Category Archives: Aqidah

Sifat Wajibul Wujud Bagi Allah

Published by:

Salah satu sifat yang wajib bagi Allah ta’ala adalah sifat nafsiyah yaitu sifat wujud secara dzat. Hal ini bermakna keberadaan atau wujudnya Allah ta’ala adalah wajib secara aqal bagi Dzat-Nya, keberadaanNya tidaklah karena suatu alasan atau sebab tertentu. Penjelasan memgenai pembicaraan ini membutuhkan penjelasan kepada dua hal yaitu:

Pertama: maknanya wajibul wujud. Telah dijelaskan pada penjelasan yang lain bahwa makna wajib dalam pembahasan aqidah adalah apa – apa yang ketiadaannya tidak dapat digambarkan oleh aqal (tidak terbayang) dalam suatu keadaan dari keadaan – keadaan. Tidak dapat tergambar baik itu pada keadaan sebelum ini, saat ini, maupun nanti. Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: al-Qidam

Published by:

Makna dari sifat qidam Allah subhanahu wa ta’ala adalah bahwasanya keberadaan Allah ta’ala tidak didahului oleh ketiadaan.

Dalam bahasa kita katakan:
هذا كتاب قديم
“Ini adalah kitab yang qadim (dahulu/tua)”.

Akan tetapi berapapun tuanya usia kitab tersebut tetap saja kitab tersebut sebelumnya adalah tidak ada kemudian berwujud ada.

Kita katakan juga:
هذا بناء قديم
“Ini adalah bangunan yang qadim (dahulu/tua)”.

Akan tetapi berapapun tuanya bangunan tersebut tetap saja bangunan tersebut sebelumnya adalah tidak ada kemudian berwujud ada.

Makna yang demikian itu bukanlah yang dimaksud dengan sifat qadim bagi Allah ta’ala karena makna itu menunjukkan kepada adanya sesuatu setelah sebelumnya ia tidak ada yakni bersifat حدوث (baru). Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Al-Baqa’ (Kekal)

Published by:

Maknanya adalah bahwa mustahil bagi keberadaan Allah itu menjadi tiada dikemudian hari, yakni mustahil datang setelah keberadaannya suatu ketiadaan yang menghilangkanNya.

Secara bahasa engkau katakan:

انا باق في المسجد انشاء الله حتى تطلع الشمس

“Aku baaqin (tetap) berada di masjid insya Allah hingga terbit matahari”.

Yakni ketika matahari telah terbit, engkau keluar dari masjid dan hilanglah keberadaanmu di dalam masjid.

Engkau juga mengatakan secara bahasa:

هذ البناء باق الى مشاء الله

“Bangunan ini baaqin (tetap demikian) hingga waktu yang dikehendaki Allah”.

Yakni apabila Allah ta’ala menghendaki hilangnya keberadaan bangunan tersebut maka hilanglah bangunan tersebut dan kemudian diikuti dengan ketiadaan.

Engkau juga mengatakan secara bahasa:

فلان مسافر وانا باق

“Fulan adalah musafir dan aku baaqin (menetap).”

Yakni ia menetap setelah safarnya. Akan tetapi menetapnya itu terputus oleh safar ataukah maut.

Seluruh makna – makna tersebut bagi kata (البقاء) bukanlah makna yang dimaksud bagi baqa’ nya (kekalnya) Allah ta’ala. Akan tetapi yang dimaksud dengan baqa’nya Allah ta’ala adalah mustahil bagi keberadaan Allah itu menjadi tiada yang memutuskan kehidupanNya. Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Mukholafat Li al-Hawadits (Berbeda dengan yang baru ada)

Published by:

Al-hawadits (الحواديث) adalah segala sesuatu selain Allah ta’ala dan telah kita tetapkan pada pembahasan – pembahasan sebelumnya bahwa selain Allah ta’ala adalah haadits (حادث) atau baru atau ada awalnya dan makhluknya Allah azza wa jalla. Maka Dzatnya Allah ta’ala tidaklah seperti dzatnya makhluk – makhluk-Nya. Setiap sifat dari sifat – sifatnya tidak seperti sifat – sifat makhluk – makhluk-Nya. Setiap perbuatan-Nya tidaklah seperti perbuatan makhluk – makhluknya. Allah subhanahu wa ta’ala berbicara mengenai dirinya sendiri: Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Qiyamuhu Bi Nafsihi (Berdiri Sendiri)

Published by:

Maksud dari sifat wajib Allah ta’ala qiyamuhu bi nafsihi adalah Ia tidak memerlukan kepada selain dirinya serta ketiadaan kebutuhan terhadap tempat dan kekhususan.

Para ulama’ membagi hal – hal yang dapat diindra menjadi dua bagian: zat dan aradh (عرض). Ketika kita katakan:

هذا كتاب اخضر مستطيل

“Ini adalah kitab yang berbentuk persegi berwarna hijau”.

Maka kitab dalam kalimat itu adalah zat, berwarna hijau dan berbentuk persegi adalah aradh (karakter benda/zat). Kita dalam menggambarkan suatu zat pastilah juga menggambarkan aradh nya mulai dari warnanya, panjangnya, ketebalannya, volumenya, tempatnya, zamannya, dst. Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Wahdaniyat (Esa)

Published by:

Agama Islam dikenal sebagai agama tauhid. Agama Islam adalah agama para Nabi sebelum – sebelumnya seluruhnya. Akan tetapi agama – agama yang sebelumnya telah diubah namun Allah ta’ala menjaga agama Islam dari pengubahan. Oleh karena itu di dalam Al-Qur’an terdapat banyak sekali ayat yang menyatakan ketauhidan/ke-Esaan Allah sebagaimana firman-Nya:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah.” QS. Muhammad : 19.

Allah ta’ala juga berfirman: Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Qudroh (Kuasa)

Published by:

Sifat ma’ani (jama’ dari ma’na yaitu sesuatu yang mengikuti dzat) sebagaimana telah dibahas sebelumnya yaitu sifat bagi Dzat yang dengan sifat tersebut Dzat Allah ta’ala disifati. Dalil atas sifat – sifat ma’ani bagi Allah ini adalah menurut ketetapan-Nya. Atau sebagaimana perkataan ulama’: setiap sifat yang berdiri bersama yang disifati maka sifat tersebut wajib baginya. Adapun sifat ma’ani yang berdiri di atas dalil ada tujuh:

Qudroh (kuasa), Iradah (kehendak), Ilmu, Hayah (hidup), Kalam, Sama’ (mendengar), Bashor (melihat).

Kami tidak menambah selain sifat tersebut kecuali berdasarkan dalil dari Qur’an dan Sunnah. Karena tidak boleh kita mensifati Allah ta’ala dengan suatu sifat yang Allah tidak mensifati diri-Nya dengan sifat tersebut dalam Qur’an maupun Sunnah. Tidaklah kita temukan di dalam Qur’an maupun Sunnah sifat – sifat ma’ani selain daripada sifat – sifat ini ataupun yang memiliki interpretasi ke sana. Berikut ini kita akan membahas mengenai sifat Qudroh Allah ta’ala: Continue reading