Category Archives: Tafsir

Memakan Harta Sesama Dengan Jalan Yang Batil

Published by:

Allah ta’ala melarang setiap mukminin untuk memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Allah juga melarang mereka untuk memakan harta diri sendiri dengan cara yang batil. Memakan harta diri sendiri dengan cara yang batil adalah dengan menafkahkan harta tersebut di jalan maksiat. Sedangkan memakan harta orang lain dengan cara yang batil adalah dengan usaha – usaha yang tidak sah seperti riba, perjudian, penggunaan tanpa izin, mengurangi dari yang seharusnya, korupsi, pungli, dsb. Adapun kebatilan adalah segala sesuatu yang menyalahi syariat.

Termasuk dalam memakan harta dengan cara yang batil adalah mengambil kompensasi dari akad – akad yang fasid atau batil seperti menjual barang yang bukan miliknya, mendapatkan harga dari sesuatu yang rusak dan tidak bermanfaat, serta mendapatkan harga dari yang tidak ada nilainya dan tidak bermanfaat seperti monyet, babi, bangkai, khamr, dan lain – lain. Continue reading

Menjauhi Perbuatan Dosa – Dosa Besar Dapat Menghapuskan Dosa – Dosa Kecil

Published by:

Allah ta’ala menjelaskan bahwa jika kita meninggalkan dan menjauhi dosa – dosa besar, maka Allah akan menghapus dosa – dosa kita yang kecil dan memasukkan kita ke dalam JannahNya. Allah ta’ala berfirman:

(إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا)

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). QS. An-Nisa’ 31.

Apa yang dimaksud dengan dosa – dosa besar dan dosa – dosa kecil?

Dosa – dosa besar adalah setiap kemaksiatan yang disertai dengan ancaman akan azab yang keras atau setiap kemaksiatan yang mewajibkan sanksi had/hudud.

Menurut pendapat yang lain, dosa besar itu ada tujuh sebagaimana dalam hadits
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Continue reading

Diberi Kemerdekaan Namun Enggan Taat Kepada Allah (Kisah Kaum Nabi Musa)

Published by:

Allah ta’ala berfirman mengisahkan Nabi Musa dan kaumnya:

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ * يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ * قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ * قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ * قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ * قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ * قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain”. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya”. Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja”. Berkata Musa: “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu”. Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu”. QS. Al-Ma’idah: 20-26. Continue reading

Timbangan Kedekatan Kepada Allah

Published by:

Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir at-Thabari, Ibnu al-Mundzir, dan al-Baihaqiy di dalam kitab ad-Dalail nya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi Ibnu Ubay, Nu’man bin Qushoiy, Bahriy bin Amru, dan Syasy bin Adiy dari kalangan Yahudi. Mereka berbicara kepada Rasul dan Rasul berbicara kepada mereka, Rasul menyeru mereka kepada Allah dan mengingatkan mereka akan murka-Nya. Maka kemudian mereka berkata: apa yang engkau takutkan terhadap kami ya Muhammad? Demi Allah kami adalah anak – anak-Nya dan kekasih-Nya. Mereka mengatakan itu sebagaimana orang Nashara mengatakannya. Maka kemudian Allah azza wa jalla menurunkan ayat berikut: Continue reading

Yesus Bukan Tuhan

Published by:

Adalah aliran Yaqubiyah dari kalangan Nashara yang berkata mengenai ketuhanan al-Masih (Yesus) ‘alaihissalam. Kemudian perkataan madzhab mereka ini mendominasi tiga kelompok yang terkenal dari kalangan pengikut al-Masih yaitu Katholik, Orthodox, dan Protestan. Kelompok Protestan ini mulai muncul empat abad yang lalu di atas peran pendeta reformasi Martin Luther (tokoh cikal bakal Kristen Protestan) yang mengeluarkan kalangan pengikut al-Masih dari banyak sekali taqlid – taqlid dan khurafat – khurafat (cerita bohong), dia menyebarkan madzhabnya di Amerika, Inggris, dan Jerman, akan tetapi dia tetap berpegang pada pendapat trinitas dan menganggap orang yang bertauhid sebagai bukan pengikut al-Masih. Pada akhirnya mereka menginterpretasikan urusan tersebut kepada sifat al-Masih bahwasanya dia adalah rabb dan ilah (tuhan). Hal ini sebagaimana yang tertulis pada permulaan injil:
“Kitab Perjanjian Baru Tentang Tuhan Kita dan Juru Selamat Kita Yesus Kristus”. Continue reading

Akhlak – Akhlak Al-Qur’an

Published by:

Di dalam surat An-Nisa’ ayat 36, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimin untuk memiliki akhlak – akhlak sebagai berikut:

1. Beribadah hanya kepada Allah ta’ala yaitu dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Baik itu amalan hati maupun amalan dzhahir.

2. Tidak menyekutukan Allah. Ini adalah lawan dari tauhid atau mengesakan Allah. Kedua hal ini, yaitu beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya, sering kali disandingkan secara bersama – sama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada Muadz bin Jabal: Continue reading

Allah Tidak Zalim

Published by:

Di dalam surat an-Nisa’ 40, Allah mengabarkan kepada kita bahwasanya Allah tidak menzalimi salah seorang pun dari makhluknya pada hari kiamat meski hanya sebesar biji sawi sekalipun (mungkin jarang sekali di antara kita yang pernah melihat biji sawi karena saking remeh dan kecilnya). Bahkan Allah justru melipatgandakan balasannya apabila hal itu adalah sebuah kebaikan. Allah ta’ala berfirman: Continue reading