Iman Terhadap Rasul ‘Alaihim As-Salam

Published by:

Keimanan terhadap adanya Allah ta’ala dan meng-Esa-kannya adalah akarnya keimanan dan prinsip pokok dasar yang pertama. Berikutnya adalah keimanan terhadap para Rasul yang mulia ‘alaihim as-sholatu wa as-salam. Ini adalah pokok yang kedua atau salah satu cabang dari cabang – cabang keimanan, secara i’tiqad (keyakinan) dan pengakuan.

Akan tetapi, keimanan terhadap selain Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam maknanya adalah beriman bahwasanya mereka itu utusan kepada kaumnya saja. Mereka pada yang demikian itu adalah orang – orang yang benar dan berhak. Yakni risalah mereka itu khusus bagi kaum – kaum mereka.

Sedangkan keimanan terhadap Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam adalah membenarkan bahwasanya beliau adalah Nabi dan Rasul dari sisi Allah kepada kaumnya tempat ia diutus, juga kepada siapa saja setelah mereka dari golongan jin dan manusia hingga hari kiamat. Yakni sesungguhnya risalahnya itu berlaku umum bagi seluruh manusia dan jin. Continue reading

Keutamaan Mengharap Kepada Allah (Ar-Roja’)

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ حَيْثُ يَذْكُرُنِي وَاللَّهِ لَلَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتَهُ بِالْفَلَاةِ وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِذَا أَقْبَلَ إِلَيَّ يَمْشِي أَقْبَلْتُ إِلَيْهِ أُهَرْوِلُ


“Allah ta’ala berfirman: Aku sebagaimana persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Demi Allah, Allah Ta’ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang di padang pasir. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” HR. Bukhari dan Muslim.

Continue reading

Ringkasan Ilmu Tauhid (Makna Dua Kalimat Syahadat)

Published by:

Pembahasan sebelum – sebelumnya mengenai hal – hal yang wajib, jaiz, dan mustahil pada Allah ta’ala dan pada Rasul-Nya ‘alaihim as-shalatu wassalam digali dari Kalamullah dan Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam serta dari apa yang ditetapkan oleh prinsip – prinsip akal yang selamat. Setiap yang telah kita bahas sebelum – sebelumnya terhimpun dalam:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلٌ الله

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah”.

Continue reading

Apa Yang Diucapkan Nabi Kepada Ahli Kitab Yang Mengingkarinya Dan Menganggap Islam Sebagai Agama Yang Buruk?

Published by:

Tafsir QS. Al-Ma’idah: 59-60

Pernah suatu ketika serombongan kaum Yahudi, di antaranya Abu Yasir bin Akhthab, Nafi’ bin Abi Nafi’, dan Ghazi bin ‘Amr datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya: “Kepada rasul yang mana kami harusnya beriman?” Nabi menjawab: “Aku beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa, dan kepada apa-apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda – bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya lah kami berserah diri.” Ketika Nabi menyebut nama ‘Isa, mereka mengingkari kenabiannya dan berkata: “Kami tidak percaya kepada ‘Isa dan tidak percaya kepada orang yang beriman kepada ‘Isa.” Maka Allah menurunkan:

Continue reading

Doa Apa Yang Dibaca Saat Berwudhu?

Published by:

Disukai pada permulaan wudhu’ untuk mengucapkan:

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”

Jika mengucapkan ini saja:

بِسۡمِ ٱللَّهِ

Maka itu juga sudah mencukupi.

Para sahabat kami berkata: Jika tidak membaca bismillah pada permulaan wudhu’, hendaknya membacanya di tengah – tengahnya. Jika tidak membacanya hingga selesai wudhu’nya, maka ia telah terlewat dan tidak perlu mengucapkannya. Wudhu’nya tetap sah. Sama saja apakah ia sengaja meninggalkannya atau tidak sengaja. Ini adalah madzhab kami dan madzhabnya jumhur ulama.

Continue reading

Hadits Mu’allaq

Published by:

1.Definisinya
A. Secara bahasa: mu’allaq adalah isim maf’ul (kata benda yang menunjukkan kepada yang dikenai pekerjaan), berasal dari akar kata عَلَّقَ (menyangkutkan sesuatu dengan sesuatu). Yakni menambatkannya dan mengikatkannya dengannya sehingga menjadikannya terkait. Sebuah sanad disebut sebagai mu’allaq karena ia bersambung dari arah yang tinggi saja dan ia terputus dari arah yang rendah. Maka ia menjadi seperti sesuatu yang tergantung di langit – langit atau atap atau yang semisalnya.

B. Secara istilah: hadits mu’allaq adalah hadits yang dihilangkan sanad perawi pada permulaannya satu perawi atau lebih hingga selanjutnya.

Continue reading

Dalil – Dalil Atas Sifat – Sifat Ma’nawiyah Allah Dan Sifat – Sifat Lainnya

Published by:

Allah ta’ala memiliki sifat – sifat yang disebut dengan sifat ma’ani dan sifat ma’nawiyah seperti keberadaan Allah Yang Maha Hidup (senantiasa hidup-حَيًّا), Maha Mengetahui (عَالِمًا), Maha Kuasa (قَادِرًا), Maha Berkehendak (مُرِيْدًا), Maha Berbicara (مُتَكَلِمًا), Maha Mendengar (سَمِيْعًا), dan Maha Melihat (بَصِيْرًا).

Dalil bahwa Allah ta’ala itu hidup, mengetahui, dan memiliki kuasa adalah perbuatan – perbuatan-Nya yang menunjukkan Dia itu hidup, berkuasa, dan mengetahui. Karena yang demikian itu tidak mungkin terjadi dari mayit atau benda mati, dari sesuatu yang lemah, atau dari sesuatu yang tidak tahu mengenainya. Dia subhanahu wa ta’ala tidak sama dengan yang tidak mampu mendatangkan yang demikian itu. Tidaklah sesuatu itu mampu menyelisihi yang lainnya kecuali dia itu hidup, kuasa, dan mengetahui.

Continue reading