Sunnah – Sunnah Mandi Wajib

Hal – hal yang disunnahkan saat mandi wajib ada lima:

  1. Tasmiyah (membaca bismillah terlebih dahulu).

Berdasarkan hadits:

كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبَسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَهُوَ أَقْطَعُ

Setiap perkara yang perlu mendapat perhatian yang tidak diawali dengan bismillahirrahmaanirrahiim maka dia terputus (sedikit berkahnya). (Kasyful Khafa’: 1964). Continue reading

Sederhana Dalam Ketaatan (1)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

أنَّ النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – دخل عَلَيْهَا وعِندها امرأةٌ، قَالَ: «مَنْ هذِهِ؟» قَالَتْ: هذِهِ فُلاَنَةٌ تَذْكُرُ مِنْ صَلاتِهَا. قَالَ: «مَهْ، عَلَيْكُمْ بِمَا تُطِيقُونَ، فَواللهِ لاَ يَمَلُّ اللهُ حَتَّى تَمَلُّوا» وكَانَ أَحَبُّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا دَاوَمَ صَاحِبُهُ عَلَيهِ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatanginya dan bersamanya ada seorang wanita lain, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “siapa ini?” Aisyah menjawab: “si fulanah”, Lalu diceritakan tentang shalatnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “tinggalkanlah apa yang tidak kalian sanggupi, demi Allah, Allah tidak akan bosan hingga kalian sendiri yang menjadi bosan, dan agama yang paling dicintai-Nya adalah apa yang senantiasa dikerjakan secara rutin dan kontinyu”. (HR. Bukhari & Muslim). Continue reading

Sifat Orang – Orang Munafik (3) – Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 14-15

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ (14) اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (15)

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.(14) Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (15) (QS. Al-Baqarah 2 : 14-15) Continue reading

Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Agama Islam Adalah Agama Tauhid

Sesungguhnya agama Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah agama tauhid, tandanya yaitu kalimat (-tidak ada tuhan selain Allah – لآاله إلا الله). Kalimat tersebut adalah kalimat yang agung dan menyeluruh yang secara jelas menyatakan bahwa Allah ta’ala adalah tuhan yang haq, dan yang selain-Nya bukanlah tuhan namun hamba Allah. Continue reading

Fardhu – Fardhu Mandi Wajib

Hal – hal yang wajib dipenuhi saat mandi wajib ada tiga:

1. Niat

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya”

2. Menghilangkan najis – najis yang terdapat pada badan.

Berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dari Maimunah radhiyallahu ‘anha tentang mandinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Continue reading

Penjelasan Tentang Banyaknya Jalan – Jalan Kebaikan (1)

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ الْإِيمَانُ بِاللَّهِ وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِهِ قَالَ قُلْتُ أَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا وَأَكْثَرُهَا ثَمَنًا قَالَ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ قَالَ تُعِينُ صَانِعًا أَوْ تَصْنَعُ لِأَخْرَقَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ ضَعُفْتُ عَنْ بَعْضِ الْعَمَلِ قَالَ تَكُفُّ شَرَّكَ عَنْ النَّاسِ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ مِنْكَ عَلَى نَفْسِكَ

“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah: ‘Wahai Rasulullah! Amalan apakah yang paling utama? ‘ Beliau menjawab: “Beriman kepada Allah dan berjihad pada jalan-Nya.” Aku bertanya, “Hamba sahaya yang bagaimanakah yang paling utama?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Hamba sahaya yang paling baik menurut pemiliknya dan paling mahal harganya.” Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak bisa mengerjakannya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu bisa membantu orang yang bekerja atau bekerja untuk orang yang tidak memiliki pekerjaan.” Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku tidak mampu melakukan sebagian dari amalan itu? ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Hendaklah kamu menghentikan kejahatanmu terhadap orang lain karena hal itu merupakan sedekah darimu kepada dirimu.” (HR. Muslim). Continue reading

Sifat Orang – Orang Munafik (2) – Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 11-13

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ (12)

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi,” Mereka berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (11) lngatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (12) (QS. Al-Baqarah 2 : 11-13)

Maksud (الفَسَدْ) kerusakan pada ayat ini adalah kekafiran, kemunafikan, dan kemaksiatan. Maka firman Allah Ta’ala, “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi,”‘ maksudnya adalah kekafiran, kemunafikan, dan kemaksiatan di muka bumi. Karena orang yang menentang perintah Allah atau menyuruh berbuat maksiat, berarti ia telah berbuat kerusakan di muka bumi karena kemaslahatan hanya akan terwujud dengan adanya ketaatan. Continue reading