Perbedaan Antara Sifat Dzat dan Sifat Fi’lun (Sifat Perbuatan) Allah

Tags:

Para ulama’ membedakan antara sifat dzat dan sifat perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala. Sifat dzat adalah sifat yang berdiri bersama dzat atau diturunkan dari makna yang berdiri bersama dzat seperti sifat Ilmu (mengetahui) dan ‘Aalim (Maha Mengetahui). Ilmu adalah salah satu sifat dari sifat – sifat dzat, demikian juga dengan ‘Aalim adalah sifat yang diturunkan dari sifat Ilmu. Demikian halnya dengan sifat Qudroh (Kuasa) dan keberadaan-Nya yang Qaadiran (Maha Kuasa), sifat Sama’ (Mendengar) dan keberadaan-Nya yang Samii’an (Maha Mendengar), maka Dzat Allah ta’ala disifati dengan sifat Sama’ (Mendengar) dan Qudroh (Kuasa) dan Dia azza wa jalla Qaadirun (Maha Kuasa) dan Samii’un (Maha Mendengar).

Adapun sifat perbuatan Allah adalah sifat yang diturunkan dari ma’na di luar dzat, misalnya saja (خالق-Khaaliq) atau Yang Mencipta, sifat tersebut adalah sifat yang diturunkan dari (الخلق-ciptaan). Al-khalqu adalah di luar dzat. Maka ketika kita katakan: (سمع الله) pendengaran Allah, kita paham bahwa makna itu berdiri bersama dzat-Nya Allah ‘azza wa jalla. Bila kita katakan: (خلق الله) ciptaan Allah, kita paham bahwa makna itu di luar dzat Allah. Maka sifat (خالق-khaaliq) atau Yang Maha Pencipta adalah sifat perbuatan. Demikian pula dengan sifat (رازق-raaziq) atau Yang Maha Pemberi rezki adalah sifat yang diturunkan dari (الرزق-ar-rizq) atau rezki dan rizq itu adalah makna yang ada di luar dzat. Bila kita perhatikan juga bahwa الخلق dan الرزق yakni ciptaan dan rezki adalah salah satu dampak dari dampak – dampak sifat Qudroh (kuasa) dan Qudroh adalah sifat dzat.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
Syaikh Nuh Ali Salman al-Qudhah, Al-Mukhtashar al-Mufid fii Syarh Jauharat at-Tauhid.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *