Category Archives: Aqidah

Pendahuluan Pembahasan Kitabul Iman Shahih Bukhari (Bagian 2)

Published by:

Setelah dibahas pada bagian pertama bahwa iman itu adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang, kita lanjutkan lagi pembahasannya sebagai berikut:

Imam Bukhari mengatakan bahwa cinta dan benci karena Allah termasuk bagian dari iman. Ungkapan ini adalah lafadz hadits yang dikeluarkan oleh Abu Dawud dari hadits Abi Umamah dan dari hadits Abi Dzar, lafadznya adalah:

أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ الْحُبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ

“Sebaik-baik amal adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” HR. Abu Dawud. Continue reading

Pendahuluan Pembahasan Kitabul Iman Shahih Bukhari (Bagian 1)

Published by:

Makna iman secara bahasa adalah at-tashdīq (التَّصْدِيقُ) atau membenarkan. Makna iman secara syar’i adalah membenarkan rasul pada apa saja yang ia bawa dari Rabb-nya. Ini adalah yang disepakati.

Imam al-Bukhari menyampaikan bahwa:

وَهُوَ قَوْلٌ وَفِعْلٌ وَيَزِيدُ وَيَنْقُصُ

“(Iman) itu adalah perkataan dan perbuatan, dapat bertambah dan dapat berkurang. Continue reading

Makna – Makna Sifat Dzat Ilahiyah Dan Perbuatan – Perbuatan Yang Berasal Dari Allah Ta’ala

Published by:

Bagi Dzat Ilahiyyah terdapat sifat – sifat yang berjumlah dua puluh delapan yang berkaitan dengan sifat qudrah, ilmu, sama’, bashar, hayah, baqa’, dan kalam.

Bagi Allah ta’ala juga terdapat sifat – sifat perbuatan yang berjumlah empat puluh tiga sebagaimana telah dibahas sebelumnya.

Adapun makna – makna sifat – sifat Dzat ilahiyah yang berhubungan dengan sifat Qudrah adalah sebagai berikut:

1. Al-Qāhir (القَاهِر) (Maha Berkuasa Mutlak), yakni yang menang.
2. Al-Qahhar (القَهَّار) (Maha Mengalahkan), yakni yang tidak dikalahkan dan tidak dikuasai. Continue reading

Kaum Mu’minin Dapat Melihat Allah Ta’ala Di Akhirat

Published by:

Termasuk aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah bahwasanya Allah ta’ala itu dapat dilihat oleh kaum mu’minin di akhirat dan bahwasanya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melihatNya di dunia pada malam isra’ dan mi’raj.

Kelompok mu’tazilah menyelisihi hal ini seluruhnya. Syiah Imamiyah dan Ibadhiyah juga yang semisal dengan kelompok – kelompok tersebut. Berikut ini adalah hujjah – hujjah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan kelompok – kelompok tersebut:

Kaum Ahlus Sunnah wal Jama’ah berhujjah dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Adapun dalil dari al-Qur’an adalah sebagai berikut: Continue reading

Makna – Makna Asmaul Husna Yang Menunjuk Kepada Nama Dzat Allah

Published by:

Allah tabaraka wa ta’ala – sebagaimana telah dibahas sebelumnya – memiliki dua puluh delapan nama atau asma’ Dzat Ilahiyah. Setiap nama tersebut memiliki makna yang berbeda dengan nama yang lain. Padanya terdapat petunjuk – petunjuk dan kesan – kesan yang berhubungan dengan aqidah iman dan Islam.

1. Nama yang pertama adalah Allah (الله), maknanya adalah bahwasanya Dia itu kuasa atas penciptaan, tidak ada sesuatupun yang ada kecuali atas kehendakNya, Dia lah yang menang dan tidak dikalahkan, Dia lah yang berkuasa dan tidak dikuasai, tidak sah taklif (beban hukum) kecuali dariNya.

2. Al-Malik (المَلِكُ) (Maha Raja), yakni Dia lah yang memuliakan siapapun yang Ia kehendaki dan menghinakan siapapun yang Ia kehendaki. Mustahil atasNya kehinaan. Continue reading

Iman Terhadap Qadha’ dan Qadar

Published by:

Iman terhadap qadha’ dan qadar merupakan salah satu rukun dari rukun – rukun keimanan. Di dalam hadits Jibril yang masyhur disebutkan bahwasanya beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai iman, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat – malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan qadar baik dan buruknya.” HR. Muslim. Continue reading