Daily Archives: May 6, 2016

Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah – Hukum Tentang Ilmu Ushulluddin (Pokok – Pokok Agama)

Published by:

Ilmu adalah pengetahuan mengenai hakikat sesuatu. Maka barangsiapa misalnya meyakini bahwasanya sholat dhuhur itu empat rakaat maka sungguh dia telah mengetahui hukum syar’i tersebut. Barangsiapa yang tidak mengetahui jumlah rakaat sholat dhuhur maka dia jahil (tidak tahu) terhadap hukum tersebut. Akan tetapi tingkat kejahilannya adalah basith (sederhana) yakni tidak berlipat – lipat. Barangsiapa yang meyakini bahwasanya sholat dhuhur itu tiga rakaat maka dia jahil terhadap hukum tersebut jahil yang murakkab (kebodohan yang rangkap) yakni kebodohan yang berlipat – lipat, karena ia bodoh namun tidak menyadari bahwa ia bodoh.

Barangsiapa yang meyakini bahwasanya Allah ta’ala pencipta segala sesuatu maka dia ‘Alim (berpengetahuan) terhadap masalah tersebut. Barangsiapa yang mengatakan: saya tidak tahu siapa yang menciptakan segala sesuatu, maka dia jahil terhadap masalah tersebut dengan kejahilan yang tidak berlipat – lipat. Barangsiapa yang meyakini bahwasanya segala sesuatu terwujud dari tiada wujud maka dia dalam hal ini jahil murakkab atau bodoh yang berlipat – lipat.

Ushuluddin Islami: adalah keyakinan – keyakinan yang berdiri di atasnya agama Islam ini. Maksud dari keyakinan – keyakinan di sini adalah hal – hal yang dibenarkan oleh seorang muslim dengan pembenaran yang pasti (tashdiqan jaziman). Sama saja apakah dalilnya adalah qath’I (pasti) atau dhanni (dugaan atau di bawah derajat pasti). Adapun perkataan sebagian ulama: “Sesungguhnya dalam masalah aqidah tidak diterima kecuali dalil yang mutawatir (qath’i)”, sesungguhnya yang dimaksud dengan aqidah dalam kaidah ini adalah apa – apa yang menjadikan seseorang kafir ketika mengingkarinya. Akan kami sampaikan penjelasan mengenai kaidah ini insya Allah ta’ala pada penjelasan makna al-iman. Continue reading