Category Archives: Tafsir

Taqwa dan Jihad Adalah Pondasi Kemenangan di Dunia dan Akhirat Serta Tidak Diterimanya Tebusan Bagi Orang Kafir

Published by:

Tafsir QS. Al-Ma’idah: 35-37

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ * إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ* يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari azab pada hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat azab yang pedih. Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal.” QS. Al-Ma’idah: 35-37.

Allah ta’ala memerintahkan hamba – hambanya yang mu’min untuk bertaqwa kepada-Nya, taqwa ini bila dihubungkan dengan ketaatan kepada-Nya, maksudnya adalah menahan diri dari hal -hal yang diharamkan dan meninggalkan hal – hal yang dilarang. Continue reading

Hukuman Bagi Orang Yang Menghadang Jalan Dan Merampok Orang Yang Lewat (Begal)

Published by:

اِنَّمَا جَزٰۤؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْٓا اَوْ يُصَلَّبُوْٓا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِۗ ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا مِنْ قَبْلِ اَنْ تَقْدِرُوْا عَلَيْهِمْۚ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ

“Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar. Kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menguasai mereka; maka ketahuilah, bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” QS. Al-Ma’idah: 33-34.

Sebab Turunnya Ayat

Ayat ini diturunkan berkaitan dengan kasus penghadangan jalan, bukan karena kasusnya orang – orang yang musyrik atau murtad sebagaimana dikatakan dengan segala variasinya. Karena sesungguhnya masing -masing keduanya (yaitu orang yang musyrik dan murtad) apabila bertaubat maka diterima taubatnya. Sama saja apakah taubatnya itu sebelum penguasaan atas mereka atau setelahnya. Adapun penghadang jalan, bila mereka bertaubat sebelum ditangkap maka gugurlah hukuman atas mereka (hukuman yang berkaitan dengan hak Allah saja yang gugur, hal ini akan dijelaskan nanti), namun bila mereka bertaubat setelah tertangkap maka tidak gugur hukuman atas mereka. Continue reading

Kisah Qabil dan Habil – Kejahatan Pembunuhan Pertama di Dunia

Published by:

Tafsir QS. Al-Ma’idah: 27-32.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ * لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ * إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ * فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ * فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

“Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.” ”Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” ”Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zhalim.” Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi. Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil). Bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi. QS. Al-Ma’idah: 27-32.

Allah ta’ala mengabarkan buruknya akibat dari hasad dalam kisah anak – anak Adam yaitu Qabil dan Habil. Qabil membunuh saudara pertamanya, ia berbuat zhalim dan hasad kepadanya karena karunia Allah berupa nikmat dan diterimanya kurbannya yang ikhlas karena Allah azza wa jalla. Maka yang dibunuh tadi mendapatkan keberuntungan dengan ampunan dan masuk ke dalam surganya sementara yang membunuh menjadi binasa dan rugi di dunia dan di akhirat. Maka dikatakan: Continue reading

Riba Jahiliyah

Published by:

Salah satu sifat jual beli di masa jahiliah adalah dengan menerapkan sistem riba. Al-Firyabi meriwayatkan dari Mujahid bahwa di masa jahiliyah mereka berjual beli dengan tenggang waktu tertentu. Ketika sampai tenggang waktu tertentu tersebut mereka belum dapat melunasinya maka mereka menambahkan jumlah hutang jual belinya dan menambah waktu pembayarannya, maka kemudian Allah pun menurunkan ayat pengharaman riba: Continue reading

Jadikanlah Orang – Orang Mukmin Yang Sholeh Sebagai Teman Kepercayaan

Published by:

Di dalam QS. Ali Imran 118, Allah ta’ala melarang kaum muslimin untuk mengambil non-muslim sebagai teman kepercayaan. Mengapa demikian?

1. Mereka senantiasa mengusahakan kemudhorotan terhadap urusan – urusan kaum muslimin.
2. Mereka menginginkan kemudhorotan, kesulitan, dan kecelakaan dalam urusan dunia dan agama kaum muslimin.
3. Mereka menampakkan permusuhan dan kebencian kepada kaum muslimin dalam perkataan – perkataan mereka serta mendustakan al-Qur’an dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
4. Kebencian dan permusuhan yang ada dalam hati mereka jauh lebih hebat daripada apa yang tampak. Continue reading

Infaqnya Orang Kafir Tidak Bermanfaat Bagi Mereka di Akhirat Nanti

Published by:

Fulan sangat baik kepada kaum muslimin, dia menyumbang sangat besar sekali bagi kaum muslimin. Namun dia kafir. Rasa – rasanya tidak adil kalau Allah tidak menerima infaqnya tersebut sebagai amal sholeh. Begitulah kira – kira yang ada dibenak seseorang ketika melihat seorang kafir berinfaq bagi kemaslahatan kaum muslimin.

Tidak sedikit juga kita jumpai artis, orang terkenal, maupun rakyat biasa yang sangat dermawan. Ada C. Ronaldo, Bradpit, dll yang gemar menyumbangkan sebagian hartanya bagi yang tidak mampu. Tentu kita bertanya – tanya, apakah infaq yg demikian itu diterima oleh Allah? Continue reading

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Itu Kewajiban Para Ulama’ dan Setiap Individu Muslim

Published by:

Allah ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimin agar ada di antara mereka sekelompok orang yang mengkhususkan dirinya untuk amar ma’ruf dan nahi munkar. Tidak seluruh kaum muslimin diperintahkan untuk mengkhususkan dirinya dalam amar ma’ruf nahi munkar karena tidak semua orang memiliki ilmu yang mumpuni dalam hal tersebut. Sekelompok orang tersebut adalah para ulama’.

Kewajiban tersebut sifatnya adalah fardhu kifayah artinya harus tetap ada para ulama’ di setiap zaman dan di setiap daerah. Merekalah yang akan menyeru kepada Islam, kebaikan dan mencegah dari kemunkaran. Allah ta’ala berfirman: Continue reading