Category Archives: Fiqh

Shalat Kusuf (Gerhana Matahari) & Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)

Published by:

Shalat kusuf dan khusuf hukumnya adalah sunnah muakkadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan banyaklah berdoa hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian. (HR. Bukhari & Muslim). Continue reading

Sunnah – Sunnah Mandi Wajib

Published by:

Hal – hal yang disunnahkan saat mandi wajib ada lima:

  1. Tasmiyah (membaca bismillah terlebih dahulu).

Berdasarkan hadits:

كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبَسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَهُوَ أَقْطَعُ

Setiap perkara yang perlu mendapat perhatian yang tidak diawali dengan bismillahirrahmaanirrahiim maka dia terputus (sedikit berkahnya). (Kasyful Khafa’: 1964). Continue reading

Fardhu – Fardhu Mandi Wajib

Published by:

Hal – hal yang wajib dipenuhi saat mandi wajib ada tiga:

1. Niat

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya”

2. Menghilangkan najis – najis yang terdapat pada badan.

Berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dari Maimunah radhiyallahu ‘anha tentang mandinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Continue reading

Hal – Hal Yang Mewajibkan Mandi

Published by:

Hal – hal yang mewajibkan mandi ada 6, tiga di antaranya berlaku bagi laki – laki dan perempuan yaitu:

1. Bertemunya dua khitan.

Dua khitan yaitu tempatnya khitan, pada anak laki – laki: kulit yang menutup kepaladzakar. Pada perempuan: kulit pada bagian atas saluran kencing. Maksudnya bertemunya dua khitan adalah bersatunya dua khitan tersebut dengan masuknya kemaluan laki – laki ke dalam kemaluan wanita. Ini adalah kiasan untuk jima’. Continue reading

Hal – Hal Yang Membatalkan Wudhu

Published by:

Hal – hal yang membatalkan wudhu ada 6:

  1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan. Allah ta’ala berfirman:

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

“ Atau seseorang dari kamu telah kembali dari tempat buang air” (QS. Al-Ma’idah 5 : 6).

Yakni dari tempat menunaikan hajat, dan ia telah selesai menunaikannya.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Continue reading

Adab – Adab Buang Air Kecil dan Buang Air Besar

Published by:

1. Orang yang buang hajat di tempat terbuka (gurun) tidak boleh menghadap atau membelakangi arah kiblat.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abi Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

إِذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

“Jika kalian buang hajat, maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya.”              Continue reading

Makmum Masbuq yang Belum Selesai Membaca al-Fatihah

Published by:

Bagaimana bila kita menjadi makmum masbuq (yaitu makmum yang datang terlambat dan mendapati imam sedang sholat) namun imam telah rukuk sebelum kita selesai membaca al-Fatihah?

Kesimpulan ringkasnya: ikut ruku’ mengikuti imam dan menghentikan bacaan al-Fatihah (dengan syarat belum membaca apapun selain al-Fatihah seperti doa istiftah dan ta’awudz)

Berikut adalah pembahasan lengkapnya seputar bacaan makmum masbuq yang disampaikan oleh Imam an-Nawawi di dalam kitabnya al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab. Wallahu ‘alam bish shawwab.

==============================================================================

Penulis kitab al-Muhadzdzab berkata:

Ketika (seorang makmum masbuq) mendapati (imam) sudah berdiri dan takut ketinggalan membaca al-Fatihah kemudian dia meninggalkan doa istiftah dan sibuk membaca al-Fatihah, karena membaca al-Fatihah adalah wajib maka janganlah sibuk dengan yang sunnah, apabila dia (makmum masbuq) telah membaca sebagian al-Fatihah kemudian imam rukuk, maka dalam hal ini ada dua pendapat: Continue reading