Menghidupkan Malam Lailatul Qodar Adalah Bagian Dari Iman

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menegakkan lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” HR. Bukhari.

Penjelasan Lafadz – Lafadz Hadits

Continue reading

Tafsir Surat Al-Ashr ~ Pesan – Pesan Kehidupan

Surat ini adalah Surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ وَٱلۡعَصۡرِ * إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ * إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ

“Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” QS. Al-Ashr: 1-3.

At-Thabrani menyebutkan riwayat dari Ubaidullah bin Hafs beliau berkata: ada dua orang laki – laki dari sahabat Rasulullah ketika keduanya bertemu tidak berpisah kecuali salah satunya membaca kepada yang lainnya Surat Al-Ashr hingga akhir surat. Kemudian salah satunya mengucapkan salam kepada yang lainnya.

Continue reading

Tanda – Tanda Kaum Munafiq Itu Ada Empat

Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

“Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika berseteru ia melampaui batas”. HR. Bukhari.

Penjelasan Hadits

Continue reading

Pengumpat Dan Pencela Manusia Serta Balasannya

Tafsir Surat Al-Humazah

Surat ini adalah surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ وَیۡلࣱ لِّكُلِّ هُمَزَةࣲ لُّمَزَةٍ * ٱلَّذِی جَمَعَ مَالࣰا وَعَدَّدَهُۥ * یَحۡسَبُ أَنَّ مَالَهُۥۤ أَخۡلَدَهُۥ * كَلَّاۖ لَیُنۢبَذَنَّ فِی ٱلۡحُطَمَةِ * وَمَاۤ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ * نَارُ ٱللَّهِ ٱلۡمُوقَدَةُ * ٱلَّتِی تَطَّلِعُ عَلَى ٱلۡأَفۡـِٔدَةِ * إِنَّهَا عَلَیۡهِم مُّؤۡصَدَةࣱ * فِی عَمَدࣲ مُّمَدَّدَةِۭ

“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Huthamah. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Huthamah itu? (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” QS. Al-Humazah: 1-9.

Al-hammaz (الْهَمَّازُ) adalah pencela dengan perkataan, sedangkan al-lammaz (اللَّمَّازُ) adalah pencela dengan perbuatan, yakni menghinakan manusia dan mencela mereka. Ibnu Abbas berkata: (هُمَزَةࣲ لُّمَزَةٍ) adalah suka mencela. Ar-Rabi’ bin Anas berkata: al-humazah adalah menusuk di wajahnya sedangkan al-lumazah adalah menusuk dari belakang. Qatadah berkata: al-humazah dan al-lumazah adalah mencela dengan lisan dan matanya, ia memakan daging manusia dan mencela mereka. Mujahid berkata: al-humazah itu mencela dengan tangan dan mata, sedangkan al-lumazah itu mencela dengan lisan.

Continue reading

Tanda – Tanda Kemunafikan

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda-tanda munafiq ada tiga; jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat dia khianat”. HR. Bukhari.

Penjelasan Lafadz – Lafadz Hadits

Continue reading

Tafsir Surat al-Fiil

Surat ini adalah Surat Makkiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ أَلَمۡ تَرَ كَیۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِیلِ * أَلَمۡ یَجۡعَلۡ كَیۡدَهُمۡ فِی تَضۡلِیلࣲ * وَأَرۡسَلَ عَلَیۡهِمۡ طَیۡرًا أَبَابِیلَ * تَرۡمِیهِم بِحِجَارَةࣲ مِّن سِجِّیلࣲ * فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفࣲ مَّأۡكُولِۭ

“Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” QS. Al-Fiil: 1- 5.

Ini adalah salah satu nikmat dari nikmat – nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kaum Quraisy. Nikmat tersebut ada pada saat Allah menolak para pasukan bergajah yang berazam menghancurkan dan menghapuskan Ka’bah. Allah menghancurkan mereka, menggagalkan usaha mereka, menyesatkan mereka, dan membalas mereka dengan kegagalan total.

Ini adalah kisahnya pasukan gajah secara ringkas.

Diriwayatkan bahwa Abrahah al-Asyram membangun gereja besar di Shan’a, bangunannya tinggi sekali, halamannya luas, dan banyak dihiasi. Orang Arab menamakannya al-Qulais karena saking tingginya sehingga orang yang memandangnya hampir – hampir saja qulunsuwat (peci) nya jatuh dari kepalanya.

Continue reading

Kezhaliman di Bawah Kezhaliman

Dari ‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata:

لَمَّا نَزَلَتْ
{ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ }
قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
{ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ }

“Ketika turun ayat: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman” (QS. Al-An’am: 82), para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Siapakah diantara kami yang tidak berbuat zhalim? Maka Allah ‘azza wajalla menurunkan (firman-Nya): “Sesungguhnya kesyirikan adalah kezhaliman yang besar”. (QS. Luqman: 13). HR. Bukhari.

Penjelasan Lafadz – Lafadz Hadits

Continue reading