَ لَهُ هَذَا الْكِتَابَ لَمَّا وَجَّهَهُ إِلَى الْبَحْرَيْنِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ هَذِهِ فَرِيضَةُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ وَالَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا رَسُولَهُ فَمَنْ سُئِلَهَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ عَلَى وَجْهِهَا فَلْيُعْطِهَا وَمَنْ سُئِلَ فَوْقَهَا فَلَا يُعْطِ

“Bahwa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu telah menulis surat ini kepadanya (tentang aturan zakat) ketika dia mengutusnya ke negeri Bahrain: “Bismillahirrahmaanirrahiim. Inilah kewajiban zakat yang telah diwajibkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap kaum Muslimin dan seperti yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya tentangnya, maka barangsiapa dari kaum Muslimin diminta tentang zakat sesuai ketentuan maka berikanlah dan bila diminta melebihi ketentuan maka jangan memberinya…”

Continue reading

Wajibnya Zakat

Published by:

Zakat itu wajib hukumnya atas lima hal berikut ini:

1.Hewan ternak.
2.Barang – barang berharga.
3.Pertanian.
4.Buah – buahan.
5.Barang dagangan.

Asal dari wajibnya zakat secara mutlak terdapat pada beberapa ayat di antaranya adalah:

Continue reading

Boleh Menangisi Mayit dan Sunnahnya Menghibur Mereka Yang Kesusahan

Published by:

Tidak mengapa menangisi mayit tanpa نَوْح yaitu perbuatan atau perkataan yang menampakkan kesedihan menafikan kepasrahan dan ketundukan terhadap ketetapan Allah ta’ala. Termasuk di antara kesedihan yang dilarang adalah merobek – robek baju, menampar – nampar pipi, dan yang semisalnya. Meratap yang demikian itu adalah sebuah keharaman dalam syariat Allah azza wa jalla.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menangis atas anak beliau Ibrahim sebelum wafatnya. Ketika beliau melihatnya meninggal dunia beliau bersabda:

Continue reading

Tata Cara Menguburkan Jenazah

Published by:

1. Jenazah dikuburkan dalam liang lahat dengan menghadap ke kiblat.

Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash berkata di waktu sakit yang menyebabkan kematiannya:

الْحَدُوا لِي لَحْدًا وَانْصِبُوا عَلَيَّ اللَّبِنَ نَصْبًا كَمَا صُنِعَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Buatkan bagiku lahad dan susunkan batu-batu di atas kuburanku sebagaimana yang diperbuat pada kuburan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” HR. Muslim.

Lahad itu adalah celah di bagian bawah samping arah kiblat dari kubur. Continue reading

Tata Cara Sholat Jenazah

Published by:

Shalat jenazah dilaksanakan dengan empat kali takbir.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

“Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya lalu Beliau keluar bersama mereka menuju tanah lapang kemudian Beliau membariskan mereka dalam shaf lalu Beliau bertakbir empat kali”. Continue reading

Hukum Senandung Sholawat Kaum Wanita Di Atas Panggung Sebelum Tabligh Akbar

Published by:

Persoalan:
Di beberapa tempat terdapat acara keIslaman (tabligh akbar dll) yang diawali dengan penampilan sekelompok kaum wanita membawakan senandung nasyid (nyanyian, sholawat, dsb) diiringi rebana di atas panggung yang disaksikan oleh seluruh jama’ah (laki – laki maupun wanita). Apakah hukum bagi acara yang demikian itu?

Penjelasan:

Bismillah wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, ‘amma ba’du.

Terkait salah satu rangkaian acara yang ditanyakan, perlu dibahas hal – hal sebagai berikut:

1. Apa hukumnya membaca sholawat sebagai acara pembuka? Continue reading