Category Archives: Tafsir

Tafsir Surat Al-Ashr ~ Pesan – Pesan Kehidupan

Published by:

Surat ini adalah Surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ وَٱلۡعَصۡرِ * إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ * إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ

“Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” QS. Al-Ashr: 1-3.

At-Thabrani menyebutkan riwayat dari Ubaidullah bin Hafs beliau berkata: ada dua orang laki – laki dari sahabat Rasulullah ketika keduanya bertemu tidak berpisah kecuali salah satunya membaca kepada yang lainnya Surat Al-Ashr hingga akhir surat. Kemudian salah satunya mengucapkan salam kepada yang lainnya.

Continue reading

Pengumpat Dan Pencela Manusia Serta Balasannya

Published by:

Tafsir Surat Al-Humazah

Surat ini adalah surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ وَیۡلࣱ لِّكُلِّ هُمَزَةࣲ لُّمَزَةٍ * ٱلَّذِی جَمَعَ مَالࣰا وَعَدَّدَهُۥ * یَحۡسَبُ أَنَّ مَالَهُۥۤ أَخۡلَدَهُۥ * كَلَّاۖ لَیُنۢبَذَنَّ فِی ٱلۡحُطَمَةِ * وَمَاۤ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ * نَارُ ٱللَّهِ ٱلۡمُوقَدَةُ * ٱلَّتِی تَطَّلِعُ عَلَى ٱلۡأَفۡـِٔدَةِ * إِنَّهَا عَلَیۡهِم مُّؤۡصَدَةࣱ * فِی عَمَدࣲ مُّمَدَّدَةِۭ

“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Huthamah. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Huthamah itu? (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” QS. Al-Humazah: 1-9.

Al-hammaz (الْهَمَّازُ) adalah pencela dengan perkataan, sedangkan al-lammaz (اللَّمَّازُ) adalah pencela dengan perbuatan, yakni menghinakan manusia dan mencela mereka. Ibnu Abbas berkata: (هُمَزَةࣲ لُّمَزَةٍ) adalah suka mencela. Ar-Rabi’ bin Anas berkata: al-humazah adalah menusuk di wajahnya sedangkan al-lumazah adalah menusuk dari belakang. Qatadah berkata: al-humazah dan al-lumazah adalah mencela dengan lisan dan matanya, ia memakan daging manusia dan mencela mereka. Mujahid berkata: al-humazah itu mencela dengan tangan dan mata, sedangkan al-lumazah itu mencela dengan lisan.

Continue reading

Tafsir Surat al-Fiil

Published by:

Surat ini adalah Surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ أَلَمۡ تَرَ كَیۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِیلِ * أَلَمۡ یَجۡعَلۡ كَیۡدَهُمۡ فِی تَضۡلِیلࣲ * وَأَرۡسَلَ عَلَیۡهِمۡ طَیۡرًا أَبَابِیلَ * تَرۡمِیهِم بِحِجَارَةࣲ مِّن سِجِّیلࣲ * فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفࣲ مَّأۡكُولِۭ

“Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” QS. Al-Fiil: 1- 5.

Ini adalah salah satu nikmat dari nikmat – nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kaum Quraisy. Nikmat tersebut ada pada saat Allah menolak para pasukan bergajah yang berazam menghancurkan dan menghapuskan Ka’bah. Allah menghancurkan mereka, menggagalkan usaha mereka, menyesatkan mereka, dan membalas mereka dengan kegagalan total.

Ini adalah kisahnya pasukan gajah secara ringkas.

Diriwayatkan bahwa Abrahah al-Asyram membangun gereja besar di Shan’a, bangunannya tinggi sekali, halamannya luas, dan banyak dihiasi. Orang Arab menamakannya al-Qulais karena saking tingginya sehingga orang yang memandangnya hampir – hampir saja qulunsuwat (peci) nya jatuh dari kepalanya.

Continue reading

Tafsir Surat Quraisy

Published by:

Surat ini adalah surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ لِإِیلَـٰفِ قُرَیۡشٍ * إِۦلَـٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ ٱلشِّتَاۤءِ وَٱلصَّیۡفِ * فَلۡیَعۡبُدُوا۟ رَبَّ هَـٰذَا ٱلۡبَیۡتِ * ٱلَّذِیۤ أَطۡعَمَهُم مِّن جُوعࣲ وَءَامَنَهُم مِّنۡ خَوۡفِۭ

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.” QS. Quraisy: 1-4.

