Daily Archives: October 29, 2016

Al-Ajurumiyyah – I’rab

Published by:

اَلْإِعْرَابُ

I’rab

اَلْإِعْرَابُ هُوَ تغيير أَوَاخِرِ اَلْكَلِمِ لِاخْتِلَافِ اَلْعَوَامِلِ اَلدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيرًا.

I’rab adalah perubahan (bunyi) akhir kata karena perbedaan amil yang masuk kepadanya secara lafadz maupun secara taqdir (diperkirakan keberadaannya).

Amil adalah lafadz maupun makna yang mempunyai ‘amal (tugas) terhadap kalimah lain, sehingga menyebabkan suatu kalimah menjadi marfu’, manshub, majrur (khusus pada isim), atau majzum (khusus pada fi’il).

Contoh:

حَضَرَ مُحَمَّدٌ– Muhammad telah hadir. Muhammad di sini kedudukannya adalah marfu’ karena sebagai fail (subjek).

رَاَيْتُ مُحَمَّدًا – Aku telah melihat Muhammad. Muhammad di sini kedudukannya adalah manshub karena sebagai maf’ul (objek). Continue reading

Hadits Aziz (العزيز)

Published by:

  1. Definisinya:
  • Secara bahasa: adalah sifat musyabbahah (sifat yang dibentuk dari Masdar Tsulati Lazim, sebagai penunjukan suatu makna yang menetap pada yang disifati secara tetap), dari kata (عَزَّ يَعِزُّ) dengan harokat kasrah yang bermakna sedikit dan jarang, atau berasal dari (عَزَّ يَعَزُّ) dengan harokat fathah yang bermakna kuat dan menjadi kuat. Dinamakan demikian mungkin karena hadits tersebut sedikit ataupun jarang, dan mungkin karena kuatnya hadits tersebut karena datang dari jalan yang lainnya.
  • Secara istilah: adalah hadits yang diriwayatkan oleh tidak kurang dari dua orang dalam seluruh tingkatan sanad.

 

  1. Penjelasan Definisi

Yakni dalam suatu tingkatan sanad dari seluruh tingkatan sanad tidak ada yang kurang dari dua orang, adapun ketika dalam sebagian tingkatan sanad terdapat tiga orang atau lebih yang meriwayatkan maka hal itu tidaklah mengapa dengan syarat terdapat tingkatan meski hanya satu tingkatan yang di dalamnya hanya terdapat dua orang perawi. Hal ini karena penjelasan sedikitnya tingkatan atau thobaqat itu dari seluruh tingkatan sanad. Continue reading