Perumpamaan Bagi Orang – Orang Munafik (2) – Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 19-20

Published by:

أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ . يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh, dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu; dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah 2 : 19-20).

Ayat ini merupakan perumpamaan lain yang dibuat oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang menggambarkan keadaan orang-orang munafik. Mereka adalah kaum yang lahiriahnya kadangkala menampakkan yang haq, dan kadangkala di lain waktu mereka ragu terhadapnya. Hati mereka yang berada dalam keraguan, kekufuran, dan kebimbangan itu diserupakan dengan (كَصَيِّبٍ); yaitu hujan yang turun dari langit dalam keadaan gelap maksudnya dalam keraguan, kekufuran, dan kemunafikan. (رَعْدٌ-suara guruh) maksudnya ialah rasa takut yang mencekam hati, maka sesungguhnya orang munafik itu dalam keadaan ketakutan yang sangat dan rasa ngeri, sebagaimana yang dinyatakan di dalam firman lainnya, yaitu: Continue reading

Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Siapakah Keluarga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam?

Published by:

Keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah: istri – istri beliau dan setiap orang mukmin dari kerabatnya: yaitu mereka keturunan Hasyim dan al-Muthallib ibnu ‘Abdi Manaf. Hasyim adalah bapaknya kakek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah: Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Al-Muthallib adalah saudara Hasyim. Dengan demikian diharamkan shadaqah bagi Bani Hasyim dan Bani Muthallib untuk memuliakan mereka karena kekerabatan mereka dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk bersholawat kepada keluarga beliau ketika kita bersholawat kepadanya. Para sahabat telah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mereka berkata: Continue reading

Mandi Sunnah

Published by:

Mandi yang disunnahkan ada tujuh belas:

  1. Mandi Jumat.

Riwayat Bukhari, Muslim, dan yang lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ

Jika salah seorang dari kalian hendak menunaikan shalat Jum’at, hendaklah ia mandi terlebih dahulu.

Khabar yang disampaikan oleh at-Tirmidzi menjadikan hukum mandi sebelum shalat jumat adalah tidak wajib:

مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ

Barang siapa yang berwudhu pada hari Jum’at maka hal itu sudah mencukupinya dan baik, akan tetapi barang siapa yang mandi, maka mandi itu lebih utama. Continue reading

Perintah Untuk Menjaga Sunnah dan Adab – Adabnya (1)

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

دَعُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ، إِنَّمَا أهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ سُؤَالِهِمْ واخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبيَائِهِمْ، فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْء فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أمَرْتُكُمْ بِأمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka, jika aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah, dan apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian.” (HR. Muslim).

Bahasa Hadits:

(دَعُونِي) tinggalkanlah aku dari banyak bertanya tentang permasalahan yang detil – detil.

Faidah Hadits: Continue reading

Perumpamaan Bagi Orang – Orang Munafik (1) – Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 17-18

Published by:

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا يُبْصِرُونَ (17) صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ (18

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). (QS. Al-Baqarah 2 : 17-18).

Dikatakan (مَثَل-cerita perumpamaan), bentuk jamaknya adalah (أَمْثَالٌ). Allah ta’ala berfirman: Continue reading

Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Ditutupnya Kenabian dengan Diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam

Published by:

Allah telah mengutus banyak sekali rasul kepada manusia dalam masa yang berganti – ganti dan pada tempat – tempat yang banyak. Risalah – risalah para Rasul tersebut khusus bagi kaum – kaum mereka dan tidaklah bersesuaian kondisi – kondisi mereka. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (QS. Fathir 35:24). Continue reading

Shalat Kusuf (Gerhana Matahari) & Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)

Published by:

Shalat kusuf dan khusuf hukumnya adalah sunnah muakkadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan banyaklah berdoa hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian. (HR. Bukhari & Muslim). Continue reading