Kafarat Sumpah

Published by:

Seorang mu’min hendaknya memenuhi perjanjiannya dengan Allah ta’ala serta mengagungkan Dzat Allah dan kemuliaan-Nya. Hendaknya ia menghindari setiap perbuatan yang melanggar kemuliaan dan kesucian-Nya. Ketika ia bersumpah dengan nama Allah ta’ala, wajib baginya untuk menjaga sumpahnya ketika perkara yang disumpahkannya itu adalah perkara yang dapat mendekatkan diri kepada Allah atau perkara ketaatan. Boleh baginya melanggar sumpahnya bahkan wajib untuk melanggarnya bila perkara yang disumpahkannya itu adalah kemaksiatan. Tidak ada hukuman dalam hal sumpah yang spontan di bibir tanpa maksud untuk bersumpah semisal: “Tidak demi Allah dan Ya demi Allah, aku akan makan, minum, duduk, atau mengunjungi.” Sesungguhnya yang ada hukum syar’inya adalah sumpah yang disengaja yang dimaksudkan oleh orang yang bersumpah dengan kehendak untuk komit terhadapnya. Maka ketika ia menyesalinya, Syariat memudahkan urusannya dan memberinya keringanan di saat ia melanggarnya dengan apa yang disebut kafarat sumpah.

Allah ta’ala berfirman: Continue reading

Bolehnya Yang Baik – Baik

Published by:

Islam adalah agama yang pertengahan dan adil. Maka janganlah menganggap remeh amal – amal kebaikan atau amal – amal yang bermanfaat bagi manusia dan jama’ah. Juga jangan keras dan membebani di luar kemampuan dalam seluruh amal – amal taklif yang diperintahkan oleh Allah ta’ala. Sesungguhnya Islam itu adalah agama yang longgar dan mudah. Sedikit beban – beban amalnya dan tuntutan – tuntutannya. Membolehkan yang halal dan baik. Mencegah yang haram dan buruk. Tidak melampaui batas di dalamnya dan tidak pula melalaikannya. Tidak melampaui batas – batas akal, ketentuan, dan ikatan syar’i yang disyariatkan untuk penjagaan maslahat manusia dan perwujudan manfaat – manfaat mereka serta untuk menolak kerusakan – kerusakan, bahaya – bahaya, dan kerugian – kerugian.

Allah ta’ala berfirman: Continue reading

Hubungan Antara Ahli Kitab Dan Kaum Mu’minin

Published by:

Adalah wajar bagi orang – orang beragama untuk bertemu dan menyatukan kata – kata mereka karena mereka beriman dengan keimanan yang serupa terhadap adanya Sang Pencipta dan ke-Esaannya. Juga keimanan terhadap adanya hari kebangkitan, surga, dan neraka. Dan bahwa moral dan standar perilaku mereka diambil dari ajaran dan petunjuk-Nya. Yang tidak termasuk diharapkan pertemuannya adalah pertemuan dengan kaum musyrikin dan para penyembah berhala atau orang – orang atheis karena mereka itu tidak beriman terhadap agama ilahiah dan sesungguhnya mereka meyakini prinsip – prinsip yang berlandaskan pada angan – angan yang diadakan oleh para pemimpin dan pembesar mereka. Mereka bertaklid kepadanya tanpa merenungkan dan memikirkannya.

Oleh karena itu Allah ta’ala berfirman dalam al-Qur’an al-Karim kepada kaum Yahudi dan Nashara dengan sifat ahli kitab, dan berkata kepada selain orang yang beriman terhadap agama ilahi dengan lafadz kaum musyrikin. Hubungan kaum mu’minin dengan sebagian ahli kitab ada yang merupakan hubungan ramah dan persahabatan, sedangkan hubungan kaum muslimin dengan kaum musyrikin adalah hubungan permusuhan, antipati, dan kebencian.

