Category Archives: Tafsir

Timbangan Kedekatan Kepada Allah

Published by:

Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir at-Thabari, Ibnu al-Mundzir, dan al-Baihaqiy di dalam kitab ad-Dalail nya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi Ibnu Ubay, Nu’man bin Qushoiy, Bahriy bin Amru, dan Syasy bin Adiy dari kalangan Yahudi. Mereka berbicara kepada Rasul dan Rasul berbicara kepada mereka, Rasul menyeru mereka kepada Allah dan mengingatkan mereka akan murka-Nya. Maka kemudian mereka berkata: apa yang engkau takutkan terhadap kami ya Muhammad? Demi Allah kami adalah anak – anak-Nya dan kekasih-Nya. Mereka mengatakan itu sebagaimana orang Nashara mengatakannya. Maka kemudian Allah azza wa jalla menurunkan ayat berikut: Continue reading

Yesus Bukan Tuhan

Published by:

Adalah aliran Yaqubiyah dari kalangan Nashara yang berkata mengenai ketuhanan al-Masih (Yesus) ‘alaihissalam. Kemudian perkataan madzhab mereka ini mendominasi tiga kelompok yang terkenal dari kalangan pengikut al-Masih yaitu Katholik, Orthodox, dan Protestan. Kelompok Protestan ini mulai muncul empat abad yang lalu di atas peran pendeta reformasi Martin Luther (tokoh cikal bakal Kristen Protestan) yang mengeluarkan kalangan pengikut al-Masih dari banyak sekali taqlid – taqlid dan khurafat – khurafat (cerita bohong), dia menyebarkan madzhabnya di Amerika, Inggris, dan Jerman, akan tetapi dia tetap berpegang pada pendapat trinitas dan menganggap orang yang bertauhid sebagai bukan pengikut al-Masih. Pada akhirnya mereka menginterpretasikan urusan tersebut kepada sifat al-Masih bahwasanya dia adalah rabb dan ilah (tuhan). Hal ini sebagaimana yang tertulis pada permulaan injil:
“Kitab Perjanjian Baru Tentang Tuhan Kita dan Juru Selamat Kita Yesus Kristus”. Continue reading

Akhlak – Akhlak Al-Qur’an

Published by:

Di dalam surat An-Nisa’ ayat 36, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimin untuk memiliki akhlak – akhlak sebagai berikut:

1. Beribadah hanya kepada Allah ta’ala yaitu dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Baik itu amalan hati maupun amalan dzhahir.

2. Tidak menyekutukan Allah. Ini adalah lawan dari tauhid atau mengesakan Allah. Kedua hal ini, yaitu beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya, sering kali disandingkan secara bersama – sama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada Muadz bin Jabal: Continue reading

Allah Tidak Zalim

Published by:

Di dalam surat an-Nisa’ 40, Allah mengabarkan kepada kita bahwasanya Allah tidak menzalimi salah seorang pun dari makhluknya pada hari kiamat meski hanya sebesar biji sawi sekalipun (mungkin jarang sekali di antara kita yang pernah melihat biji sawi karena saking remeh dan kecilnya). Bahkan Allah justru melipatgandakan balasannya apabila hal itu adalah sebuah kebaikan. Allah ta’ala berfirman: Continue reading

Dosa Syirik Tidak Akan Diampuni Oleh Allah

Published by:

Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Abu Mijlaz beliau berkata: ketika turun firmanNya:

(قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Az-Zumar 53.

Nabi kemudian naik ke atas mimbar dan membacakannya kepada manusia. Kemudian seorang laki – laki berdiri dan berkata: dan syirik kepada Allah? Kemudian beliau diam. Kemudian laki – laki tersebut berdiri lagi dan berkata: Wahai Rasulullah, dan syirik kepada Allah ta’ala? Kemudian beliau diam dua kali atau tiga kali, lalu turunlah ayat: Continue reading

Menunaikan Amanah

Published by:

Makna amanah secara bahasa adalah sesuatu yang dipercayakan oleh orang lain kepada seseorang. Secara umum amanah adalah seluruh hak – hak yang berkaitan dengan tanggung jawab manusia terhadap Allah, terhadap manusia lainnya, atau terhadap dirinya sendiri.

Allah ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menunaikan amanah kepada yang berhak. Setiap muslim memiliki amanah atau tanggungjawab dan harus mengambil apa yang telah dipercayakan tersebut baik itu dalam hak dirinya, hak hamba – hamba yang lain, dan juga hak Rabbnya. Continue reading

Wajib Taat Kepada Allah, RasulNya, dan Ulil Amri

Published by:

Dalam QS. An-Nisa’ 59, Allah ta’ala memerintahkan kepada kita untuk taat kepada Allah dengan melaksanakan hukum – hukumnya, kemudian mentaati Rasul yang menerangkan hukum – hukum Rabbnya, dan juga mentaati ulil amri. Allah ta’ala berfirman:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا)

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. QS. An-Nisa’ 59.

Siapakah Ulil Amri itu? Continue reading