Category Archives: Aqidah

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Mukholafat Li al-Hawadits (Berbeda dengan yang baru ada)

Published by:

Al-hawadits (الحواديث) adalah segala sesuatu selain Allah ta’ala dan telah kita tetapkan pada pembahasan – pembahasan sebelumnya bahwa selain Allah ta’ala adalah haadits (حادث) atau baru atau ada awalnya dan makhluknya Allah azza wa jalla. Maka Dzatnya Allah ta’ala tidaklah seperti dzatnya makhluk – makhluk-Nya. Setiap sifat dari sifat – sifatnya tidak seperti sifat – sifat makhluk – makhluk-Nya. Setiap perbuatan-Nya tidaklah seperti perbuatan makhluk – makhluknya. Allah subhanahu wa ta’ala berbicara mengenai dirinya sendiri: Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Qiyamuhu Bi Nafsihi (Berdiri Sendiri)

Published by:

Maksud dari sifat wajib Allah ta’ala qiyamuhu bi nafsihi adalah Ia tidak memerlukan kepada selain dirinya serta ketiadaan kebutuhan terhadap tempat dan kekhususan.

Para ulama’ membagi hal – hal yang dapat diindra menjadi dua bagian: zat dan aradh (عرض). Ketika kita katakan:

هذا كتاب اخضر مستطيل

“Ini adalah kitab yang berbentuk persegi berwarna hijau”.

Maka kitab dalam kalimat itu adalah zat, berwarna hijau dan berbentuk persegi adalah aradh (karakter benda/zat). Kita dalam menggambarkan suatu zat pastilah juga menggambarkan aradh nya mulai dari warnanya, panjangnya, ketebalannya, volumenya, tempatnya, zamannya, dst. Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Wahdaniyat (Esa)

Published by:

Agama Islam dikenal sebagai agama tauhid. Agama Islam adalah agama para Nabi sebelum – sebelumnya seluruhnya. Akan tetapi agama – agama yang sebelumnya telah diubah namun Allah ta’ala menjaga agama Islam dari pengubahan. Oleh karena itu di dalam Al-Qur’an terdapat banyak sekali ayat yang menyatakan ketauhidan/ke-Esaan Allah sebagaimana firman-Nya:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah.” QS. Muhammad : 19.

Allah ta’ala juga berfirman: Continue reading

Salah Satu Sifat Wajib Bagi Allah: Qudroh (Kuasa)

Published by:

Sifat ma’ani (jama’ dari ma’na yaitu sesuatu yang mengikuti dzat) sebagaimana telah dibahas sebelumnya yaitu sifat bagi Dzat yang dengan sifat tersebut Dzat Allah ta’ala disifati. Dalil atas sifat – sifat ma’ani bagi Allah ini adalah menurut ketetapan-Nya. Atau sebagaimana perkataan ulama’: setiap sifat yang berdiri bersama yang disifati maka sifat tersebut wajib baginya. Adapun sifat ma’ani yang berdiri di atas dalil ada tujuh:

Qudroh (kuasa), Iradah (kehendak), Ilmu, Hayah (hidup), Kalam, Sama’ (mendengar), Bashor (melihat).

Kami tidak menambah selain sifat tersebut kecuali berdasarkan dalil dari Qur’an dan Sunnah. Karena tidak boleh kita mensifati Allah ta’ala dengan suatu sifat yang Allah tidak mensifati diri-Nya dengan sifat tersebut dalam Qur’an maupun Sunnah. Tidaklah kita temukan di dalam Qur’an maupun Sunnah sifat – sifat ma’ani selain daripada sifat – sifat ini ataupun yang memiliki interpretasi ke sana. Berikut ini kita akan membahas mengenai sifat Qudroh Allah ta’ala: Continue reading

Makna Islam

Published by:

Di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwasanya Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai iman di depan para pendengar dari kalangan para sahabat, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruknya.”

Kemudian Jibril bertanya mengenai Islam, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Continue reading

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah – Makna Iman

Published by:

Makna iman secara Bahasa adalah at-tashdiq (pembenaran), at-tashdiq itu sendiri adalah ketundukan terhadap hukumnya, menerimanya, dan mengakuinya. Kata iman diambil dari kata al-amnu (aman) yang merupakan lawan kata dari al-khauf (takut). Hal ini karena siapa yang mempercayai terhadap suatu hukum maka ia selamat dari pendustaan atau ingkar kepadanya. Maka ketika kita katakan: (Muhammad Rasulullah) artinya kita berhukum dengan risalahnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, barangsiapa yang membenarkan dan tunduk terhadap hukum ini maka ia telah beriman/mukmin dengannya.

Adapun makna iman secara istilah ahli syariat adalah apa – apa yang menyelamatkan orang yang mempercayainya dari kekekalan di dalam api neraka dan memperoleh kemenangan dengan berada di surga selama – lamanya walaupun pernah diadzab di neraka dalam beberapa masa. Untuk mengetahui makna yang dalam mengenai keimanan ini kami perlihatkan gambaran keadaan manusia secara nyata, dengan menyebutkannya secara kontradiktif sehingga tampak perbedaan segala sesuatunya sebagai berikut: Continue reading

Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah – Mengenal Allah (Ma’rifatullah) Adalah Kewajiban yang Pertama

Published by:

Kewajiban yang pertama bagi seorang mukallaf adalah mengenal Allah ta’ala (ma’rifatullah) yakni mengetahui sifatNya yang mulia dan agung. Maka wajib bagi mukallaf untuk mengetahui bahwasanya Allah itu ada, Dia lah yang menciptakan alam semesta ini beserta apa yang ada di dalamnya, tidak akan ada sesuatu kalaulah bukan karena Dia yang Maha Mulia dan Maha Agung. Seorang mukallaf wajib untuk mengetahui bahwasanya Allah disifati dengan seluruh sifat yang sempurna yang layak bagi kemuliaan dan keagungannya dan menjauhkan segala sifat kekurangan yang tidak layak. Keyakinan – keyakinan (Al-Aqoid) ini dapat diketahui dari Al-Qur’an al-Karim, As-Sunnah yang disucikan, serta dari hal – hal yang mutawatir di antara kaum muslimin. Continue reading