Category Archives: Aqidah

Cabang – Cabang Keimanan

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

“Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman”. HR. Bukhari.

Penjelasan Lafadz – Lafadz Hadits

بِضْعٌ
Adalah sebuah kata yang digunakan untuk menunjukkan jumlah antara 3 hingga 10. Kita katakan: Continue reading

Islam Dibangun Di Atas Lima Perkara – Shahih Bukhari Kitabul Iman

Published by:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun diatas lima (perkara); persaksian tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan”. HR. Bukhari.

Penjelasan Lafadz – Lafadznya Continue reading

Pendahuluan Pembahasan Kitabul Iman Shahih Bukhari (Bagian 4)

Published by:

Pada pembahasan ketiga sebelumnya telah dibahas mengenai seputar bertambah dan berkurangnya keimanan serta amal – amal sholih yang merupakan bagian dari keimanan. Pada pembahasan kali ini dibahas bahwa melaksanakan syariat seluruhnya itu adalah bagian daripada keimanan.

Mujahid berkata berkenaan dengan ayat:

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ

“Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama” QS. As-Syura : 13.

Yakni Aku wasiatkan kepada engkau wahai Muhammad dan juga kepada mereka para nabi, agama yang satu.

Imam as-Syafi’i dan Imam Ahmad serta yang lainnya berdalil bahwasanya amal – amal itu termasuk dalam iman dengan ayat ini: Continue reading

Pendahuluan Pembahasan Kitabul Iman Shahih Bukhari (Bagian 2)

Published by:

Setelah dibahas pada bagian pertama bahwa iman itu adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang, kita lanjutkan lagi pembahasannya sebagai berikut:

Imam Bukhari mengatakan bahwa cinta dan benci karena Allah termasuk bagian dari iman. Ungkapan ini adalah lafadz hadits yang dikeluarkan oleh Abu Dawud dari hadits Abi Umamah dan dari hadits Abi Dzar, lafadznya adalah:

أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ الْحُبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ

“Sebaik-baik amal adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” HR. Abu Dawud. Continue reading

Pendahuluan Pembahasan Kitabul Iman Shahih Bukhari (Bagian 1)

Published by:

Makna iman secara bahasa adalah at-tashdīq (التَّصْدِيقُ) atau membenarkan. Makna iman secara syar’i adalah membenarkan rasul pada apa saja yang ia bawa dari Rabb-nya. Ini adalah yang disepakati.

Imam al-Bukhari menyampaikan bahwa:

وَهُوَ قَوْلٌ وَفِعْلٌ وَيَزِيدُ وَيَنْقُصُ

“(Iman) itu adalah perkataan dan perbuatan, dapat bertambah dan dapat berkurang. Continue reading

Makna – Makna Sifat Dzat Ilahiyah Dan Perbuatan – Perbuatan Yang Berasal Dari Allah Ta’ala

Published by:

Bagi Dzat Ilahiyyah terdapat sifat – sifat yang berjumlah dua puluh delapan yang berkaitan dengan sifat qudrah, ilmu, sama’, bashar, hayah, baqa’, dan kalam.

Bagi Allah ta’ala juga terdapat sifat – sifat perbuatan yang berjumlah empat puluh tiga sebagaimana telah dibahas sebelumnya.

Adapun makna – makna sifat – sifat Dzat ilahiyah yang berhubungan dengan sifat Qudrah adalah sebagai berikut:

1. Al-Qāhir (القَاهِر) (Maha Berkuasa Mutlak), yakni yang menang.
2. Al-Qahhar (القَهَّار) (Maha Mengalahkan), yakni yang tidak dikalahkan dan tidak dikuasai. Continue reading