Allah ta’ala berfirman: Continue reading

Sebab – Sebab Kerusakan dan Penyimpangan Pada Selain Kaum Mu’minin

Published by:

Merupakan bagian dari rahmat Allah terhadap hambanya dan keutamaan-Nya atas mereka bahwa Ia memperingatkan serta menjelaskan sebab – sebab penyimpangan dan kesesatan mereka sebelum tiba – tiba datang hisab yang sulit dan balasan yang pedih atas penyimpangan mereka. Peringatan ini umum bagi seluruh kaum selain kaum mu’minin yang keimanannya shahih. Mereka adalah semua orang yang menyembah selain Allah yang berupa berhala. Mereka yang keluar dari kewajiban perintah – perintah Allah dan ajaran – ajaran-Nya dalam kitab Ilahiyah terdahulu. Mereka yang tidak mengikatkan diri dengan prinsip agama – agama yang satu yang tegak di atas mentauhidkan Allah azza wa jalla, istiqamah di atas perintah – perintah-Nya, taat kepada-Nya, berusaha untuk bernisbat hanya kepada umat tauhid, dan meninggalkan berwali kepada selain kaum mu’minin dan penolong mereka.

Inilah yang diuraikan oleh al-Qur’an al-Karim dalam mendeskripsikan kesalahan – kesalahan selain kaum mu’minin dengan firman-Nya: Continue reading

Hubungan Ahli Kitab Dengan Rasul – Rasul Mereka

Published by:

Para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam merupakan delegasi yang diberi tugas oleh Allah ta’ala untuk menyampaikan risalah – risalah Rabb mereka, kitab – kitab-Nya, dan wasiat – wasiat-Nya. Maka tidak ada pilihan bagi manusia kecuali menerima ajaran mereka, membenarkan seruan mereka, memuliakan mereka, dan mendukung mereka seluruhnya. Tanpa pemisahan dan pembedaan. Tidak pula memilih salah satunya atau sebagiannya dan meninggalkan sebagian lainnya. Sekalipun begitu, ahli kitab tidak mematuhi sikap ini. Mereka membenarkan sebagian Rasul dan mendustakan sebagian lainnya. Bahkan mereka membunuh segolongan dari mereka atau mensifatinya dengan sifat yang berbeda dengan yang sebenarnya dan tidak sesuai fakta. Allah ta’ala berfirman menjelaskan sikap ini: Continue reading

Zakat Buah – Buahan

Published by:

Zakat buah – buahan diwajibkan pada dua jenis:

1. Buah kurma.
2. Buah anggur.

Abu Dawud meriwayatkan dan dihasankan oleh at-Tirmidzi dari ‘Attab bin Usaid, ia berkata;

أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُخْرَصَ الْعِنَبُ كَمَا يُخْرَصُ النَّخْلُ وَتُؤْخَذُ زَكَاتُهُ زَبِيبًا كَمَا تُؤْخَذُ زَكَاةُ النَّخْلِ تَمْرًا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk memperkirakan jumlah anggur sebagaimana memperkirakan jumlah kurma dan diambil zakatnya dalam bentuk kismis sebagaimana pohon kurma diambil zakatnya dalam bentuk kurma kering.

Al-Khorsh (الخَرْص) : perkiraan jumlah kurma kering dari sejumlah kurma basah dan jumlah kismis dari sejumlah anggur segar.

Adapun syarat – syarat wajibnya zakat buah – buahan ada empat:

1. Islam.
2. Merdeka.
3. Kepemilikan sempurna.
4. Mencapai nishab.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
al-Bugha, Dr. Musthafa Diib. At-Tadzhib fii Adillat Matan al-Ghayah wa at-Taqrib.

Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Adalah Makhluk Yang Paling Utama

Published by:

Makhluk Allah yang paling utama adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” QS. Al-Hujurat: 13.

Para Rasul adalah makhluk Allah yang paling bertakwa. Di antara mereka sendiri bertingkat – tingkat juga keutamaannya. Allah ta’ala berfirman: Continue reading