Menjadikan Orang Kafir (Kaum Yahudi dan Nasrani) Sebagai Wali (Sebagai Penolong, Sekutu)

Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ * فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ * وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu) [wali, penolong atau sekutu]; mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia [wali, penolong atau sekutu], maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau suatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman akan berkata, “Inikah orang yang bersumpah secara sungguh-sungguh dengan (nama) Allah, bahwa mereka benar-benar beserta kamu?” Segala amal mereka menjadi sia-sia, sehingga mereka menjadi orang yang rugi.” QS. Al-Ma’idah: 51-53.

Sebab Turunnya Ayat (Asbabun Nuzul) Continue reading

NASEHAT DARI QS. 2:12

Selepas acara Reuni 212 kemarin, tersebar beberapa gambar yang mencibir acara tersebut dengan mengacu kepada Al-Qur’an surat Al-Baqarah (surat ke 2) ayat 12 atau bisa disingkat QS. 2:12. Terjemahnya: “Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.” Orang yang kontra dengan acara tersebut menganggap bahwa sesungguhnya para peserta Reuni 212 itulah yang berbuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya.

Perlu kita ketahui bersama bahwa panduan seorang Muslim adalah Al-Qur’an. Sebagai alumni 212 ketika disodori sebuah ayat al-Qur’an, tentu kami sangat bersemangat sekali untuk menyelami makna – maknanya dan mengikuti petunjuk – petunjuknya. Karena barangsiapa mengikuti petunjuk Allah dia tidak akan takut dan sedih dunia akhirat. Maka mari kita lihat apa maksud ayat tersebut agar kita dapat mengambil petunjuk. Continue reading

Manhaj Dalam BerIslam (1) – Mengikuti Petunjuk Allah

Allah ta’ala berfirman:

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” QS. Al-Baqarah: 38.

Abu Al-Aliyah (salah seorang tabi’in) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan huda atau petunjuk dalam ayat tersebut adalah para Nabi, para Rasul, dan penjelasan – penjelasan mereka. Continue reading

Nasikh Dan Mansukh Dalam Hadits

1. Definisi nasikh mansukh

a. Secara bahasa memiliki dua makna:
Makna pertama adalah peniadaan (الإِزَالَة), misalnya saja:

نسخت الشمس الظل

“Matahari meniadakan gelap”.

Makna kedua adalah pemindahan (النقل), misalnya saja:

نسخت الكتاب

“Kitab itu telah disalin”, ketika isinya telah dipindahkan.

Maka di sini seolah – olah yang menghapuskan (nasikh) itu meniadakan yang dihapuskan (mansukh) atau memindahkannya ke hukum yang lain. Continue reading

Doa Masuk Ke Dalam WC/Toilet/Kamar Mandi

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam WC, maka beliau berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan”. HR. Bukhari dan Muslim. Continue reading

Makna – Makna Asmaul Husna Yang Menunjuk Kepada Nama Dzat Allah

Allah tabaraka wa ta’ala – sebagaimana telah dibahas sebelumnya – memiliki dua puluh delapan nama atau asma’ Dzat Ilahiyah. Setiap nama tersebut memiliki makna yang berbeda dengan nama yang lain. Padanya terdapat petunjuk – petunjuk dan kesan – kesan yang berhubungan dengan aqidah iman dan Islam.

1. Nama yang pertama adalah Allah (الله), maknanya adalah bahwasanya Dia itu kuasa atas penciptaan, tidak ada sesuatupun yang ada kecuali atas kehendakNya, Dia lah yang menang dan tidak dikalahkan, Dia lah yang berkuasa dan tidak dikuasai, tidak sah taklif (beban hukum) kecuali dariNya.

2. Al-Malik (المَلِكُ) (Maha Raja), yakni Dia lah yang memuliakan siapapun yang Ia kehendaki dan menghinakan siapapun yang Ia kehendaki. Mustahil atasNya kehinaan. Continue reading

Iman Terhadap Qadha’ dan Qadar

Iman terhadap qadha’ dan qadar merupakan salah satu rukun dari rukun – rukun keimanan. Di dalam hadits Jibril yang masyhur disebutkan bahwasanya beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai iman, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat – malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan qadar baik dan buruknya.” HR. Muslim. Continue reading