Category Archives: Tafsir

Ciri Orang Yang Beriman: Tunduk dan Ridho Dengan Ketetapan Rasul

Published by:

Tidak dikatakan beriman dengan keimanan yang haq kecuali bila telah ada tiga sifat berikut ini pada diri seorang mukmin:

1. Mereka menjadikan Rasul sebagai hakim pada persengketaan yang mereka berselisih paham atasnya. Maka seseorang tidak dikatakan beriman hingga ia menjadikan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai hakim pada seluruh perkara. Hukum apa saja yang ditetapkan oleh Rasul adalah haq dan wajib untuk dilaksanakan lahir dan batin. Continue reading

Cinta dan Taat Kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Published by:

Muqotil meriwayatkan bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Barangsiapa yang mencintaiku maka sungguh ia telah mencintai Allah, barangsiapa yang mentaatiku maka sungguh ia telah taat kepada Allah”. Maka berkatalah orang – orang munafik: “Tidakkah kalian mendengarkan apa yang dikatakan oleh laki – laki ini? Sungguh itu telah masuk dalam kesyirikan. Sungguh kita telah dilarang untuk menyembah selain Allah, dan sekarang ia ingin agar kita mengambilnya sebagai rabb atau tuhan sebagaimana orang – orang Nashara menjadikan Isa sebagai rabb.”
Maka Allah pun menurunkan ayat: Continue reading

Janji Allah Bagi Kaum Mu’minin dan Kaum Kafirin

Published by:

Di dalam QS. Al-Maidah ayat 9-10 Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan balasan bagi dua kelompok di akhirat. Kedua kelompok tersebut adalah:

1. Kelompok orang – orang yang beriman dan beramal sholeh yang memperbaiki urusan manusia baik pada dirinya sendiri maupun bersama dengan yang lain, salah satu yang paling penting adalah berlaku adil. Balasan bagi mereka adalah maghfirah atau ampunan bagi dosa – dosa mereka yakni penutup atas dosa – dosa tersebut. Bagi mereka adalah balasan yang agung yakni surga dan berlipat gandanya pahala atas iman dan amal sholeh sebagai keutamaan dari Allah dan rahmat-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Continue reading

Bersaksi Dengan Benar Dan Menghukum Dengan Adil (Tafsir QS. Al-Maidah: 8)

Published by:

Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Maidah: 8.

Asbabun Nuzul Continue reading

Halalnya Sembelihan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)

Published by:

Sembelihan ahli kitab dibolehkan secara prinsip dengan ijma’ berdasarkan firman Allah ta’ala:

Allah ta’ala berfirman:

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ

“Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” QS. Al-Maidah: 5.

Sembelihan kaum ahli kitab yang dibolehkan adalah: sembelihan hewan apa saja yang mereka yakini dalam syariat mereka sebagai sesuatu yang halal bagi mereka, namun tidak untuk yang diharamkan bagi kaum muslimin seperti daging babi, meskipun tidak diketahui bahwa mereka menyebut nama Allah ta’ala, atau sembelihan tersebut adalah bagi gereja mereka atau hari suci mereka, dan meskipun mereka meyakininya sebagai makanan yang haram seperti daging unta. Continue reading

Makanan – Makanan Yang Halal

Published by:

Allah ta’ala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.” QS. Al-Maidah: 4. Continue reading