Apa Yang Diucapkan Nabi Kepada Ahli Kitab Yang Mengingkarinya Dan Menganggap Islam Sebagai Agama Yang Buruk?

Published by:

Tafsir QS. Al-Ma’idah: 59-60

Pernah suatu ketika serombongan kaum Yahudi, di antaranya Abu Yasir bin Akhthab, Nafi’ bin Abi Nafi’, dan Ghazi bin ‘Amr datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya: “Kepada rasul yang mana kami harusnya beriman?” Nabi menjawab: “Aku beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa, dan kepada apa-apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda – bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya lah kami berserah diri.” Ketika Nabi menyebut nama ‘Isa, mereka mengingkari kenabiannya dan berkata: “Kami tidak percaya kepada ‘Isa dan tidak percaya kepada orang yang beriman kepada ‘Isa.” Maka Allah menurunkan:

Continue reading

Doa Apa Yang Dibaca Saat Berwudhu?

Published by:

Disukai pada permulaan wudhu’ untuk mengucapkan:

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”

Jika mengucapkan ini saja:

بِسۡمِ ٱللَّهِ

Maka itu juga sudah mencukupi.

Para sahabat kami berkata: Jika tidak membaca bismillah pada permulaan wudhu’, hendaknya membacanya di tengah – tengahnya. Jika tidak membacanya hingga selesai wudhu’nya, maka ia telah terlewat dan tidak perlu mengucapkannya. Wudhu’nya tetap sah. Sama saja apakah ia sengaja meninggalkannya atau tidak sengaja. Ini adalah madzhab kami dan madzhabnya jumhur ulama.

Continue reading

Hadits Mu’allaq

Published by:

1.Definisinya
A. Secara bahasa: mu’allaq adalah isim maf’ul (kata benda yang menunjukkan kepada yang dikenai pekerjaan), berasal dari akar kata عَلَّقَ (menyangkutkan sesuatu dengan sesuatu). Yakni menambatkannya dan mengikatkannya dengannya sehingga menjadikannya terkait. Sebuah sanad disebut sebagai mu’allaq karena ia bersambung dari arah yang tinggi saja dan ia terputus dari arah yang rendah. Maka ia menjadi seperti sesuatu yang tergantung di langit – langit atau atap atau yang semisalnya.

B. Secara istilah: hadits mu’allaq adalah hadits yang dihilangkan sanad perawi pada permulaannya satu perawi atau lebih hingga selanjutnya.

Continue reading

Dalil – Dalil Atas Sifat – Sifat Ma’nawiyah Allah Dan Sifat – Sifat Lainnya

Published by:

Allah ta’ala memiliki sifat – sifat yang disebut dengan sifat ma’ani dan sifat ma’nawiyah seperti keberadaan Allah Yang Maha Hidup (senantiasa hidup-حَيًّا), Maha Mengetahui (عَالِمًا), Maha Kuasa (قَادِرًا), Maha Berkehendak (مُرِيْدًا), Maha Berbicara (مُتَكَلِمًا), Maha Mendengar (سَمِيْعًا), dan Maha Melihat (بَصِيْرًا).

Dalil bahwa Allah ta’ala itu hidup, mengetahui, dan memiliki kuasa adalah perbuatan – perbuatan-Nya yang menunjukkan Dia itu hidup, berkuasa, dan mengetahui. Karena yang demikian itu tidak mungkin terjadi dari mayit atau benda mati, dari sesuatu yang lemah, atau dari sesuatu yang tidak tahu mengenainya. Dia subhanahu wa ta’ala tidak sama dengan yang tidak mampu mendatangkan yang demikian itu. Tidaklah sesuatu itu mampu menyelisihi yang lainnya kecuali dia itu hidup, kuasa, dan mengetahui.

Continue reading

Zakat Hewan Ternak

Published by:

Tiga jenis hewan ternak berikut ini wajib dizakati:

1.Unta
2. Sapi
3. Kambing.

Dalil wajibnya zakat pada jenis – jenis hewan tersebut serta syarat – syaratnya yang akan kita bahas nanti adalah riwayat al-Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَتَبَ لَهُ هَذَا الْكِتَابَ لَمَّا وَجَّهَهُ إِلَى الْبَحْرَيْنِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ هَذِهِ فَرِيضَةُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ وَالَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا رَسُولَهُ فَمَنْ سُئِلَهَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ عَلَى وَجْهِهَا فَلْيُعْطِهَا وَمَنْ سُئِلَ فَوْقَهَا فَلَا يُعْطِ

“Bahwa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu telah menulis surat ini kepadanya (tentang aturan zakat) ketika dia mengutusnya ke negeri Bahrain: “Bismillahirrahmaanirrahiim. Inilah kewajiban zakat yang telah diwajibkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap kaum Muslimin dan seperti yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya tentangnya, maka barangsiapa dari kaum Muslimin diminta tentang zakat sesuai ketentuan maka berikanlah dan bila diminta melebihi ketentuan maka jangan memberinya…”

Continue reading

Mengharap Kepada Allah (Ar-Roja’)

Published by:

Dari Ubadah bin As-Shamit radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنْ الْعَمَلِ

“Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah satu-satunya dengan tidak menyekutukan-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya dan (bersaksi) bahwa ‘Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya dan firman-Nya yang Allah berikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga adalah haq (benar adanya), dan neraka adalah haq, maka Allah akan memasukkan orang itu ke dalam surga betapapun keadaan amalnya”. Muttafaqun ‘alaih.

Dalam riwayat Muslim disebutkan:

Continue reading

Hal – Hal Yang Jaiz (Boleh) Bagi Para Nabi dan Rasul

Published by:

Para Nabi dan Rasul itu adalah manusia, oleh karena itu boleh saja bagi mereka apa yang boleh bagi manusia selama bukan yang haram, makruh, dan perkara mubah yang memalukan atau yang menjijikkan bagi karakter manusia. Yang boleh bagi mereka itu seperti makan, minum, jima’ yang halal, tidur, dan sakit yang tidak menjijikkan ataupun ayan. Sungguh kaum musyrikin pernah menuntut agar ada Rasul yang tidak makan, tidak berjalan di pasar – pasar, dan tidak menikah. Maka Allah pun membantah tuntutan mereka itu karena Rasul itu adalah manusia. Allah ta’ala berfirman:

Continue reading