Sunnahnya Qunut Dalam Sholat Subuh

Tags: ,

Apakah disyariatkan untuk membaca do’a qunut pada sholat subuh?

Kesimpulan ringkasnya: disunnahkan untuk membaca do’a qunut pada sholat subuh.

Berikut adalah pembahasan lengkapnya seputar disunnahkannya membaca do’a qunut pada sholat subuh yang disampaikan oleh Imam an-Nawawi di dalam kitabnya al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab. Wallahu ‘alam bish shawwab.

==============================================================================

Cabang di dalam mazhab – mazhab para ulama’ mengenai tetapnya qunut di dalam sholat subuh: bahwasanya menurut mazhab kami (yaitu mazhab Syafi’i) qunut dalam sholat subuh itu disukai (disunnahkan), sama saja apakah ada musibah (nazilah) ataukah tidak. Demikian itu adalah pendapat mayoritas salaf dan orang – orang setelah mereka atau banyak di antara mereka. Di antara orang – orang yang berpendapat demikian adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman, Ali, Ibnu ‘Abbas, dan al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhum sebagaimana diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad – sanadnya yang shahih. Yang demikian itu juga merupakan pendapat dari tabi’in dan orang – orang setelah mereka, dan ini merupakan madzhab dari Ibnu Abi Laila, Hasan bin Shalih, Malik, dan Dawud. ‘Abdullah bin Mas’ud dan sahabat – sahabatnya, Abu Hanifah dan sahabat – sahabatnya, Sufyan Ats-Tsauri, dan Ahmad mengatakan tidak ada qunut di dalam sholat subuh. Ahmad berkata kecuali imam, maka ia qunut ketika mengutus pasukan. Ishaq berkata, membaca doa qunut hanya dikhususkan bagi musibah. Mereka berhujah dengan hadits Anas radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan doa “qunut” selama sebulan, beliau mendo’akan kebinasaan terhadap sejumlah penduduk dusun arab, setelah itu beliau meninggalkannya.” Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Dan di dalam kitab shahih keduanya (shahih Bukhari dan Muslim), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله تعالي عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ بَعْدَ الرُّكُوعِ فِي صَلَاتِهِ شَهْرًا يَدْعُو لِفُلَانٍ وَفُلَانٍ ثُمَّ تَرَكَ الدُّعَاءَ لَهُمْ

“Bahwa Nabi shallallahu ta’ala ‘alaihi wasallam melakukan qunut setelah ruku’ dalam shalatnya selama sebulan, mendoakan bagi fulan dan fulan kemudian meninggalkan doa tersebut bagi mereka”.

Dan diriwayatkan dari Sa’di bin Thariq beliau berkata:

قُلْتُ لِأَبِي يَا أَبِي إنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رسول الله صلي الله تعالي عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ فَكَانُوا يَقْنُتُونَ فِي الْفَجْرِ فَقَالَ أَيْ بُنَيَّ فَحَدِّثْ

“Aku berkata kepada bapakku, “Wahai bapakku, engkau pernah shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, apakah mereka melakukan qunut pada waktu shalat subuh?” ia menjawab, “Wahai putraku, itu adalah perkara baru.” Hadits ini diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, hadits ini hadits hasan shahih.

Diriwayatkan juga dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

مَا قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في شئ مِنْ صَلَاتِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak qunut dalam shalatnya.”

Dari Abi Makhlad beliau berkata:

صَلَّيْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا الصُّبْحَ فَلَمْ يَقْنُتْ فَقُلْتُ لَهُ أَلَا أَرَاك تقنت فقال ما احفظه عن احد مِنْ أَصْحَابِنَا

“Aku sholat subuh bersama dengan Umar radhiyallahu ta’ala ‘anhuma sedangkan ia tidak qunut, maka aku katakan kepadanya, Aku tidak melihat engkau qunut. Beliau berkata: aku tidak menghapalnya dari salah seorangpun dari sahabat – sahabat kami.”

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

الْقُنُوتُ فِي الصُّبْحِ بِدْعَةٌ

“Qunut dalam sholat subuh itu bid’ah”

Dan dari Ummu Salamah:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ تعالي عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ الْقُنُوتِ فِي الصُّبْحِ

“Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau melarang dari Qunut dalam sholat subuh”. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi.

