Category Archives: Manhaj

Manhaj Dalam BerIslam (3) – Tidak Mengganti Perintah Allah Dan Rasul-Nya Serta Tidak Mengolok – Oloknya

Published by:

Dalam QS. Al-Baqarah dikisahkan bahwa Bani Israil pernah diperintahkan untuk masuk ke Baitulmaqdis. Allah ta’ala memerintahkan mereka agar memasuki pintu gerbangnya sambil membungkuk, mengucapkan, “Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami)”. Namun apa yang terjadi? Allah ta’ala mengisahkannya:

فَبَدَّلَ ٱلَّذِینَ ظَلَمُوا۟ قَوۡلًا غَیۡرَ ٱلَّذِی قِیلَ لَهُمۡ فَأَنزَلۡنَا عَلَى ٱلَّذِینَ ظَلَمُوا۟ رِجۡزࣰا مِّنَ ٱلسَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوا۟ یَفۡسُقُونَ

“Lalu orang-orang yang zhalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zhalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik.” QS. Al-Baqarah: 59. Continue reading

Manhaj Dalam BerIslam (2) – Tidak Mencampur Adukkan Agama – Agama

Published by:

Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ

“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan”. QS. Al-Baqarah: 42.

Berkaitan dengan ayat tersebut, Ibnu Katsir dalam tafsirnya meriwayatkan dari Qotadah bahwa beliau menjelaskan maksudnya adalah:

وَلَا تَلْبِسُوا الْيَهُودِيَّةَ وَالنَّصْرَانِيَّةَ بِالْإِسْلَامِ؛ إِنَّ دِينَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ، وَالْيَهُودِيَّةَ وَالنَّصْرَانِيَّةَ بِدْعَةٌ لَيْسَتْ مِنَ اللَّهِ.

“Janganlah kamu campur agama Yahudi dan Nashrani dengan agama Islam. Sesungguhnya agama Allah itu adalah agama Islam, sedangkan agama Yahudi dan Nashrani itu adalah bid’ah tidak berasal dari Allah.” Continue reading

Manhaj Dalam BerIslam (1) – Mengikuti Petunjuk Allah

Published by:

Allah ta’ala berfirman:

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” QS. Al-Baqarah: 38.

Abu Al-Aliyah (salah seorang tabi’in) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan huda atau petunjuk dalam ayat tersebut adalah para Nabi, para Rasul, dan penjelasan – penjelasan mereka. Continue reading