Wajibnya Zakat

Published by:

Zakat itu wajib hukumnya atas lima hal berikut ini:

1.Hewan ternak.
2.Barang – barang berharga.
3.Pertanian.
4.Buah – buahan.
5.Barang dagangan.

Asal dari wajibnya zakat secara mutlak terdapat pada beberapa ayat di antaranya adalah:

Continue reading

Takut Kepada Allah (Al-Khouf)

Published by:

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mana beliau itu As-Shadiq Al-Mashduq (seorang yang jujur menyampaikan dan berita yang disampaikannya adalah benar):

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

“Sesungguhnya seorang manusia ditentukan dan bertempat penciptaannya dalam perut ibunya setelah diproses selama empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya. Lalu menjadi segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya. Setelah empat puluh hari berikutnya, Allah pun mengutus seorang malaikat untuk menghembuskan ruh ke dalam dirinya dan diperintahkan untuk menulis empat hal; rezekinya, ajalnya, amalnya, dan sengsara atau bahagianya.’ Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sungguh ada seseorang darimu yang mengerjakan amal perbuatan ahli surga, hingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah satu hasta, namun suratan takdir rupanya ditetapkan baginya hingga ia mengerjakan amal perbuatan ahli neraka dan akhirnya ia pun masuk neraka. Ada pula orang yang mengerjakan amal perbuatan ahli neraka, hingga jarak antara ia dan neraka hanya satu hasta, namun suratan takdir rupanya ditetapkan baginya hingga kemudian ia mengerjakan amal perbuatan ahli surga dan akhirnya ia pun masuk surga.” HR. Bukhari dan Muslim.

Bahasa Hadits

Continue reading

Sifat – Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Para Nabi dan Rasul

Published by:

Wajib atas setiap mukallaf untuk mengetahui hal – hal yang wajib, jaiz (boleh), dan mustahil pada diri para nabi dan rasul ‘alaihimussalam sebagaimana telah dijelaskan pada pembahasan sebelum – sebelumnya. Adapun sifat – sifat yang wajib bagi para nabi dan rasul itu adalah:

1.Amanah (الأَمَانَةُ). Yakni penjagaan, dengan makna bahwasanya Allah ta’ala menjaga zhahir dan batin mereka pada saat mereka masih kecil maupun dewasa, sebelum kenabian maupun setelah kenabian, dari setiap perbuatan yang terlarang meskipun perbuatan yang makruh. Maka mereka tidaklah melakukan perbuatan yang haram, makruh, dan menyalahi keutamaan (khilaf al-aula). Mereka dapat dipercaya atas syariat Allah ta’ala. Dalil atas hal ini adalah bahwasanya Allah ta’ala memerintahkan setiap umat untuk mengikuti rasul mereka yang diutus kepada mereka dalam perkataan mereka, perbuatan mereka, dan keadaan – keadaan mereka (sungguh Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus kepada manusia seluruhnya sebagaimana akan dijelaskan nanti). Apabila seorang rasul melakukan suatu perbuatan yang terlarang dalam syariatnya, maka perbuatan tersebut akan menjadi perbuatan yang diperintahkan bagi umatnya (karena mereka diperintahkan mengikuti rasul) dan pada saat yang sama perbuatan itu terlarang (karena mengikuti nash syariat). Ini adalah mustahil. Bagaimana bisa Allah memerintahkan sesuatu dan melarangnya dalam waktu yang sama. Allah tidaklah membebani hambanya dengan sesuatu yang mustahil. Allah ta’ala berfirman:

Continue reading

Menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan Kaum Mu’minin Sebagai Wali (Penolong)

Published by:

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّمَا وَلِیُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِینَ یُقِیمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمۡ رَ ٰ⁠كِعُونَ * وَمَن یَتَوَلَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ فَإِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡغَـٰلِبُونَ

“Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang.” QS. Al-Ma’idah: 55-56.

Penjelasan Ayat

Setelah Allah ta’ala melarang untuk berwali kepada orang – orang yang kafir sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ma’idah: 51 (yakni menjadikan mereka sebagai penolong atau sekutu), Allah ta’ala memerintahkan untuk berwali kepada Allah, Rasul-Nya, dan kaum mu’minin saja. Allah ta’ala berfirman:

Continue reading

Hadits Dha’if

Published by:

1.Definisinya

A. Secara bahasa: dha’if adalah lawan kata dari kuat. Dha’if atau lemah itu kadang bersifat fisik kadang bersifat maknawi, yang dimaksud di sini adalah dha’if maknawi.

B. Secara istilah: hadits dha’if adalah hadits yang tidak terkumpul padanya sifat hadits hasan dengan tidak terpenuhinya salah satu syarat dari syarat – syarat hadits hasan.

Al-Baiquni berkata di dalam Manzhumah nya:

Continue reading

Boleh Menangisi Mayit dan Sunnahnya Menghibur Mereka Yang Kesusahan

Published by:

Tidak mengapa menangisi mayit tanpa نَوْح yaitu perbuatan atau perkataan yang menampakkan kesedihan menafikan kepasrahan dan ketundukan terhadap ketetapan Allah ta’ala. Termasuk di antara kesedihan yang dilarang adalah merobek – robek baju, menampar – nampar pipi, dan yang semisalnya. Meratap yang demikian itu adalah sebuah keharaman dalam syariat Allah azza wa jalla.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menangis atas anak beliau Ibrahim sebelum wafatnya. Ketika beliau melihatnya meninggal dunia beliau bersabda:

Continue reading