Category Archives: Musthalah Hadits

Hadits Shahih

Published by:

1. Definisinya

a. Secara bahasa: shahih adalah lawan kata dari sakit. Pada hakikatnya kata shahih dipergunakan untuk tubuh, sedangkan penggunaan dalam hadits adalah bentuk majaz, demikian juga penggunaan pada makna – makna lainnya.

b. Secara istilah: hadits shahih adalah hadits yang bersambung sanadnya melalui penukilan perawi yang adil dan dhabit dari awal hingga akhir sanad, tanpa adanya syadz dan ‘illat (cacat).

2. Penjelasan Definisi
Dari definisi hadits shahih di atas ada beberapa perkara yang harus dipenuhi hingga sebuah hadits dikatakan sebagai hadits shahih, perkara – perkara tersebut adalah: Continue reading

Pembagian Khobar (Hadits) Ahad Berdasarkan Kuat Dan Lemahnya Khobar Tersebut

Published by:

Bagian Pertama: Khobar Maqbul (khobar yang diterima)

Yang dimaksud dengan khobar maqbul di sini ada dua:

Maksud yang pertama: bagian – bagian khobar maqbul.

Khobar maqbul dibagi menjadi dua bagian yang utama yakni shahih dan hasan. Masing – masing keduanya dibagi menjadi dua bagian yaitu: lidzatihi dan lighairihi. Jadi khobar maqbul pada akhirnya ada empat bagian yaitu: Continue reading

Hadits Gharib ( الغريب)

Published by:

 

1. Definisinya

a. Secara bahasa: adalah sifat musyabbahah (sifat yang dibentuk dari Masdar Tsulati Lazim, sebagai penunjukan suatu makna yang menetap pada yang disifati secara tetap), yang maknanya munfarid (sendirian) atau jauh dari kerabatnya.

b. Secara istilah: adalah hadits yang diriwayatkan menyendiri oleh seorang perawi saja. Continue reading

Hadits Aziz (العزيز)

Published by:

  1. Definisinya:
  • Secara bahasa: adalah sifat musyabbahah (sifat yang dibentuk dari Masdar Tsulati Lazim, sebagai penunjukan suatu makna yang menetap pada yang disifati secara tetap), dari kata (عَزَّ يَعِزُّ) dengan harokat kasrah yang bermakna sedikit dan jarang, atau berasal dari (عَزَّ يَعَزُّ) dengan harokat fathah yang bermakna kuat dan menjadi kuat. Dinamakan demikian mungkin karena hadits tersebut sedikit ataupun jarang, dan mungkin karena kuatnya hadits tersebut karena datang dari jalan yang lainnya.
  • Secara istilah: adalah hadits yang diriwayatkan oleh tidak kurang dari dua orang dalam seluruh tingkatan sanad.

 

  1. Penjelasan Definisi

Yakni dalam suatu tingkatan sanad dari seluruh tingkatan sanad tidak ada yang kurang dari dua orang, adapun ketika dalam sebagian tingkatan sanad terdapat tiga orang atau lebih yang meriwayatkan maka hal itu tidaklah mengapa dengan syarat terdapat tingkatan meski hanya satu tingkatan yang di dalamnya hanya terdapat dua orang perawi. Hal ini karena penjelasan sedikitnya tingkatan atau thobaqat itu dari seluruh tingkatan sanad. Continue reading

Hadits Masyhur (المشهور)

Published by:

  1. Definisinya:
  • Secara bahasa: adalah isim maf’ul dari (شَهَرْتُ الأمرُaku mengumumkan suatu perkara) ketika ia menyiarkannya atau mengumumkannya. Dinamakan demikian karena terangnya perkara itu.
  • Secara istilah: adalah hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih dalam setiap tingkatan periwayatannya yang tidak sampai pada tingkatan mutawatir.
  1. Contohnya:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan”. (HR. Bukhari, Muslim, At-Thabrani, dan Ahmad dari empat orang sahabat). Continue reading

Khabar Mutawatir (Hadits Mutawatir)

Published by:

  1. Definisinya:
  • Secara bahasa: (المتواتر) adalah isim fa’il yang diturunkan dari kata (التواتر) yakni (التتابع) yang artinya berturut – turut. Engkau katakan (تواتر المطر) yakni (تتابع نزوله) yang artinya berturut – turut turunnya.
  • Secara istilah: apa – apa yang periwayatnya banyak yang mustahil menurut kebiasaan untuk mereka sepakat berbohong. Makna definisinya: hadits atau khabar yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak dalam setiap tingkatan (thabaqat) sanadnya yang menurut kebiasaan mustahil bagi para perawi itu bersepakat untuk menyelisihi khabar yang dibawakannya .

Continue reading