Dalam Mushaf Imam (mushafnya Ustman bin Affan) surat ini terpisah dari surat sebelumnya. Mereka menuliskan di antara keduanya (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) meskipun ada kaitannya dengan sebelumnya sebagaimana dinyatakan oleh Muhammad bin Ishaq dan Abdurrahman bin Yazid karena maknanya menurut keduanya adalah: kami tahan pasukan gajah itu dari Makkah dan kami celakakan pemiliknya karena kebiasaan orang Quraisy yakni kebiasaan mereka dan berkumpulnya mereka di negeri mereka dengan aman.

Continue reading

Tafsir Surat Al-Ma’un

Published by:

Surat ini adalah surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ أَرَءَیۡتَ ٱلَّذِی یُكَذِّبُ بِٱلدِّینِ * فَذَ ٰ⁠لِكَ ٱلَّذِی یَدُعُّ ٱلۡیَتِیمَ * وَلَا یَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِینِ * فَوَیۡلࣱ لِّلۡمُصَلِّینَ * ٱلَّذِینَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ * ٱلَّذِینَ هُمۡ یُرَاۤءُونَ * وَیَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya’, dan enggan (memberikan) bantuan.” QS. Al-Ma’un: 1-7.

Allah ta’ala berfirman yang artinya: {Tahukah kamu} wahai Muhammad {(orang) yang mendustakan agama?} Yaitu mendustakan kehidupan akhirat dan hari pembalasan. {Maka itulah orang yang menghardik anak yatim} yaitu orang yang menguasai anak yatim namun tidak memberinya makan dan tidak memperlakukannya dengan baik.

Continue reading

Tafsir Surat Al-Kafirun

Published by:

Surat ini adalah surat Makkiyah.

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ قُلۡ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلۡكَـٰفِرُونَ * لَاۤ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ * وَلَاۤ أَنتُمۡ عَـٰبِدُونَ مَاۤ أَعۡبُدُ * وَلَاۤ أَنَا۠ عَابِدࣱ مَّا عَبَدتُّمۡ * وَلَاۤ أَنتُمۡ عَـٰبِدُونَ مَاۤ أَعۡبُدُ * لَكُمۡ دِینُكُمۡ وَلِیَ دِینِ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” QS. Al-Kafirun: 1-6.

Keutamaan Surat Al-Kafirun

Dalam shahih Muslim diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surat ini (Al-Kafirun) dan surat Al-Ikhlas dalam dua rakaat thawaf.

Continue reading

Tafsir Surat Al-Lahab / Al-Masad

Published by:

Surat ini adalah surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ تَبَّتۡ یَدَاۤ أَبِی لَهَبࣲ وَتَبَّ * مَاۤ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ * سَیَصۡلَىٰ نَارࣰا ذَاتَ لَهَبࣲ * وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ * فِی جِیدِهَا حَبۡلࣱ مِّن مَّسَدِۭ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.” QS. Al-Lahab: 1-5.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْبَطْحَاءِ فَصَعِدَ إِلَى الْجَبَلِ فَنَادَى يَا صَبَاحَاهْ فَاجْتَمَعَتْ إِلَيْهِ قُرَيْشٌ فَقَالَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ حَدَّثْتُكُمْ أَنَّ الْعَدُوَّ مُصَبِّحُكُمْ أَوْ مُمَسِّيكُمْ أَكُنْتُمْ تُصَدِّقُونِي قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ فَقَالَ أَبُو لَهَبٍ أَلِهَذَا جَمَعْتَنَا تَبًّا لَكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
{ تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ }
إِلَى آخِرِهَا

Bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju Bathha`, kemudian beliau naik ke bukit seraya berseru, “Wahai sekalian manusia.” Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul. Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana, sekiranya aku mengabarkan kepada kalian, bahwa musuh (di balik bukit ini) akan segera menyergap kalian, apakah kalian akan membenarkanku?” mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda lagi: “Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian. Sesungguhnya di hadapanku akan ada adzab yang pedih.” Akhirnya Abu Lahab pun berkata, “Apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Sungguh kecelakaanlah bagimu.” Maka Allah menurunkan firman-Nya: “TABBAT YADAA ABII LAHAB..” Hingga akhir ayat. HR. Bukhari.

Continue reading