Bisik – Bisik Dalam Kebaikan

Tags:

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan perkataan manusia dan bisik berbisiknya mereka kecuali ketika mereka berbisik pada salah satu dari tiga perkara ini:

1. Berbisik memerintahkan shodaqoh untuk membantu yang membutuhkan dan menghibur yang faqir dan miskin.

2. Berbisik untuk memerintahkan yang ma’ruf yaitu apa – apa yang disebut sebagai kemaslahatan umum atau kebaikan umum oleh syariat.

3. Berbisik untuk mendamaikan manusia dalam permusuhan dan perselisihan mereka.

Allah ta’ala berfirman:

(لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا)

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. QS. An-Nisa’ 114.

Dari Ummu Habibah istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam beliau bersabda:

كُلُّ كَلَامِ ابْنِ آدَمَ عَلَيْهِ لَا لَهُ إِلَّا أَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ أَوْ ذِكْرُ اللَّهِ

“Setiap perkataan anak cucu Adam itu atasnya, tidak berguna baginya kecuali amar ma’ruf, nahi munkar, atau berdzikir kepada Allah.” HR. At-Tirmidzi. Beliau berkata hadits ini hadits hasan gharib.

Dari Ummu Kultsum binti ‘Uqbah telah mengabarkan kepadanya, bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ فَيَنْمِي خَيْرًا أَوْ يَقُولُ خَيْرًا

“Tidak dikatakan pendusta seseorang yang ingin mendamaikan antara manusia, kemudian ia menyampaikan kabar dengan baik atau berkata baik.” HR. Ahmad.

Dan Ummu Kultsum berkata,

لَمْ أَسْمَعْهُ يُرَخِّصُ فِي شَيْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ فِي الْحَرْبِ وَالْإِصْلَاحِ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثِ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثِ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا

“Aku belum pernah mendengar beliau memberikan keringanan atas sesuatupun yang dibicarakan oleh manusia kecuali dalam tiga hal; dalam peperangan, mendamaikan antara manusia dan seorang suami mengatakan kepada istrinya, atau seorang istri mengatakan kepada suaminya.” HR. Ahmad.

Dari Abu Darda’ beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ وَالصَّدَقَةِ قَالُوا بَلَى قَالَ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

“Ketahuilah, maukah aku beritahukan kepada kalian hal yang lebih utama dari derajat shalat, puasa dan zakat?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda: “Memperbaiki hubungan silaturahmi, dan rusaknya hubungan itu adalah terpangkas (rusaknya agama)”. HR. Ahmad.

Kata kebanyakan bisikan – bisikan digunakan di dalam surat an-Nisa’ ayat 114 karena bisikan – bisikan yang mubah atau boleh dan untuk kepentingan khusus misalnya dalam pertanian, jual beli, dan urusan pekerjaan lainnya tidaklah disifati dengan keburukan dan tidak juga dimaksudkan untuk kebaikan. Sesungguhnya yang dimaksud dengan kebanyakan bisikan -bisikan yang menafikan sifat kebaikan adalah bisikan – bisikan dalam urusan – urusan kehidupan manusia.

Allah ta’ala menjadikan bisikan – bisikan sebagai tempatnya dosa dan keburukan pada umumnya. Allah ta’ala berfirman:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَنَاجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَاجَوْا بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَتَنَاجَوْا بِالْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ)

“Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” QS. Al-Mujadilah 9.

Dari Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا كَانُوا ثَلَاثَةٌ فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الثَّالِثِ

“Apabila kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbisik-bisik dengan membiarkan yang ketiganya.” HR. Bukhari dan Muslim.

Adapun sebab disifatinya bisik – bisik dengan keburukan yang banyak adalah karena biasanya seseorang suka untuk menampakkan kebaikan, namun untuk keburukan dan dosa seseorang tidak suka bila diketahui banyak orang sehingga dibicarakan dengan pelan – pelan agar tidak ada yang mengetahuinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Dosa adalah apa yang terlintas/terdetik dalam dirimu dan kamu tidak suka jika hal itu diketahui orang lain.” HR. Muslim.

Kebaikan dalam tiga urusan yang disebutkan di awal tadi dalam surat An-Nisa’ 114 adalah dalam pembicaraan yang tidak tampak bukan dalam pembicaraan yang tampak atau dapat terdengar berdasarkan firman Allah ta’ala:

(إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ)

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Baqarah 271.

Sebagaimana disebutkan dalam surat an-Nisa’ 114 di atas tadi bahwa Allah ta’ala akan memberikan balasan berupa pahala yang besar bagi siapa saja yang ikhlas dan mengharap hanya ridho Allah ta’ala dan mentaati perintah-Nya dalam melakukan bisik – bisik untuk bershodaqoh, amar ma’ruf nahi munkar, dan mendamaikan manusia. Maka hendaklah kita bisik – bisik hanya dalam kebaikan tersebut dan tidak bisik – bisik dalam rangka maksiat kepada Allah ta’ala. Wallahu’alam.

Rujukan utama: Tafsir al-Munir karya Syaikh Wahbah Zuhaili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *