Mengumpulkan Antara al-Khouf (Takut Kepada Allah) dan ar-Roja’ (Mengharap Kepada Allah)

Published by:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنْ الْعُقُوبَةِ مَا طَمِعَ بِجَنَّتِهِ أَحَدٌ وَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنْ الرَّحْمَةِ مَا قَنَطَ مِنْ جَنَّتِهِ أَحَدٌ

“Seandainya orang mukmin mengetahui siksa Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya tidak ada seorang mu’min pun yang mengharapkan surga-Nya. Dan seandainya orang kafir itu mengetahui rahmat Allah, maka niscaya tidak ada seorang kafir pun yang berputus asa untuk mengharapkan surga-Nya.” HR. Muslim.

Faidah Hadits Continue reading

Kenabian Adalah Keutamaan Dari Allah

Published by:

Definisi kenabian secara syar’i adalah ketika Allah ta’ala memberi wahyu kepada seorang laki – laki berupa hukum syar’i taklifi (beban syariat kepadanya) sama saja apakah ia diperintahkan untuk menyampaikannya ataukah tidak. Kenabian ini adalah keutamaan dari Allah ta’ala, Dia memberikannya kepada siapa saja yang Ia kehendaki dari hamba – hamba-Nya. Allah ta’ala berfirman:

ٱللَّهُ أَعۡلَمُ حَیۡثُ یَجۡعَلُ رِسَالَتَهُۥ

“Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya.” QS. Al-An’am: 124.

Kenabian ini telah ditutup dengan kenabian sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Continue reading

Sam’iyyat (Apa Saja Yang Disandarkan Kepada Wahyu)

Published by:

Aqidah – aqidah atau keyakinan – keyakinan yang dibahas pada bagian ini disimpulkan dari Al-Qur’an Al-Karim dan Sunnah Syarifah. Apa saja yang dalilnya qath’i – yakni ayat atau hadits mutawatir yang tidak mengandung makna kecuali hanya satu makna saja – maka iman terhadapnya adalah wajib dan mendustakannya adalah kafir. Apa saja yang dalilnya tidak qath’i – yakni ayat atau hadits mutawatir yang memiliki lebih dari satu makna atau hadits shahih dan hasan – maka iman terhadapnya adalah wajib dan mendustakannya adalah fasiq jika tidak karena mentakwilkan zhahirnya yang dimungkinkan.

Pembahasan mengenai hal – hal yang terkait sam’iyyat ini akan dibahas lebih lanjut detilnya pada pembahasan selanjutnya.

Wallahu ‘alam bi as-shawab.

Rujukan:
Syaikh Nuh Ali Salman al-Qudhah, Al-Mukhtashar al-Mufid fii Syarh Jauharat at-Tauhid.

Di Antara Perkataan Kaum Yahudi Yang Paling Buruk, Timbulnya Permusuhan dan Kebencian Di Antara Mereka, dan Balasan Bagi Keimanan Ahli Kitab

Published by:

Tafsir QS. Al-Ma’idah: 64-66

Allah ta’ala berfirman:

وَقَالَتِ ٱلۡیَهُودُ یَدُ ٱللَّهِ مَغۡلُولَةٌۚ غُلَّتۡ أَیۡدِیهِمۡ وَلُعِنُوا۟ بِمَا قَالُوا۟ۘ بَلۡ یَدَاهُ مَبۡسُوطَتَانِ یُنفِقُ كَیۡفَ یَشَاۤءُۚ وَلَیَزِیدَنَّ كَثِیرࣰا مِّنۡهُم مَّاۤ أُنزِلَ إِلَیۡكَ مِن رَّبِّكَ طُغۡیَـٰنࣰا وَكُفۡرࣰاۚ وَأَلۡقَیۡنَا بَیۡنَهُمُ ٱلۡعَدَ ٰ⁠وَةَ وَٱلۡبَغۡضَاۤءَ إِلَىٰ یَوۡمِ ٱلۡقِیَـٰمَةِۚ كُلَّمَاۤ أَوۡقَدُوا۟ نَارࣰا لِّلۡحَرۡبِ أَطۡفَأَهَا ٱللَّهُۚ وَیَسۡعَوۡنَ فِی ٱلۡأَرۡضِ فَسَادࣰاۚ وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِینَ * وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡكِتَـٰبِ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوۡا۟ لَكَفَّرۡنَا عَنۡهُمۡ سَیِّـَٔاتِهِمۡ وَلَأَدۡخَلۡنَـٰهُمۡ جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِیمِ * وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُوا۟ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِیلَ وَمَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ لَأَكَلُوا۟ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۚ مِّنۡهُمۡ أُمَّةࣱ مُّقۡتَصِدَةࣱۖ وَكَثِیرࣱ مِّنۡهُمۡ سَاۤءَ مَا یَعۡمَلُونَ

“Dan orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu.” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu, padahal kedua tangan Allah terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. Dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka, dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.” QS. Al-Ma’idah: 64-66.

Sebab Turunnya Ayat Continue reading

Doa Yang Dibaca Pada Permulaan Wudhu’ Setelah Mengucapkan Bismillah

Published by:

Sebagian sahabat kami berkata, yakni Syaikh Abu Al-Fath Nashr Al-Maqdisi Az-Zahid: Disukai bagi orang yang berwudhu’ untuk mengucapkan doa berikut ini setelah membaca tasmiyyah (bismillah):

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya”.

Hal yang dikatakannya ini tidaklah mengapa. Hanya saja hal itu tidak ada asalnya dari sisi Sunnah. Kami juga tidak mengetahui ada seorang dari sahabat – sahabat kami yang berpendapat dengan perkataan ini. Wallahu ‘alam.

Rujukan:
An-Nawawi dalam kitab al-Adzkar.

Hadits Mursal

Published by:

1. Definisinya
a. Secara bahasa: مُرْسَلٌ adalah isim maf’ul (kata benda yang menunjukkan pengertian yang dikenai pekerjaan) dari أَرْسَلَ dengan makna أَطْلَقَ (melepaskan). Maka mursal itu adalah melepaskan sanad – sanad dan tidak mengikatnya dengan perawi yang dikenal.

b. Secara istilah: hadits mursal adalah hadits yang terputus pada akhir sanad setelah tabi’in (Tabi’in adalah orang yang bertemu dengan Sahabat dalam keadaan Muslim dan mati dalam keadaan Islam).

2. Penjelasan Definisi Continue reading

Zakat Barang Berharga

Published by:

Zakat atas barang berharga diwajibkan atas dua barang yaitu emas dan perak. Asal pensyariatan kewajiban zakat emas dan perak adalah firman Allah ta’ala:

وَٱلَّذِینَ یَكۡنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلۡفِضَّةَ وَلَا یُنفِقُونَهَا فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِیمࣲ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” QS. At-Taubah: 34.

Makna (الكَنْز) adalah harta yang tidak ditunaikan zakatnya. Al-Bukhari meriwayatkan tafsir ayat ini dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Continue reading