Sahabat – sahabat kami berhujah dengan hadits Anas radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ تعالي عليه وسلم قنت شهرا يدعوا عَلَيْهِمْ ثُمَّ تَرَكَ فَأَمَّا فِي الصُّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam qunut selama sebulan mendoakan mereka, kemudian meninggalkannya. Adapun di dalam sholat subuh, beliau tidak meninggalkannya hingga meninggal dunia.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Jama’ah dari Huffadz dan mereka menshahihkannya. Di antara yang menyatakan keshahihannya adalah al-Hafidz Abu Abdillah Muhammad bin ‘Aliy al-Balhiy, al-Hakim Abu Abdillah di dalam kitabnya, dan al-Baihaqi.

Ad-Daruquthni meriwayatkan dari beberapa jalan dengan sanad – sanadnya yang shahih dari al-‘Awwam bin Hamzah beliau berkata:

سَأَلْتُ أَبَا عُثْمَانَ عَنْ الْقُنُوتِ فِي الصُّبْحِ قَالَ بَعْدَ الرُّكُوعِ قُلْتُ عَمَّنْ؟ قَالَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمْ

“Aku bertanya kepada Abu ‘Ustman tentang qunut dalam sholat subuh, beliau menjawab ba’da (setelah) ruku’. Aku bertanya, dari siapa? Beliau menjawab, dari Abu Bakar, Umar, dan Ustman radhiyallahu ta’ala ‘anhum.”

Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi, beliau berkata: hadits ini sanadnya hasan.

Al-Baihaqi juga meriwayatkan dari Umar dari beberapa jalur dan dari Abdillah bin Ma’qil at-Tabi’i beliau berkata:

قَنَتَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي الْفَجْرِ

“Ali radhiyallahu ‘anhu qunut di dalam sholat fajar (subuh)”. Al-Baihaqi meriwayatkannya dan beliau berkata: ini dari Ali shahih Masyhur.

Dari al-Bara’ radhiyallahu ta’ala darinya:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْنُتُ فِي الصُّبْحِ وَالْمَغْرِبِ

Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam qunut di dalam sholat subuh dan maghrib.” (HR. Muslim).

Abu Dawud juga meriwayatkannya namun tidak terdapat kata – kata maghrib di dalamnya, tidaklah membahayakan manusia meninggalkan qunut di dalam sholat maghrib karena hal itu tidak wajib atau hal itu menunjukkan ijma’ atas telah dihapusnya qunut dalam sholat maghrib.

Adapun jawaban tentang hadits Anas dan Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhuma di dalam perkataannya (ثُمَّ تَرَكَهُ-kemudian meninggalkannya (qunut)) maka maksudnya adalah meninggalkan do’a atas orang – orang kafir dan melaknat mereka, bukan meninggalkan seluruh qunut atau meninggalkan qunut di dalam sholat selain sholat subuh. Penafsiran ini pasti atasnya demikian karena hadits Anas di dalam perkataannya:

لَمْ يَزَلْ يَقْنُتْ فِي الصُّبْحِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

Tidak meninggalkan qunut di dalam sholat subuh hingga meninggal dunia”, adalah hadits yang jelas shahih, maka wajib menggabungkan kedua hadits tersebut.

Apa yang kami sampaikan sebagai penafsiran yang pasti atasnya untuk menggabungkan kedua hadits tersebut telah diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanadnya dari Abdurrahman bin Mahdi al-Imam bahwasanya beliau berkata, sesungguhnya yang ditinggalkan adalah laknat. Penafsiran ini diperjelas dengan riwayat Abu Hurairah sebelumnya yaitu, “Kemudian meninggalkan doa bagi mereka”.

Adapun jawaban terhadap hadits Sa’di bin Thariq adalah bahwasanya riwayat – riwayat yang menetapkan qunut subuh bersama mereka adalah tambahan ilmu (ziyadatul ilm), dan mereka lebih banyak maka wajib mendahulukan mereka.

Adapun hadits Ibnu Mas’ud, adalah hadits dhaif sekali karena diriwayatkan dari Muhammad bin Jabir as-Sakhami, dia adalah dhaif sekali, ditinggalkan, dan bahwasanya ia diingkari. Sedangkan hadits Anas adalah tetap maka hadits tersebut didahulukan untuk tambahan ilmu (ziayadatul ilm).

Adapun hadits Ibnu Umar, bahwasanya ia tidak mengingatnya atau ia salah, sungguh Anas, al-Bara’ bin Azib dan selain keduanya menghafalnya, maka didahulukan siapa yang menghafalnya.

