Daily Archives: April 2, 2018

Larangan Menyebut – Nyebut Pemberian

Published by:

Salah satu prinsip dalam sedekah atau memberi adalah: “berikan lalu lupakan!”. Kita memberikan sesuatu dalam rangka membantu mereka hanya lillahi ta’ala. Bukan agar suatu saat nanti “giliran” orang yang pernah kita beri yang membantu kita. Contohnya: ketika ada suatu acara pernikahan, maka kita sebagai tamu memberikan amplop berisi sejumlah dana yang dimaksudkan untuk membantu shohibul hajat. Hendaknya kita tidak berharap bahwa suatu saat nanti saat kita yang menjadi shohibul hajat, orang yang pernah kita bantu itu melakukan hal yang sama kepada kita sebagaimana dulu kita meng’amplopin dia. Continue reading

Haramnya Berkhianat

Published by:

Seorang pegawai dipercaya membawa tamu perusahaan untuk makan siang di sebuah rumah makan. Total biaya makan adalah 500 ribu rupiah dan dia pun membayarnya, dia meminta bon kosong kemudian dia isi 800 ribu rupiah. Dia lalu kembali ke kantor dan dibayar 800 ribu rupiah karena bon makan menyatakan demikian. Dia mendapatkan keuntungan 300 ribu rupiah. Ketahuilah bahwa ini adalah salah satu sifat khianat. Dia dipercaya oleh perusahaan untuk melaksanakan tugas namun ia justru berbuat merugikan perusahaan.

Amanah adalah sebuah kepercayaan dan barangsiapa yang diberi amanah kemudian ia mengkhianatinya maka ia telah melakukan amalnya orang – orang munafik. Kalau amalan orang munafik tersebut sudah mendarah daging, maka bisa jadi ia telah menjadi seorang munafik sejati. Nau’udzubillahi min dzalik. Continue reading

Larangan Menipu

Published by:

Menipu bisa jadi bersifat ma’nawi yaitu membungkus kebatilan dengan kebenaran, contohnya menyebut bunga riba dengan sebutan interest, margin, dsb hanya untuk mengelabui umat Islam. Contoh lain lagi misalnya, menyebut demokrasi dengan sebutan musyawarah, padahal Islam tidak pernah memusyawarahkan hukum Allah, sementara demokrasi memusyawarahkan hukum, kalo mayoritas menghendaki, maka barang yg haram bisa jadi dilegalkan seperti dilegalkannya khamr di negeri kita saat ini. Continue reading

Haram Menghina Nasab yang Ditetapkan Menurut Syariat

Published by:

Dari Abu Hurairah beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اثْنَتَانِ فِي النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ الطَّعْنُ فِي النَّسَبِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ.

“Pada manusia ada dua hal yang menjadikan mereka kufur; mencela nasab dan meratapi mayit.” HR. Muslim.

Bahasa Hadits: Continue reading

Keharaman Hasad (Mengharapkan Hilangnya Nikmat Agama dan Dunia Dari Pemiliknya)

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إيَّاكُمْ وَالحَسَدَ؛ فَإنَّ الحَسَدَ يَأكُلُ الحَسَنَاتِ كَمَا تَأكُلُ النَّارُ الحَطَبَ أَوْ قَالَ: العُشْبَ

“Jauhilah oleh kamu sifat hasad. Karena, sesungguhnya hasad itu dapat menghabiskan amal – amal kebaikan, sebagaimana api itu dapat menghabiskan kayu bakar – atau beliau bersabda: rumput.” (HR. Abu Dawud).

Bahasa Hadits: Continue reading