Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Qudroh (Kuasa)

Published by:

Sifat ma’ani (jama’ dari ma’na yaitu sesuatu yang mengikuti dzat) sebagaimana telah dibahas sebelumnya yaitu sifat bagi Dzat yang dengan sifat tersebut Dzat Allah ta’ala disifati. Dalil atas sifat – sifat ma’ani bagi Allah ini adalah menurut ketetapan-Nya. Atau sebagaimana perkataan ulama’: setiap sifat yang berdiri bersama yang disifati maka sifat tersebut wajib baginya. Adapun sifat ma’ani yang berdiri di atas dalil ada tujuh:

Qudroh (kuasa), Iradah (kehendak), Ilmu, Hayah (hidup), Kalam, Sama’ (mendengar), Bashor (melihat).

Kami tidak menambah selain sifat tersebut kecuali berdasarkan dalil dari Qur’an dan Sunnah. Karena tidak boleh kita mensifati Allah ta’ala dengan suatu sifat yang Allah tidak mensifati diri-Nya dengan sifat tersebut dalam Qur’an maupun Sunnah. Tidaklah kita temukan di dalam Qur’an maupun Sunnah sifat – sifat ma’ani selain daripada sifat – sifat ini ataupun yang memiliki interpretasi ke sana. Berikut ini kita akan membahas mengenai sifat Qudroh Allah ta’ala: Continue reading

Saling Menguatkan Di Antara Kaum Mu’minin

Published by:

Dari Abu Musa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ

“Sesungguhnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” kemudian beliau menganyam jari jemarinya.” HR. Bukhari & Muslim.

Faedah Hadits: Continue reading

Sepuluh Makanan yang Diharamkan Allah dalam QS. Al-Maidah : 3

Published by:

Allah ta’ala berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” QS. Al-Maidah : 3.

Di dalam ayat tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan 10 jenis makanan yang diharamkan untuk dimakan yaitu:

1. Bangkai

Bangkai yaitu hewan yang mati pernafasannya dengan sendirinya tanpa disembelih ataupun diburu. Maksud dari bangkai secara syar’i adalah: hewan apa saja yang mati tanpa disembelih secara syar’i. Bangkai diharamkan untuk dimakan karena keburukannya dan karena pada bangkai tersebut terdapat bahaya akibat tertinggalnya sebagian zat – zat yang berbahaya baik itu karena sakit ataupun karena menyimpan darah di dalamnya. Apabila hewan itu disembelih, darah yang berbahaya itu keluar dari hewan tersebut dengan jalan yang baik. Oleh karena itulah Allah azza wa jalla mengharamkan bangkai. Continue reading

Haramnya Berdusta

Published by:

Dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang senantiasa berlaku jujur ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang selalu berdusta ia akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” HR. Bukhari dan Muslim.

Faidah Hadits: Continue reading

Larangan Memperlihatkan Kegembiraan atas Kesusahan yang Menimpa Sesama Muslim

Published by:

Dari Wailah bin al-Asqa’ radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تُظْهِرِ الشَّمَاتَةَ لأَخِيكَ فَيَرْحَمَهُ اللهُ وَيَبْتَلِيكَ

“Janganlah kamu memperlihatkan kegembiraan atas kesusahan yang menimpa saudaramu. Bila tidak, maka Allah akan mengasihani saudaramu itu dan akan memberi cobaan kepadamu.” (HR. At-Tirmidzi. Hadits hasan).

Orang mukmin yang sejati seharusnya merasa sakit dengan penderitaan saudaranya, dan merasa senang lantaran kesenangan saudaranya.

Orang yang Bermuka Dua Adalah Orang yang Paling Buruk Dalam Urusan Pemerintahan

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Kalian akan temui manusia beragam asal-usulnya (dan kwalitas perilakunya) maka orang-orang yang baik pada zaman jahiliyyah akan menjadi baik pula pada zaman Islam bila mereka memahami (Islam), dan akan kalian temui pula manusia yang paling baik dalam urusan (khilafah/pemerintahan) ini, yaitu mereka yang tidak selera terhadap jabatan dan akan kalian temui orang yang paling buruk dalam urusan ini adalah mereka yang bermuka dua (Oportunis), dia datang kepada satu golongan dengan wajah (pendapat) tertentu dan datang kepada kelompok lain dengan wajah (pendapat lain) lain”. HR. Bukhari dan Muslim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَجِدُونَ النَّاسَ مَعَادِنَ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقِهُوا وَتَجِدُونَ خَيْرَ النَّاسِ فِي هَذَا الشَّأْنِ أَشَدَّهُمْ لَهُ كَرَاهِيَةً وَتَجِدُونَ شَرَّ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَيَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

Bahasa Hadits:
( تَجِدُونَ النَّاسَ مَعَادِنَ ) Kalian mendapati manusia itu seperti barang tambang. Maksudnya, memiliki prinsip – prinsip yang mereka banggakan.

( فَقِهُوا ) Memahami, maksudnya hukum – hukum syariat. Continue reading