Sifat – Sifat Yang Mustahil Bagi Allah Ta’ala

Telah kami jelaskan pada pembahasan yang lalu sifat – sifat yang wajib bagi Allah ta’ala. Wajib di sini maknanya adalah: apa saja yang ketiadaannya tidak dapat digambarkan oleh akal. Oleh karena itu maka sifat – sifat yang berlawanan dengan sifat wajib tersebut adalah sifat yang mustahil bagi Allah ta’ala yakni: sifat – sifat yang keberadaannya tidak dapat digambarkan oleh akal. Untuk memperjelas hal ini, kami katakan: wajib adanya Allah ta’ala dan mustahil ketiadaannya, wajib bagi-Nya ada sejak dulu (qidam) dan mustahil bagi-Nya baru ada belakangan ini (huduts), wajib bagi-Nya kekal (baqa’) dan mustahil bagi-Nya fana, wajib bagi-Nya tidak sama dengan makhluk-Nya dan mustahil ada yang menyerupai-Nya.

Maka Allah ta’ala tidak disifati dengan sifat Dia ada di atas, di bawah, di kanan, di kiri, di depan, atau di belakang karena sifat – sifat tersebut adalah sifat – sifat al-hawadits (makhluk – makhluk yang baru ada). Dalilnya adalah: bahwasanya atap itu ada di atas bagi siapa saja yang ada di bawahnya dan ada di bawah bagi siapa saja yang ada di atasnya; seseorang yang duduk antara engkau dan orang lain yang ada di sebelah kananmu maka orang itu berada di sebelah kiri dari orang lain tersebut, bila ia ada di sebelah kirimu maka ia ada di sebelah kanan dari orang lain itu; apa saja yang ada di depanmu maka sungguh itu ada di belakang orang yang lain, dan seterusnya. Allah ta’ala itu ada sebelum adanya zaman dan tempat, maka tidak shahih mensifati-Nya dengan sifat – sifat makhluk-Nya yang baru ada.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
Syaikh Nuh Ali Salman al-Qudhah, Al-Mukhtashar al-Mufid fii Syarh Jauharat at-Tauhid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *