Category Archives: Hadits

Haram Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari

Published by:

Sudah merupakan hal yang biasa dalam pergaulan dengan sesama keluarga, tetangga, teman, maupun sahabat, terdapat sebuah pertengkaran. Dalam pertengkaran itu, terkadang juga kita jadi enggan untuk menyapa ketika bertemu. Bahkan mungkin ketemu saja malasnya minta ampun. Hal ini adalah hal yang manusiawi dan wajar saja. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan panduan bahwa bila terjadi hal yang demikian itu, hendaknya tidak lebih dari tiga hari. Karena melebihi tiga hari itu sudah masuk dalam kategori memutuskan ukhuwah atau persaudaraan. Hendaknya permasalahan yang ada dibicarakan kembali secara baik – baik setelah semuanya reda atau setelah tiga hari.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Continue reading

Larangan Sombong dan Melampaui Batas

Published by:

Dari Iyadh bin Himar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ اللهَ تَعَالَى أوْحَى إلَيَّ أنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لا يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَى أحَدٍ، وَلا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أحَدٍ

“Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku, agar kalian berendah hati sehingga tidak ada seorang pun yang berbuat aniaya kepada yang lain, dan tidak ada seorang pun yang bersikap sombong kepada yang lain.” HR. Muslim.

Bahasa hadits:
أوْحَى إلَيَّ أنْ تَوَاضَعُوا
Maksudnya Allah memerintahkanku dan kalian untuk berendah hati dan berlebihan di dalamnya.

يَبْغِيَ
Berbuat aniaya dan menzhalimi secara berlebihan.

Faedah Hadits:
Larangan bangga dan berbuat aniaya, serta peringatan akan tidak terperdaya oleh harta benda atau kedudukan, atau apapun dari kesenangan dunia yang fana ini.

 

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Larangan Menyebut – Nyebut Pemberian

Published by:

Salah satu prinsip dalam sedekah atau memberi adalah: “berikan lalu lupakan!”. Kita memberikan sesuatu dalam rangka membantu mereka hanya lillahi ta’ala. Bukan agar suatu saat nanti “giliran” orang yang pernah kita beri yang membantu kita. Contohnya: ketika ada suatu acara pernikahan, maka kita sebagai tamu memberikan amplop berisi sejumlah dana yang dimaksudkan untuk membantu shohibul hajat. Hendaknya kita tidak berharap bahwa suatu saat nanti saat kita yang menjadi shohibul hajat, orang yang pernah kita bantu itu melakukan hal yang sama kepada kita sebagaimana dulu kita meng’amplopin dia. Continue reading

Haramnya Berkhianat

Published by:

Seorang pegawai dipercaya membawa tamu perusahaan untuk makan siang di sebuah rumah makan. Total biaya makan adalah 500 ribu rupiah dan dia pun membayarnya, dia meminta bon kosong kemudian dia isi 800 ribu rupiah. Dia lalu kembali ke kantor dan dibayar 800 ribu rupiah karena bon makan menyatakan demikian. Dia mendapatkan keuntungan 300 ribu rupiah. Ketahuilah bahwa ini adalah salah satu sifat khianat. Dia dipercaya oleh perusahaan untuk melaksanakan tugas namun ia justru berbuat merugikan perusahaan.

Amanah adalah sebuah kepercayaan dan barangsiapa yang diberi amanah kemudian ia mengkhianatinya maka ia telah melakukan amalnya orang – orang munafik. Kalau amalan orang munafik tersebut sudah mendarah daging, maka bisa jadi ia telah menjadi seorang munafik sejati. Nau’udzubillahi min dzalik. Continue reading

Larangan Menipu

Published by:

Menipu bisa jadi bersifat ma’nawi yaitu membungkus kebatilan dengan kebenaran, contohnya menyebut bunga riba dengan sebutan interest, margin, dsb hanya untuk mengelabui umat Islam. Contoh lain lagi misalnya, menyebut demokrasi dengan sebutan musyawarah, padahal Islam tidak pernah memusyawarahkan hukum Allah, sementara demokrasi memusyawarahkan hukum, kalo mayoritas menghendaki, maka barang yg haram bisa jadi dilegalkan seperti dilegalkannya khamr di negeri kita saat ini. Continue reading

Haram Menghina Nasab yang Ditetapkan Menurut Syariat

Published by:

Dari Abu Hurairah beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اثْنَتَانِ فِي النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ الطَّعْنُ فِي النَّسَبِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ.

“Pada manusia ada dua hal yang menjadikan mereka kufur; mencela nasab dan meratapi mayit.” HR. Muslim.

Bahasa Hadits: Continue reading

Keharaman Hasad (Mengharapkan Hilangnya Nikmat Agama dan Dunia Dari Pemiliknya)

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إيَّاكُمْ وَالحَسَدَ؛ فَإنَّ الحَسَدَ يَأكُلُ الحَسَنَاتِ كَمَا تَأكُلُ النَّارُ الحَطَبَ أَوْ قَالَ: العُشْبَ

“Jauhilah oleh kamu sifat hasad. Karena, sesungguhnya hasad itu dapat menghabiskan amal – amal kebaikan, sebagaimana api itu dapat menghabiskan kayu bakar – atau beliau bersabda: rumput.” (HR. Abu Dawud).

Bahasa Hadits: Continue reading