Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Agama Islam Adalah Agama Tauhid

Tags:

Sesungguhnya agama Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah agama tauhid, tandanya yaitu kalimat (-tidak ada tuhan selain Allah – لآاله إلا الله). Kalimat tersebut adalah kalimat yang agung dan menyeluruh yang secara jelas menyatakan bahwa Allah ta’ala adalah tuhan yang haq, dan yang selain-Nya bukanlah tuhan namun hamba Allah.

Setiap nabi – nabi datang mereka menyeru kepada tauhid, akan tetapi isi agama – agama yang mereka bawa telah diubah dan diganti. Oleh karena itu, ketika diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak ada agama yang menyeru kepada tauhid secara murni. Hal itu karena manusia pada masa itu adalah penyembah berhala ataupun ahli kitab yaitu Yahudi dan Nashrani, meskipun mereka adalah ahli kitab akan tetapi mereka telah mengubah kitab – kitab yang diturunkan Allah ta’ala atas nabi – nabi mereka.

Adapun orang – orang Yahudi mengatakan: Uzair adalah anak Allah. Orang – orang Nashrani mengatakan: Isa adalah anak Allah, dan sebagian mereka mengatakan: Isa adalah Allah, sebagian lagi mengatakan: Isa adalah bagian dari Allah. Setiap yang demikian itu menyelisihi tauhid.

Kemudian orang – orang Yahudi dan Nashrani sebagaimana dikabarkan oleh Allah:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. (QS. At-Taubah 9:31)

Hal itu karena orang – orang alimnya dan rahib – rahibnya menghalalkan bagi mereka sesuatu yang haram dan mengharamkan bagi mereka sesuatu yang halal dan mereka mentaatinya. Demikian itulah ibadah mereka sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketaatan yang demikian itu merupakan ibadah bagi mereka, hal ini karena menghalalkan, mengharamkan, dan mensyariatkan itu hanya kepunyaan Allah saja. Memberikan sifat – sifat tersebut kepada selain Allah adalah syirik. Allah ta’ala berfirman:

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ

Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. (QS. Yusuf 12:40)

Adapun apa yang dilakukan oleh para mujtahid kaum muslimin adalah menjelaskan hukum – hukum Allah melalui istinbat (penggalian hukum) dari sumber – sumber syariat. Oleh karena itu, kaum muslimin sepakat bahwasanya yang berhak untuk membuat hukum adalah Allah. Allah lah yang menghalalkan, mengharamkan, mewajibkan, menyunnahkan, dan memakruhkan. Dia lah pula yang menjadikan sesuatu syarat bagi sesuatu yang lain, atau sebab, atau penghalang darinya, serta hukum – hukum syar’i yang lainnya. Demikian itulah makna tauhid yang dengannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang.

Maraji’:

Syaikh Nuh Ali Salman al-Qudhah, Al-Mukhtashar al-Mufid fii Syarh Jauharat at-Tauhid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *