Bertingkat – Tingkatnya Ahlul Iman Dalam Amalan

Dari Abu Said al-Khudri beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُ النَّاسَ يُعْرَضُونَ عَلَيَّ وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ مِنْهَا مَا يَبْلُغُ الثُّدِيَّ وَمِنْهَا مَا دُونَ ذَلِكَ وَعُرِضَ عَلَيَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ يَجُرُّهُ قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الدِّينَ

“Ketika aku tidur, aku bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai kepada buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku Umar bin Al-Khaththab dan dia mengenakan baju dan menyeretnya. Para sahabat bertanya: “Apa maksudnya hal demikian menurut engkau, ya Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ad-Din (agama) “. HR. Bukhari.

Penjelasan Lafadz – Lafadz Hadits

يُعْرَضُونَ عَلَيَّ
Artinya “dihadapkan kepadaku”. Yakni mereka lewat didepanku, dinampakkan kepadaku, dan aku melihat mereka.

وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ
Artinya “mereka mengenakan baju”. Di antara baju yang mereka kenakan ada yang panjang dan ada yang pendek sampai ke dada saking pendeknya.

وَعُرِضَ عَلَيَّ عُمَرُ
Artinya “Dan dihadapkan pula kepadaku Umar”. Yakni dinampakkan kepadaku Umar dan Ia mengenakan baju yang panjang dan longgar.

قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَ
Artinya “Para sahabat bertanya: “Apa maksudnya hal demikian menurut engkau?”. Yakni mengapakah engkau mengabarkan mimpi tersebut ya Rasulullah?

قَالَ الدِّينَ
Artinya “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ad-Din (agama)”. Yakni kuatnya agama Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Faidah Yang Dapat Diambil Dari Hadits

Pertama, hadits ini menunjukkan keutamaan ahlul iman di hari kiamat nanti.

Kedua, hadits ini menunjukkan keutamaan Umar radhiyallahu ‘anhu. Sungguh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersaksi baginya mengenai kekokohan imannya.

Ketiga, bolehnya mengungkapkan mimpi yang dilihat dan bertanya memgenainya kepada ahli keutamaan dan kebaikan.

Keempat, bolehnya memberi pujian kepada ahli keutamaan dan kebaikan ketika hal itu tidak membuat yang dipuji merasa ujub dan tidak masuk ke dalam dirinya sesuatu dari ujub tersebut.

Kelima, hendaknya kita menjadi seperti para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam ridhwanullah ‘alaihim serta mencontoh perjalanan hidup mereka terutama sekali Abu Bakar as-Shiddiq dan Umar bin Khatthab.

Perhatian Penting

Ini adalah mimpi yang dilihat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam tidurnya. Beliau menafsirkan mimpinya tersebut dengan kokohnya agama dan ungkapan dari Rasul tersebut adalah benar. Sungguh Umar radhiyallahu ‘anhu termasuk sahabat yang paling berpegang teguh dengan agamanya. Oleh karena inilah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya menyeret bajunya. Mimpinya para nabi adalah benar. Bahkan itu termasuk salah satu jenis dari wahyu. Sungguh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bermimpi bahwasanya beliau dan para sahabatnya memasuki Makkah dan thawaf di Baitul Haram. Beliau memberitakan kabar gembira dari mimpi itu kepada para sahabatnya. Kemudian ayat berikut turun untuk membenarkan mimpi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam itu:

لَّقَدۡ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءۡیَا بِٱلۡحَقِّۖ لَتَدۡخُلُنَّ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ إِن شَاۤءَ ٱللَّهُ ءَامِنِینَ مُحَلِّقِینَ رُءُوسَكُمۡ وَمُقَصِّرِینَ لَا تَخَافُونَۖ فَعَلِمَ مَا لَمۡ تَعۡلَمُوا۟ فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَ ٰ⁠لِكَ فَتۡحࣰا قَرِیبًا

“Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjid al-Haram, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.” QS. Al-Fath: 27.

Allah ta’ala telah membenarkan mimpi tersebut bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mimpi beliau mengenai Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu tersebut merupakan karomah yang agung baginya (Umar).

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Disarikan dari Syarah al-Muyassar Li Shahih al-Bukhari oleh Syaikh Muhammad ‘Ali As-Shabuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *