Pelanggaran Kaum Nashrani

Tags:

Allah ta’ala menyebutkan perjanjian-Nya bersama dengan kaum Nashara sebagai berikut:

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ

“Dan diantara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah kami ambil perjanjian mereka…” QS. Al-Ma’idah : 14.

Yakni demikian itulah Kami mengambil perjanjian atas kaum Nashara agar mereka mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, menolongnya, membantunya, dan mengikuti jejaknya serta agar beriman dengan setiap Nabi yang diutus oleh Allah kepada manusia. Namun kemudian mereka melakukan perbuatan sebagaimana perbuatan orang – orang Yahudi, mereka mengganti agama mereka, menyelisihi dan melanggar perjanjian. Oleh karena itulah Allah berfirman dalam lanjutan surat al-Ma’idah ayat 14 di atas:

فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“…Tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.” QS. Al-Ma’idah : 14.

Yakni mereka meninggalkan beramal dengan ushul (perkara pokok) agama mereka dengan keengganan, maka Kami lemparkan di antara mereka permusuhan dan kebencian satu sama lain. Tidaklah kondisi tersebut diangkat dari mereka hingga hari kiamat. Maka sesungguhnya golongan – golongan kaum Nashara berbeda – beda jenisnya, tidak akan hilang saling membenci dan saling bertengkarnya mereka, sebagiannya mengkafirkan sebagiannya yang lain, dan sebagiannya melaknat sebagiannya yang lain. Allah akan memberitakan pada hari kiamat nanti apa saja yang mereka kerjakan di dunia. Ancaman dan janji ini adalah pasti bagi kaum nashara atas apa saja yang mereka perbuat mulai dari mendustakan Allah dan Rasul-Nya serta atas apa saja yang mereka nisbatkan kepada Rabb ‘azza wa jalla yaitu menyematkan adanya sahabat, anak, dan sekutu bagi Allah. Allah akan memberikan balasan kepada mereka atas yang demikian itu dengan kadar yang selayaknya secara pasti di akhirat nanti.

Merupakan hal yang telah diketahui dalam sejarah bahkan di sisi orang – orang Nashara sendiri bahwasanya saat Al-Masih (Yesus) masih hidup beliau tidak menuliskan nasehat – nasehatnya dan pelajaran – pelajarannya, hingga ia wafat pun tetap tidak ada satupun injil yang tertulis. Kemudian orang – orang Yahudi menindas pengikut – pengikutnya, mengusir mereka, dan membunuh sebagian besar dari mereka pada khususnya kaum Hawariyyin yang merupakan para nelayan. Ketika Raja Konstantin masuk kedalam agama Al-Masih dan meredakan serangan kepada kaum Nashara, maka mereka kemudian mulai menulis kitab – kitab injil yang banyak jumlahnya, berlain – lainan, dan bervariasi. Tidaklah muncul empat injil yang beredar hingga hari ini kecuali setelah tiga abad dari sejarah al-Masih (Yesus) ketika negara Konstantin masuk ke dalam Nashrani dengan pertolongan raja Konstantin Romawi. Pada masa itulah agama Nashrani masuk ke dalam suatu perjanjian baru yang terkait dengan penyembahan berhala dan filsafat Yunani.

Injil – injil tersebut dinamakan Perjanjian Baru yang tidak diketahui asal dan waktu kemunculannya yang isinya juga saling bertentangan dan berlawanan. Di atas Perjanjian Baru itulah agama al-Masih ditegakkan berdasarkan pada asas kitab orang – orang Yahudi yang dinamakan Perjanjian Lama yang juga tidak memiliki asal yang kuat.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
Tafsir Al-Munir karya Syaikh Wahbah Zuhaili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *