Category Archives: Aqidah

Al-Qur’an Adalah Kalamullah Bukan Makhluk

Published by:

Telah dibahas pada pembahasan terdahulu mengenai sifat Kalam bahwasanya Kalam itu adalah sebutan untuk lafadz – lafadz, Kalam juga sebutan untuk makna yang ditunjukkan oleh lafadz – lafadz, Kalam juga sebutan untuk tulisan dan huruf – huruf yang menunjukkan kepada lafadz. Madzhab ahlus sunnah wal jama’ah menyatakan bahwasanya Kalamullah yang qadim adalah makna yang berdiri dengan dzat-Nya azza wa jalla. Adapun lafadz – lafadz dan huruf – huruf tidaklah qadim karena merupakan bahasa arab, orang arab dan bahasa mereka adalah termasuk makhluk. Kami katakan: sesungguhnya hal ini dikatakan dalam cakupan untuk pembelajaran dan bantahan bagi kaum Mu’tazilah dan yang selainnya yang mengatakan bahwa al-Qur’an adalah makhluk. Continue reading

Melaksanakan Ketaatan Adalah Keimanan Kepada Allah Ta’ala

Published by:

Pokok – pokok keimanan yang pertama adalah iman kepada Allah ta’ala, malaikat – malaikat-Nya, kitab – kitab-Nya, rasul – rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruknya. Sedangkan pelaksanaan semua ketaatan kepada Allah ta’ala termasuk keseluruhan iman. Maka ketaatan adalah dalil atau hujah atas benarnya keimanan seseorang dan sebagai pondasi hukum bahwasanya seseorang itu mu’min. Allah ta’ala berfirman dalam mensifati kaum mu’minin: Continue reading

Bagaimana Memahami Nash – Nash Yang Mutasyabihat?

Published by:

Merupakan salah satu dari sifat Allah ta’ala: mukholafat lil hawadits (berbeda dengan yang baru ada), sifat ini telah dijelaskan pada pembahasan yang telah lalu. Dalil dari sifat ini adalah firman-Nya:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” QS. As-Syuro: 11.

Al-hawadits adalah segala sesuatu selain Allah ta’ala. Salah satu sifat dari al-hawadits adalah memiliki bentuk dan tubuh, tersusun dari bagian – bagian kecil, terikat waktu dan tempat, dst. Allah tidak menyerupai hal – hal tersebut sedikitpun dan tidak pula menyerupai yang lainnya.

Akan tetapi kita menjumpai nash – nash, yakni ayat al-Qur’an dan hadits – hadits Nabawiyah, yang apabila kita pahami dengan zhahirnya maka akan kita tetapkan adanya keserupaan antara Allah dengan al-hawadits. Hal ini menyelisihi firman-Nya: Continue reading

Nama – Nama Allah dan Sifat – Sifat-Nya Adalah Qadim

Published by:

Allah ta’ala berfirman:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.” QS. Al-A’raf : 180.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafalnya) maka ia akan masuk surga.” HR. Bukhari dan Muslim. Continue reading

Hakikat Iman dan Pokok – Pokoknya

Published by:

Iman adalah akarnya Islam dan juga pondasinya. Dengan iman tersebut dapat dibedakan antara seorang muslim yang benar dengan yang lainnya dari kalangan orang – orang yang sesat dan menyimpang, orang kafir atau orang yang mengingkari, serta orang yang munafik atau riya’. Iman itulah sebab diterimanya amal – amal yang bermacam – macam di sisi Allah ta’ala nanti di negeri akhirat. Iman tidak dapat dibagi – bagi, kadangkala seseorang itu memiliki keimanan yang kokoh dan mendalam dalam diri seorang mu’min serta hati yang sadar, kadangkala seseorang itu tidak memiliki keimanan sama sekali. Ketika hilang keimanan maka hilang pulalah agama yang benar dalam jiwa manusia dan kalahlah manusia dalam kegelapan aniaya. Ia menjadi tersesat dan bingung di jalan kehidupan. Maka barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah untuk beriman dan dibahagiakan hatinya untuk Islam, ia akan bahagia dengan kebahagiaan yang luar biasa, tentram jiwanya, tenang perasaannya, hidup bahagia, dan ketika bertemu dengan Allah ia dalam keadaan diridhai-Nya. Continue reading

Perbedaan Antara Sifat Dzat dan Sifat Fi’lun (Sifat Perbuatan) Allah

Published by:

Para ulama’ membedakan antara sifat dzat dan sifat perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala. Sifat dzat adalah sifat yang berdiri bersama dzat atau diturunkan dari makna yang berdiri bersama dzat seperti sifat Ilmu (mengetahui) dan ‘Aalim (Maha Mengetahui). Ilmu adalah salah satu sifat dari sifat – sifat dzat, demikian juga dengan ‘Aalim adalah sifat yang diturunkan dari sifat Ilmu. Demikian halnya dengan sifat Qudroh (Kuasa) dan keberadaan-Nya yang Qaadiran (Maha Kuasa), sifat Sama’ (Mendengar) dan keberadaan-Nya yang Samii’an (Maha Mendengar), maka Dzat Allah ta’ala disifati dengan sifat Sama’ (Mendengar) dan Qudroh (Kuasa) dan Dia azza wa jalla Qaadirun (Maha Kuasa) dan Samii’un (Maha Mendengar). Continue reading