Adapun hadits Ibnu Abbas, hadits tersebut dhaif sekali, al-Baihaqi meriwayatkannya dari Abi Laila al-Kuufi dan beliau berkata hadits ini tidak shahih dan Abu Laila matruk (ditinggalkan), dan sungguh telah kami riwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya beliau qunut di dalam sholat subuh.

Adapun hadits Ummu Salamah, hadits tersebut hadits dhaif karena hadits tersebut diriwayatkan dari Muhammad bin Ya’la dari ‘Anbasah bin Abdurrahman dari Abdullah bin Nafi’ dan Ayahnya dari Ummu Salamah. Ad-Duruquthni mengatakan ketiganya merupakan perawi dhaif dan tidak shahih bagi Nafi’ mendengar dari Ummu Salamah. Wallahu ‘alam.

(فَرْعٌ)

فِي مَذَاهِبِ الْعُلَمَاءِ فِي إثْبَاتِ الْقُنُوتِ فِي الصُّبْحِ: مَذْهَبُنَا أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ الْقُنُوتُ فِيهَا سواء نزلت نازلة أو لم تنزل وبها قَالَ أَكْثَرُ السَّلَفِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ أَوْ كَثِيرٌ مِنْهُمْ وَمِمَّنْ قَالَ بِهِ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَالْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ بِأَسَانِيدَ صَحِيحَةٍ وَقَالَ بِهِ مِنْ التَّابِعِينَ فَمَنْ بَعْدَهُمْ خَلَائِقُ وَهُوَ مَذْهَبُ ابْنِ أَبِي ليلي والحسن ابن صَالِحٍ وَمَالِكٍ وَدَاوُد وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ وَأَصْحَابُهُ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَأَصْحَابُهُ وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَأَحْمَدُ لَا قُنُوتَ فِي الصُّبْحِ قَالَ أَحْمَدُ إلَّا الْإِمَامَ فَيَقْنُتُ إذَا بَعَثَ الْجُيُوشَ وَقَالَ إِسْحَاقُ يَقْنُتُ لَلنَّازِلَةِ خَاصَّةً وَاحْتَجَّ لَهُمْ بِحَدِيثِ أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ تعالي عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ

يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ ” رَوَاهُ البخاري ومسلم وفى صحيحهما عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله تعالي عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ بَعْدَ الرُّكُوعِ فِي صَلَاتِهِ شَهْرًا يَدْعُو لِفُلَانٍ وَفُلَانٍ ثُمَّ تَرَكَ الدُّعَاءَ لَهُمْ ” وَعَنْ سَعْدِ بْنِ طَارِقٍ قَالَ ” قُلْتُ لِأَبِي يَا أَبِي إنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رسول الله صلي الله تعالي عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ فَكَانُوا يَقْنُتُونَ فِي الْفَجْرِ فَقَالَ أَيْ بُنَيَّ فَحَدِّثْ ” رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ ” مَا قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في شئ مِنْ صَلَاتِهِ ” وَعَنْ أَبِي مَخْلَدٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا الصُّبْحَ فَلَمْ يَقْنُتْ فَقُلْتُ لَهُ أَلَا أَرَاك تقنت فقال ما احفظه عن احمد مِنْ أَصْحَابِنَا وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ” الْقُنُوتُ فِي الصُّبْحِ بِدْعَةٌ ” وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ” عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ تعالي عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ الْقُنُوتِ فِي الصُّبْحِ ” رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ وَاحْتَجَّ أَصْحَابُنَا بِحَدِيثِ أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ تعالي عليه وسلم قنت شهرا يدعوا عَلَيْهِمْ ثُمَّ تَرَكَ فَأَمَّا فِي الصُّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا ” حَدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ جَمَاعَةٌ مِنْ الْحُفَّاظِ وَصَحَّحُوهُ وَمِمَّنْ نَصَّ عَلَى صِحَّتِهِ الْحَافِظُ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْبَلْخِيُّ وَالْحَاكِمُ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ في مواضع من كتبه والبيهقي ورواه الدارقطني مِنْ طُرُقٍ بِأَسَانِيدَ صَحِيحَةٍ وَعَنْ الْعَوَّامِ بْنِ حَمْزَةَ قَالَ ” سَأَلْتُ أَبَا عُثْمَانَ عَنْ الْقُنُوتِ فِي الصُّبْحِ قَالَ بَعْدَ الرُّكُوعِ قُلْتُ عَمَّنْ قَالَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمْ ” رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ وَقَالَ هَذَا إسْنَادٌ حَسَنٌ وَرَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ عَنْ عُمَرَ أَيْضًا مِنْ طُرُقٍ وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْقِلٍ – بِفَتْحِ الْمِيمِ وَإِسْكَانِ الْعَيْنِ الْمُهْمَلَةِ وَكَسْرِ الْقَافِ – التَّابِعِيِّ قَالَ ” قَنَتَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي الْفَجْرِ ” رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ وَقَالَ هَذَا عَنْ عَلِيٍّ صَحِيحٌ مَشْهُورٌ وَعَنْ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ تعالى عَنْهُ ” أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْنُتُ فِي الصُّبْحِ وَالْمَغْرِبِ ” رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَرَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَلَيْسَ فِي رِوَايَتِهِ ذِكْرُ الْمَغْرِبِ وَلَا يَضُرُّ تَرْكُ النَّاسِ الْقُنُوتَ فِي صَلَاةِ الْمَغْرِبِ لِأَنَّهُ لَيْسَ بِوَاجِبٍ أَوْ دل الاجماع على نسخه فيها وأما الحواب عَنْ حَدِيثِ أَنَسٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي قَوْلِهِ ثُمَّ تَرَكَهُ فَالْمُرَادُ تَرَكَ الدُّعَاءَ عَلَى أُولَئِكَ الْكُفَّارِ وَلَعْنَتَهُمْ فَقَطْ لَا تَرَكَ جَمِيعَ الْقُنُوتِ أَوْ تَرَكَ الْقُنُوتَ فِي غَيْرِ الصُّبْحِ وَهَذَا التَّأْوِيلُ مُتَعَيَّنٌ لِأَنَّ حَدِيثَ أَنَسٍ فِي قَوْلِهِ ” لَمْ يَزَلْ يَقْنُتْ فِي الصُّبْحِ

حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا ” صَحِيحٌ صَرِيحٌ فَيَجِبُ الْجَمْعُ بَيْنَهُمَا وَهَذَا الَّذِي ذَكَرْنَاهُ مُتَعَيَّنُ لِلْجَمْعِ وَقَدْ رَوَى الْبَيْهَقِيُّ بِإِسْنَادِهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَهْدِيٍّ الْإِمَامِ أَنَّهُ قَالَ إنَّمَا تَرَكَ اللَّعْنَ وَيُوَضِّحُ هَذَا التَّأْوِيلَ رِوَايَةُ أَبِي هُرَيْرَةَ السَّابِقَةُ وَهِيَ قَوْلُهُ ” ثُمَّ تَرَكَ الدُّعَاءَ لَهُمْ ” وَالْجَوَابُ عَنْ حَدِيثِ سَعْدِ بْنِ طَارِقٍ أَنَّ رواية الذين اثبتوا القنوت معهم زِيَادَةُ عِلْمٍ وَهُمْ أَكْثَرُ فَوَجَبَ تَقْدِيمُهُمْ وَعَنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّهُ ضَعِيفٌ جِدًّا لِأَنَّهُ من رواية محمد بن جابر السحمى وَهُوَ شَدِيدُ الضَّعْفِ مَتْرُوكٌ وَلِأَنَّهُ نَفْيٌ وَحَدِيثُ أنس إثبات فقدم لزيادة العلم وحديث ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ لَمْ يَحْفَظْهُ أَوْ نَسِيَهُ وَقَدْ حَفِظَهُ أَنَسٌ وَالْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ وَغَيْرُهُمَا فَقُدِّمَ مَنْ حَفِظَ وَعَنْ حَدِيثِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ ضَعِيفٌ جِدًّا وَقَدْ رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ مِنْ رِوَايَةِ أَبِي لَيْلَى الْكُوفِيِّ وَقَالَ هَذَا لَا يَصِحُّ وَأَبُو لَيْلَى مَتْرُوكٌ وَقَدْ رَوَيْنَا عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ ” قَنَتَ فِي الصُّبْحِ ” وَعَنْ حَدِيثِ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّهُ ضَعِيفٌ لِأَنَّهُ مِنْ رِوَايَةِ مُحَمَّدِ بْنِ يَعْلَى عَنْ عَنْبَسَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعٍ عن ابيه عن ام سلمة قال الدارقطني هَؤُلَاءِ الثَّلَاثَةُ ضُعَفَاءُ وَلَا يَصِحُّ لِنَافِعٍ سَمَاعٌ مِنْ أُمِّ سَلَمَةَ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *