Puasanya Orang Kafir

Adapun orang kafir, tidak wajib puasa atasnya di dunia. Karena tidak sah puasanya kalaupun ia melaksanakannya. Yang demikian itu karena beragama Islam adalah salah satu syarat sahnya puasa.

Sesungguhnya yang wajib atasnya adalah wajibnya hukuman di akhirat. Dengan makna bahwasanya Allah ta’ala memberinya hukuman di akhirat karena tidak melaksanakannya. Allah ta’ala berfirman:

Continue reading

Hukum Puasa Ramadhan

Sesungguhnya merupakan perkara yang jelas dan terang benderang, diketahui oleh yang besar dan yang kecil, orang yang ‘alim dan yang jahil, bahwasanya puasa di bulan Ramadhan itu wajib atas setiap muslim yang telah baligh dan yang berakal.

Allah ta’ala berfirman:

Continue reading

Keutamaan Bulan Ramadhan dan Berpuasa Di Dalamnya

Sesungguhnya aku ingin memohon izin kepada pembaca sekalian untuk berpindah dari tulisan yang bersifat fiqih menuju kepada tulisan adabi dalam beberapa halaman ini karena apa yang berkumpul di dalam dada mengenai keutamaan Ramadhan dan keutamaan berpuasa.

Apakah engkau ingin mengenal Ramadhan?

Bila demikian:

Apakah engkau mengetahui bunga mawar itu tersenyum karena embun?

Apakah engkau mengetahui kupu – kupu itu menari – nari karena bunga – bunga?

Apakah engkau mengetahui burung bulbul itu bernyanyi karena keindahan?

Apakah engkau mengetahui malam itu berakhir karena terbitnya fajar?

Apakah engkau mengetahui kehidupan itu diperbarui karena tibanya musim semi?

Apakah engkau mengetahui jiwa itu menjadi bening karena waktu petang dan waktu sahur?

Apakah engkau mengetahui orang yang jatuh cinta itu leleh hatinya ketika memori yang dicintainya kembali lagi?

Jika kalian mengetahui yang demikian ini, maka kalian mengetahui perasaan seorang mu’min ketika muncul hilal Ramadhan, atau ketika kembali lagi memori mengenainya.

Continue reading

Tatacara Berpuasa Pada Permulaan Islam

Puasa pada permulaan Islam tidak seperti puasa sekarang ini yang mana perintah puasa telah tetap. Yang puasanya dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Sesungguhnya perintah puasa pada permulaan Islam adalah haram atas orang yang berpuasa untuk makan, minum, jima’, dan hal – hal lain yang membatalkan puasa dari sejak tidur atau sholat isya’ yang akhir, mana saja yang terjadi lebih dulu. Kemudian yang demikian itu dihapus dan diperbolehkan untuk makan, minum, dan jima’ hingga terbitnya fajar. Sama saja apakah telah tidur sebelumnya ataukah tidak.

Continue reading

Sejarah Disyariatkannya Puasa

Puasa pada permulaan Islam dimulai dengan  puasa tiga hari pada setiap bulan dan puasa Asyura’.

Kemudian turun firman-Nya:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” QS. Al-Baqarah: 183.

Maka barang siapa yang menghendaki, ia berpuasa. Barang siapa yang menghendaki, ia berbuka. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala di akhir ayat:

Continue reading

Apakah Makruh Mengucapkan Ramadhan Saja?

Para pengikut Imam Malik rahimahullah ta’ala berkata: makruh berkata Ramadhan saja tanpa disandarkan kepada kata bulan. Maka tidaklah diucapkan kecuali mengucapkan Bulan Ramadhan. Sama saja apakah di situ terdapat indikasi yang lain ataukah tidak.

Mereka mengklaim bahwa Ramadhan termasuk salah satu nama dari nama – nama Allah ta’ala.

Continue reading

Bulan Yang Wajib Untuk Berpuasa

Bulan yang wajib untuk berpuasa adalah saat bulan Ramadhan berdasarkan firman Allah ta’ala:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡیَصُمۡهُ

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.” QS. Al-Baqarah: 185.

Tidak wajib berpuasa di luar bulan Ramadhan berdasarkan pokok syariat yaitu ijma’. Yang demikian itu karena apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat seorang Arab Badui bertanya kepadanya mengenai Islam sehingga beliau menjawab “Dan berpuasa di bulan Ramadhan”. Arab Badui itu kemudian bertanya: “Apakah atasku ada yang lainnya?”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak, kecuali puasa sunnah”.

Dikecualikan, bila ia wajib berpuasa karena sebab – sebab yang jelas seperti puasa kafarat, denda karena membunuh binatang buruan saat ihram, dan sebagainya.

Adapun hukum – hukum puasa dan atas siapa saja puasa itu wajib, akan kami jelaskan sebentar lagi.

Rujukan:

Fiqih As-Shiyam oleh Dr. Muhammad Hasan Hitou