Allah Pencipta Segala Sesuatu

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai makna baik (الخَيْر) dan buruk (الشَّر), tidak ada keraguan bahwasanya Islam itu adalah baik dan jahil serta kufur itu adalah buruk. Islam adalah aqidah dan perbuatan yang tampak dari seorang hamba, demikian juga dengan kejahilan dan kekufuran. Di sini terdapat dua pertanyaan sebagai berikut:

Pertanyaan pertama: bahwasanya seorang hamba itu tidak menciptakan amalnya sendiri melainkan memilihnya sebagaimana telah dibahas sebelumnya, maka apakah Allah yang menciptakan keimanan dalam diri seorang hamba? Dan apakah Allah yang menciptakan kejahilan dan kekufuran dalam diri seorang hamba? Continue reading

Cara Memandikan dan Mengkafani Mayit

Mayit dimandikan dengan jumlah ganjil, pada awalnya dimandikan dengan daun bidara dan pada akhirnya dengan sesuatu dari kamper/kapur barus.

Dalil yang menunjukkan kepada yang demikian itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ummu ‘Athiyah al-Anshari beliau berkata: Continue reading

Keutamaan Cinta Karena Allah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka” HR. Bukhari dan Muslim.

Faedah Hadits: Continue reading

Orang Yang Tidak Memutuskan Dengan Hukum Allah

Tafsir QS. Al-Ma’idah: 44-47.

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ * وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ *وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ * وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir. Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama). Barangsiapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zhalim. Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik.” QS. Al-Ma’idah: 44-47.

Sebab Turunnya Ayat Continue reading

Nasab, Kelahiran, dan Penyusuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Nasabnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib, namanya adalah Syaibah al-Hamd, ibnu Hasyim bin Abdu Manaf namanya adalah al-Mughirah, Ibnu Qushai dan dinamakan dengan Zaidan, Ibnu Kilaab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan.

Sampai tingkat inilah para ulama’ sepakat terhadap nasabnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun nasab yang ada di atas tingkatan itu terdapat perbedaan pendapat mengenainya dan tidak ada yang dapat dijadikan sandaran atasnya. Kecuali bahwasanya tidak ada perbedaan pendapat bahwa ‘Adnan adalah salah satu anak Nabiyullah Isma’il ibnu Ibrahim Khalilullah ‘alaihumas sholaatu wasallam. Sungguh Allah azza wajalla telah memilihnya dari kabilah – kabilah yang paling suci, seutama – utama perut dan dari tulang – tulang sulbi yang paling bersih. Maka tidaklah kotoran – kotoran jahiliyah menginfiltrasi nasabnya sedikitpun. Continue reading

Doa Masuk Rumah

Ketika masuk rumah disukai untuk mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ

“Dengan nama Allah”.

Dan memperbanyak dzikir kepada Allah ta’ala serta mengucapkan salam, sama saja apakah ada manusia ataukah tidak di dalam rumah berdasarkan firman Allah ta’ala:

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

“Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah.” QS. An-Nur: 61. Continue reading